Connect with us

Royal Wedding Fair X Jokka Jokka Market Season 3 Tampil Lebih Variatif, Nantikan di Februari

Published

on

KITASULSEL—-MAKASSAR – Perhelatan pameran terbesar dan terheboh di Indonesia Timur, Royal Wedding Fair (RWF) feat Jokka Jokka Market (JJM) akan kembali digelar pada Februari mendatang di Upperhills Convention Hall.

Penyelenggara event, iPro Management juga menghadirkan tenant yang lebih beragam dan bervariatif dari sebelumnya.

CEO iPro Management, Irma Aryani mengatakan, RWF X JJM season 3 Ini akan melibatkan puluhan tenant Wedding yang terdiri atas wedding organizer (WO), vendor dekorasi, photography, bridal atau salon, souvenir dan undangan, serta klinik kesehatan dan kecantikan.

Sedangkan untuk Jokka-Jokka Market (JJM), menampilkan food beverage & snack festival serta beauty dan fashion dengan ratusan tenant.

Sama seperti season 1 dan 2, pada season 3 ini, RWF X JJM akan digelar selama 5 hari, 22-26 Februari 2023.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, upaya memberikan pengunjung pelayanan yang terbaik. Pihak manajemen juga membuat regulasi baru terhadap para tenant. Regulasi yang mengutamakan kenyamanan bagi pengunjung dan tenant yang berpartisipasi .

“Event kali ini, tenant wedding professional menghadirkan designer dan fotografer dari ibukota Jakarta yang tentunya menawarkan paket yang sangat diminta oleh calon pengantin. Tenant UMKM menghadirkan jajanan serta fashion hits dari berbagai kota besar diantaranya Medan, Bandung , Jakarta , Surabaya dan Bali,” jelasnya.

“Harapan kami, semua tenant mencapai target transaksinya , juga bagi yang baru berpartisipasi, ini adalah moment yang sangat tepat sebagai strategi Branding product yang ditawarkan” ujar Irma sebelum menutup technical meeting bagi para tenant yang diselenggarakan Selasa kemarin di Restoran Bambuden

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Bupati Sidrap Terima Tim Verifikasi BNPB, Dorong Pembangunan Permanen Jembatan Bulu Cenrana 

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menerima kunjungan Tim Verifikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) usai melakukan verifikasi lapangan terhadap Jembatan Botto di Desa Bulu Cenrana, Kecamatan Pitu Riawa, Selasa (21/7/2026).

Verifikasi tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang diajukan Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk mendukung pembangunan jembatan permanen di wilayah tersebut.

Audiensi yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sidrap dipimpin Analis Kebencanaan Ahli Muda BNPB, Muhammad Salman Alfarisi, bersama tim verifikasi.

Dalam pertemuan itu, Bupati Syaharuddin Alrif berharap BNPB dapat memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Jembatan Botto secara permanen mengingat keberadaannya sangat vital bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan jembatan permanen akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar akses transportasi, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi warga di Desa Bulu Cenrana serta wilayah sekitarnya.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sidrap dapat dibantu melalui dukungan BNPB untuk pembangunan jembatan secara permanen. Dengan adanya jembatan permanen, masyarakat dapat merasakan akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan lancar,” ujar Syaharuddin.

Ia juga berharap usulan pembangunan Jembatan Botto dapat memperoleh dukungan melalui program hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana BNPB.

“Kami berharap usulan ini dapat ditindaklanjuti sehingga nantinya memperoleh dukungan anggaran untuk pembangunan jembatan. Ini sangat penting bagi masyarakat karena jembatan tersebut menjadi salah satu akses yang menunjang aktivitas dan mobilitas warga,” katanya.

Syaharuddin menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sidrap terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana, sekaligus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis yang membutuhkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Verifikasi BNPB yang telah turun langsung meninjau kondisi Jembatan Botto di lapangan. Menurutnya, hasil verifikasi tersebut menjadi tahapan penting dalam proses penilaian usulan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Terima kasih kepada Tim BNPB yang telah datang langsung melihat kondisi di lapangan. Mudah-mudahan hasil verifikasi ini dapat menjadi dasar untuk mendukung usulan pembangunan jembatan permanen yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Tim Verifikasi BNPB melakukan peninjauan untuk memastikan kondisi riil infrastruktur yang diusulkan serta menilai kelayakan usulan sebagai bagian dari proses verifikasi program hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap, Patriadi, serta Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Pertanahan, dan Perumahan Rakyat (Biciptapera) Sidrap, Abdul Rasyid.

Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap hasil verifikasi lapangan tersebut menjadi langkah positif menuju terealisasinya pembangunan Jembatan Botto secara permanen, sehingga masyarakat dapat menikmati akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Continue Reading

Trending