Connect with us

Didampingi Camat Dan Sekcam Ujung Tanah,Danny Pomanto Melayat Ke Rumah Duka Orang Tua Ketua KNPI Ujung Tanah

Published

on

Kitasulsel-Makassar-Ditengah kesibukannya menjalankan roda pemerintahan dan memantau kondisi makassar pasca banjir,orang namor 1 di kota makassar Danny Pomanto masih meluangkan waktunya untuk melayat kerumah orang tua tokoh muda ujung tanah Muh Syahrir Syarifuddin Rabu 15/02/2023.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Danny Pomanto didampingi oleh Camat ujung tanah Ibrahim Chaidir Said,sekcam ujung tanah Amanda Syahwaldi,koordinator Pakandatto Akil Djamaluddin serta sejumlah tokoh masyarakat ujung tanah.

Danny Pomanto menyampaikan bela sungkawa atas kepergian ibunda dari ketua Tim 99 Yang juga merupakan ketua DPK KNPI Kec Ujung Tanah.

“Iinnalillahi wainna ilahi roajiun,Atas nama pribadi dan pemerintah saya ucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam dalamnya atas kepergian beliau,kematian adalah rahasia Allah yang tidak ada bisa menebaknya,semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisinya dan keluarga yang di tinggalkan bisa dengan ikhlas merelakan kepergian ibunda,ucapnya.

Di kesempatan yang sama walikota makassar 2 periode ini juga memberi semangat buat Muh Syahrir Syarifuddin atau yang akrab di sapa Calli ini untuk tetap kuat dan tegar.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kriminal

Kakak Tikam Adik hingga Tewas di Makassar, Buron 3 Bulan Ditangkap di Samarinda

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Pria bernama Ardi Heriansyah (27) akhirnya ditangkap aparat kepolisian usai menikam adik kandungnya, Ayyub Febriansyah (25), hingga tewas di Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku dibekuk setelah buron hampir tiga bulan.

Penangkapan dilakukan tim Resmob Polda Sulsel bersama jajaran Polsek Bontoala di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (25/2/2026) dini hari.

“Resmob Polda Sulsel bersama Polsek Bontoala melakukan penangkapan pelaku tindak pidana penganiayaan yang menghilangkan nyawa orang lain,” ujar Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, Rabu (25/2/2026).

Dari hasil pemeriksaan, motif pembunuhan dipicu konflik keluarga antara kakak dan adik kandung tersebut. Perselisihan bermula saat korban dituduh membiarkan kamar pelaku dalam kondisi berantakan. Korban yang tersinggung kemudian terlibat perkelahian dengan pelaku.

“Jadi memang antara pelaku dan korban ini adik kakak kandung. Kejadiannya sebetulnya karena sakit hati, ada konflik keluarga,” kata Wawan.

Perkelahian sempat dilerai keluarga. Bahkan, sepekan setelah insiden tersebut, korban mengira persoalan telah selesai.

“Pada saat itu kemudian dilerai oleh keluarganya, hingga satu minggu setelahnya korban berpikiran masalah sudah selesai,” jelasnya.

Namun pelaku ternyata masih menyimpan dendam. Sepekan setelah perkelahian, Ardi mengambil barang-barangnya dari rumah sambil membawa sebilah parang. Ia kemudian mendatangi korban yang tengah makan siang di sebuah warung.

Cekcok kembali terjadi hingga berujung aksi brutal. Pelaku menikam korban sebanyak lima kali.

“Jadi sudah dilakukan perkelahian, kemudian juga ditikam oleh pelaku sebanyak lima tusukan sampai korban meninggal dunia,” tutur Wawan.

Peristiwa berdarah itu terjadi tak jauh dari rumah korban di Jalan Gunung Latimojong, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Senin (1/12/2025) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak bersimbah darah.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat berupaya menyelamatkan diri dari kejaran kakaknya dan bersembunyi di rumah warga. Dalam kondisi luka parah, ia meminta pertolongan.

“Sudah ditusuk, bersimbah darah di sini di belakang pintu. Sempat minta tolong di saya bilang, ‘angkat ka dulu’, minta tolong,” ujar seorang warga, Rafli.

Korban akhirnya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara itu, pelaku kini telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.

Continue Reading

Trending