Connect with us

Memalukan,Aksi Pencurian Warnai Puncak HUT Sidrap Ke 679 di Kantor SKPD

Published

on

KITASULSEL-SIDRAP —  Momentum HUT Sidrap ke 679 diwarnai aksi Pencurian,Hal tersebut terjadi di lokasi kegiatan perayaan HUT Kab Sidrap di kantor gabungan Satuan Perangkat Daerah Kelurahan Arawa, Kecamatan Wattangpulu, Sidrap. (18/2/2023).

Pelaku aksi Pencurian diketahui memiliki KTP Makasar berinisial ASR ,Pelaku melakukan aksi Pencurian Tas milik salah satu salah anggota Marching Band.

Korban atas nama Nanda Nahdatul Auliyah yang juga peserta Marching Band menjelaskan pelaku ini melakukan aksinya saat dirinya tampil di peringatan HUT Sidrap ke 679.

“Namun saat melakukan aksi, untung Anggota Satpol PP berhasil menggagalkan aksi pelaku dan berhasil diringkus serta diamanankan di Pos Jaga Satpol PP untuk diinterogasi,” ucap Nanda.

Nanda menambahkan bahwa isi tas ransel tersebut berupa Laptop, Handphone, STNK dan Dokumen lainnya hampir dibawa lari oleh pelaku tersebut.

Sementara Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar, Usman Demma saat dihubungi melalui via seluler tak merespon karena Handphone tak aktif dan berada diluar jangkauan.

Namun menurut informasi, pelaku dan korban ini sudah didamaikan oleh pihak Anggota Satpol PP. Korban sudah memaafkan pelaku pencurian. (asp).

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending