Connect with us

Waspada! Peringatan Dini Cuaca Buruk Kembali Dikeluarkan Untuk Sulsel

Published

on

Kitasulsel-Makassar—Waspada, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Kota Makassar kembali mengeluarkan peringatan dini untuk cuaca di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kali ini peringatan dini cuaca buruk tersebut akan berlaku mulai Senin 20 Februari hingga berakhir pada Rabu 22 Februari mendatang.

Dalam rilisnya, BMKG meminta waspada terhadap cuaca buruk seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Sementara itu untuk wilayahnya sendiri akan terjadi di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Maros, Pangkajene dan Kepulauan, Barru dan Kota Parepare.

Untuk wilayah Sulsel bagian selatan akan terjadi di wilayah Kabupaten Jeneponto dan Kepulauan Selayar.

Selain itu, BMKG juga meminta masyarakat untuk mewaspadai gelombang tinggi yang diperkirakan bisa mencapai hingga 2,5 meter di perairan Sulawesi Selatan.

Untuk itu, BMKG menghimbau para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana seperti banjir rob, banjir genangan, tanah longsor, angin kencang dan pohon tumbang.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BUMDes Mattappae Sereang Kembangkan Bebek Petelur, Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggenjot perekonomian masyarakat melalui penguatan usaha berbasis desa. Salah satu upaya nyata terlihat dari inovasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mattappae, Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, yang sukses mengembangkan unit usaha bebek petelur dengan omzet jutaan rupiah per bulan.

BUMDes Mattappae memanfaatkan dana desa secara produktif dengan fokus pada sektor ketahanan pangan. Melalui pengelolaan 300 ekor bebek petelur menggunakan sistem kandang kering, unit usaha ini mampu menghasilkan rata-rata 9 rak telur per hari.

Dengan harga jual Rp70 ribu per rak, BUMDes Mattappae mencatatkan pendapatan kotor sekitar Rp630 ribu per hari. Setelah dikurangi biaya operasional, estimasi pendapatan bersih mencapai sekitar Rp300 ribu per hari atau setara dengan omzet Rp9 juta per bulan.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang meninjau langsung unit usaha BUMDes Mattappae di Desa Sereang pada Rabu malam (28/1/2026), menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif tersebut. Menurutnya, pengembangan usaha bebek petelur merupakan contoh konkret penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Usaha seperti ini sangat positif karena mampu menumbuhkan dan menambah pendapatan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin Alrif, yang akrab disapa Bupati SAR, saat berdialog dengan pengelola BUMDes Mattappae, Paida.

Lebih lanjut, Bupati SAR mendorong agar usaha bebek petelur tersebut tidak berhenti pada produksi telur semata, melainkan dikembangkan melalui hilirisasi agar nilai ekonominya semakin meningkat.

“Nilai tambah akan lebih besar jika dilakukan hilirisasi. Misalnya, telur hasil produksi ini dikelola lebih lanjut atau bekerja sama dengan pelaku usaha kue, sehingga menjadi produk olahan,” jelasnya.

Pengembangan BUMDes Mattappae ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa di Sidrap sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional berbasis potensi lokal. (*)

 

Continue Reading

Trending