Connect with us

Polres Sidrap Buru Pelaku Penikaman di THM yang akibatkan 1 Meninggal dan 3 Luka

Published

on

Kitasulsel, Sidrap – Seorang Warga Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, berinisial LI (30) Laki-laki, tewas dengan luka tikaman di tubuh.

LI tewas ditikam di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap pada Senin 23 Januari 2023, sekira pukul 01.20 Wita dini hari.

Menurut informasi yang dihimpun salah seorang warga yang enggan namanya dipublikasikan, mengatakan bahwa korban berinisial LI bersama kelima rekannya datang di THM TM Cafe dan Bar.

“Sekira pukul 02.00 Wita, terjadi aksi penikaman,” ungkapnya saat ditemui dilokasi kejadian, Senin (23/01/2023).

Kapolres Sidrap, AKBP Erwin Syah melalui Kasi Humas Polres Sidrap, AKP Zakaria Lessa, di konfirmasi via WhatsApp membenarkan peristiwa tersebut.

Menurut AKP Zakaria, bahwa pada saat korban dan terduga pelaku berada didalam Cafe sambil mengkomsumsi miras, terjadi kesalah pahaman antara pemuda (Kelompok Red) yang berasal dari Desa Bulo Kecamatan Pancarijang, Kabupaten Sidrap, yang berujung pertikaian.

“Akibat dari perkelahian tersebut, salah seorang pemuda LI mengalami luka tusuk pada bagian ketiak sebelah kanan,” terangnya

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban dibawah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nene Malomo Sidrap.

“Namun korban dinyatakan telah meninggal dunia,” pungkasnya.

Selain 1 meninggal dunia, 3 orang lainnya atau rekan korban mengalami luka.

Selanjutnya, aparat Kepolisian Sat Reskrim Polres Sidrap bersama tim Inafis mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan barang bukti.

“Melakukan introgasi kepada saksi dan mengamankan rekaman CCTV di lokasi kejadian, sementara saat ini, Sat Reskrim berusaha mengamankan terduga pelaku,” bebernya.(win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Luwu Timur Perkuat Kapasitas Petugas Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petugas layanan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Manajemen Penanganan Kasus dan Pencatatan Pelaporan Kasus Tahun 2026 yang digelar di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Luwu Timur ini berlangsung selama dua hari, mulai 24 hingga 25 Juni 2026.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Setdakab Luwu Timur, Aswan Aziz, yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinsos P3A Luwu Timur, Masdin, Wakapolres Luwu Timur Kompol Hajriadi, Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Perlindungan Perempuan dan Anak Ramlah Muhammad Djoni, unsur Forkopimda, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), pendamping layanan, perwakilan puskesmas, Save the Children (StC), serta peserta lainnya.

Tingkatkan Kualitas Penanganan Kasus

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas SDM dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan kasus, serta mendorong layanan yang lebih terintegrasi bagi korban.

Dalam sambutannya, Aswan Aziz menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan serius yang memerlukan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi dari seluruh pihak terkait.

“Untuk itu Pemkab Lutim berkomitmen untuk terus memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak melalui peningkatan kapasitas SDM, penguatan kelembagaan, penyediaan layanan yang berkualitas, serta penguatan koordinasi antarinstansi dan lembaga terkait,” ujarnya.

Menurut Aswan, keberadaan petugas layanan yang profesional dan memiliki kompetensi yang memadai menjadi faktor penting dalam memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang optimal.

Dorong Penanganan Terintegrasi

Ia berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan sumber daya manusia yang lebih responsif, profesional, dan mampu bekerja secara terpadu dalam menangani berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Luwu Timur.

“Ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas, berdaya saing, serta Luwu Timur yang maju dan sejahtera,” tambahnya.

Selain meningkatkan kemampuan teknis petugas, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, lembaga pendamping, serta organisasi mitra yang terlibat dalam perlindungan perempuan dan anak.

Hadirkan Narasumber Kompeten

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang perlindungan perempuan dan anak.

Mereka adalah Suryanarni Sultan, SKM, M.PH dari DP3A Dalduk KB Provinsi Sulawesi Selatan serta Brigpol Ashabul Fadly dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Luwu Timur.

Materi yang disampaikan mencakup manajemen penanganan kasus kekerasan, mekanisme layanan terpadu, hingga sistem pencatatan dan pelaporan yang akurat guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap sistem perlindungan perempuan dan anak semakin kuat, sehingga mampu memberikan layanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada pemulihan korban, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak di daerah tersebut.

Continue Reading

Trending