Connect with us

F8 Makassar Kembali Masuk Dalam Kalender Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) 2023

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Makassar International Eight Festival and Forum atau F8 Makassar kembali masuk dalam kalender Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) 2023.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, saat meluncurkan program ‘Karisma Event Nusantara (KEN) 2023″ di Teater IMAX Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (28/1/2023).

Mendengar hal tersebut, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto menyambut baik dengan terpilihnya kembali F8 Makassar dalam Top 10 KEN terbaik nasional.

“Alhamdulillah event F8 Makassar masuk kembali di 10 event terbaik nasional, ini kerja keras kita semua,” ucapnya.

Masuknya kembali Makassar F8 dalam Top KEN 2023, karena dinilai mampu menggabungkan semua unsur subsektor ekonomi kreatif dan selalu mengedepankan konsistensi dari tahun ke tahun.

Tak hanya itu, Makassar F8 juga dinilai memberikan dampak positif terhadap pelaku ekonomi kreatif dan industri pariwisata.

Kata Danny, untuk event Makassar F8 tahun ini akan digelar lebih awal pada tanggal 23-27 Agustus 2023 mendatang.

Perhelatannya lebih awal dari biasa. Pasalnya, untuk menghindari  berbenturan dengan agenda-agenda politik.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno peluncuran event ini bertujuan sebagai pemicu kebangkitan industri ekonomi dan pariwisata. “Di sini kita akan menaikan daya tarik wisata dan juga ekonomi kreatif yang luar biasa,” ujarnya.

Sandiaga Uno menyampaikan dalam KEN 2023 kali ini, terdapat 110 event unggulan yang telah terkurasi dari 291 event usulan Dinas Pariwisata Provinsi se-Indonesia.

Proses kurasi KEN 2023 sendiri telah dilakukan pada November – Desember 2022 oleh tim kurator profesional.

Adapun kurasi ini meliputi 5 bidang penilaian yakni, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Inovasi dan Kreativitas, Manajemen Event Strategi Komunikasi dan Pengembangan Bisnis dan Pemasaran.

Sandi menyebut KEN 2022 telah mampu mendorong dan menggerakkan ekonomi daerah.

Adapun pada KEN 2022, terdapat 3.000.000 juta pergerakkan wisatawan, 11.000 UMKM, 55.000 pelaku seni dan event, 11.000 pekerja dan 250 komunitas atau asosiasi yang telah terberdayakan.

Sedangkan, Presiden RI, Joko Widodo turut juga mendorong hadirnya gelaran KEN 2O23.

Meski demikian, dirinya meminta agar seluruh pihak dapat berkolaborasi dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.

“Tahun ini akan menjadi momen kebangkitan pariwisata Indonesia. Waktu yang sangat baik untuk bangkit, menggenjot sekencang-kencangnya sektor pariwisata Indonesia. Untuk itu, kita harus berkolaborasi memperbaiki kualitas destinasi, memperbanyak atraksi dan event yang menarik, menampilkan inovasi dan kreativitas untuk meningkatkan daya saing,” paparnya.

“Ini akan menjadi magnet menarik sebanyak-banyaknya kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara untuk menikmati keunikan pariwisata di seluruh penjuru Tanah Air,” pungkasnya.

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Luwu Timur Perkuat Kapasitas Petugas Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petugas layanan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Manajemen Penanganan Kasus dan Pencatatan Pelaporan Kasus Tahun 2026 yang digelar di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Luwu Timur ini berlangsung selama dua hari, mulai 24 hingga 25 Juni 2026.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Setdakab Luwu Timur, Aswan Aziz, yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinsos P3A Luwu Timur, Masdin, Wakapolres Luwu Timur Kompol Hajriadi, Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Perlindungan Perempuan dan Anak Ramlah Muhammad Djoni, unsur Forkopimda, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), pendamping layanan, perwakilan puskesmas, Save the Children (StC), serta peserta lainnya.

Tingkatkan Kualitas Penanganan Kasus

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas SDM dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan kasus, serta mendorong layanan yang lebih terintegrasi bagi korban.

Dalam sambutannya, Aswan Aziz menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan serius yang memerlukan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi dari seluruh pihak terkait.

“Untuk itu Pemkab Lutim berkomitmen untuk terus memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak melalui peningkatan kapasitas SDM, penguatan kelembagaan, penyediaan layanan yang berkualitas, serta penguatan koordinasi antarinstansi dan lembaga terkait,” ujarnya.

Menurut Aswan, keberadaan petugas layanan yang profesional dan memiliki kompetensi yang memadai menjadi faktor penting dalam memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang optimal.

Dorong Penanganan Terintegrasi

Ia berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan sumber daya manusia yang lebih responsif, profesional, dan mampu bekerja secara terpadu dalam menangani berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Luwu Timur.

“Ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas, berdaya saing, serta Luwu Timur yang maju dan sejahtera,” tambahnya.

Selain meningkatkan kemampuan teknis petugas, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, lembaga pendamping, serta organisasi mitra yang terlibat dalam perlindungan perempuan dan anak.

Hadirkan Narasumber Kompeten

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang perlindungan perempuan dan anak.

Mereka adalah Suryanarni Sultan, SKM, M.PH dari DP3A Dalduk KB Provinsi Sulawesi Selatan serta Brigpol Ashabul Fadly dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Luwu Timur.

Materi yang disampaikan mencakup manajemen penanganan kasus kekerasan, mekanisme layanan terpadu, hingga sistem pencatatan dan pelaporan yang akurat guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap sistem perlindungan perempuan dan anak semakin kuat, sehingga mampu memberikan layanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada pemulihan korban, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak di daerah tersebut.

Continue Reading

Trending