Connect with us

Diskominfo Makassar Salurkan 260 Paket Makanan untuk Pengungsi Banjir Tamalate

Published

on

Kitasulsel,Makassar—Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar menyalurkan ratusan paket makanan kepada pengungsi korban banjir, pada Kamis (16/02/2023) malam.

Paket makanan diberikan kepada warga yang saat ini mengungsi di Masjid Nurul Muhammad, Jalan Andi Tonro 4, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate.

Sebanyak 260 paket makanan siap saji diberikan untuk santap malam warga. Paket makanan itu diterima langsung oleh Lurah Jongaya, M. Zulkifli Gozali.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto telah memerintahkan seluruh OPD untuk bergerak cepat membantu warga.

“Pembagian 260 paket makanan ini kami serahkan kepada korban banjir. Ini sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang masih bertahan di posko pengungsian,” ungkap Plt Kepala Diskominfo Kota Makassar, Ismawaty Nur.

Sementara itu, Lurah Jongaya, M. Zulkifli Gozali menuturkan jika jumlah warganya yang masih berada di pengungsian saat ini berjumlah 260 jiwa.

“Mereka terdiri atas 58 KK. Ada 20 bayi, 25 balita, 2 lansia, dan 3 ibu hamil. Sisanya orang dewasa,” tutur Zulkifli.

Di sisi lain, Dinas Sosial Kota Makassar juga menyiapkan 1.000 paket makanan melalui pelayanan dapur umum yang berpusat di Jalan Abdullah Daeng Sirua.

Dapur umum ini melayani dua titik ungsian yakni di Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Manggala.

“Untuk kesiapan kami sangat siap. Kita cover semua. Hari ini kita juga dapat bantuan dari Dinas Sosial Pemprov Sulsel sebanyak 500 paket makanan siap saji. Jadi totalnya 1.500 paket untuk sekali makan. Pengungsi dua kali makan, siang dan malam,” jelas Kepala Dinas Sosial, Armin Paera.

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Gempa M 4,7 Guncang Selatan Polewali Mandar

Published

on

Kitasulsel–POLEWALIMANDAR – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Kamis (9/7) pagi. Gempa yang berpusat di laut tersebut turut dirasakan di sejumlah wilayah di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 09.09 WITA. Hasil analisis menunjukkan episenter berada di laut sekitar 50 kilometer di selatan Polewali Mandar dengan kedalaman 13 kilometer.

BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal sehingga guncangannya terasa cukup nyata di sejumlah daerah di sekitar pusat gempa.

Berdasarkan peta tingkat guncangan BMKG, intensitas gempa mencapai III-IV MMI di Kabupaten Majene, Polewali Mandar, hingga Kota Parepare. Pada tingkat intensitas tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, benda-benda ringan bergoyang, dan sebagian masyarakat merasakan guncangan yang cukup kuat.

Sementara itu, guncangan dengan intensitas II-III MMI juga dirasakan warga di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Mamuju, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Gowa, serta Kota Makassar.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Aparat dan instansi terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi di wilayah yang terdampak.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

BMKG juga menegaskan bahwa penyampaian parameter gempa merupakan bagian dari sistem peringatan dini untuk memberikan informasi secara cepat kepada masyarakat. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi masyarakat dalam mengambil langkah antisipatif apabila terjadi aktivitas seismik lanjutan.

Continue Reading

Trending