Connect with us

UPPKB Datae Sidrap Sabet 3 Penghargaan di Bimtek Penyelengaraan Timbangan Kendaraan Bermotor

Published

on

Kitasulsel, Sidrap – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar pelatihan Bimbingan teknis (Bimtek) penyelengaraan penimbangan kendaraan bermotor yang dihadiri puluhan kepala UPPKB se-Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dimulai 1 februari sampai 3 februari 2023 di Hotel crowne Plaza Bandung, Jawa Barat.

Kepala UPPKB Datae Sidrap, Eliawati, dikonfirmasi melalui WhatsApp, mengatakan bahwa kegiantan tersebut berlangsung dengan diikuti sejumlah peserta.

Menurutnya, dari 82 UPPKB yang aktif di Indonesia, ada 9 UPPKB yang berhak menerima piagam penghargaan sebagai kinerja terbaik di Tahun 2022.

“Salah satu yang ikut terima Piagam penghargaan dari Kementrian Perhubungan Darat yaitu Kepala UPPKB Datae sebagai terbaik ke 3,” ungkapnya, Kamis (02/02/2023).

Selain itu, Eliawati juga menerima penghargaan berupa sertifikat dari Kementerian Perhubungan darat dengan tema Harmonisasi UPPKB untuk Indonesia Zero Odol (Harapan Motifasi niat, semangat dan sinergi).

Sertifikat itu di tandatangani langsung pembina Utama Madiyah (IV/d) Popik Montanasyah dan diserahkan langsung Direktur Jendral Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno,” tandasnya. Ada yang unik kata dia, dari 9 UPPKB yang naik untuk terima penghargaan, UPPKB Datae satu-satunya perwakilan Srikandi. “Hanya kami yang perempuan menerima penghargaan itu,” ungkapnya.(win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending