Connect with us

/www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153
">
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Diskominfo Sulsel Bakal Godok Regulasi Pembatasan Digital Bagi Anak

Published

on

Kitasulsel-Makassar—Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sulawesi Selatan Sukarniaty Kondolele mengatakan perlu adanya regulasi untuk pembatasan digital bagi anak di era sekarang.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan mengingat kasus kriminalitas di Sulawesi Selatan cukup besar melibatkan anak sebagai pelaku.

“Tidak bisa kita pungkiri bahwa salah satu penyebabnya karena digitalisasi,” ujar Sukarniaty pada kegiatan yang digelar Unicef bersama Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Makassar, di Hotel Grand Asia, Senin, 20 Februari 2023.

Ani sapaan akrabnya mengatakan regulasi pembatasan digitalisasi untuk anak di bawah umur segera digodok tahun ini. Nantinya, Diskominfo akan bekerja sama dengan sejumlah dinas terkait seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA).

Menurut Ani, digitalisasi bukan hanya untuk hiburan, namun untuk menunjang aktivitas sekolah atau belajar. Sehingga semua pihak harus mendorong anak-anak untuk menggunakan internet sebagai alat yang penting untuk membantu pendidikan dan meningkatkan pengetahuan.

Sebab, pengaruh digital pada anak-anak dapat memengaruhi kesehatan fisik, emosional, dan psikologis mereka. Olehnya, pemerintah perlu mengambil tindakan untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif teknologi digital dan memastikan bahwa mereka tetap aman dan sehat saat menggunakan teknologi digital.

“Dan yang lebih penting adalah literasi dan edukasi bagaimana menggunakan digital yang aman dan bertanggungjawab. Regulasi ini nantinya dibuat untuk melindungi anak-anak kita,” bebernya.

Selain itu, menurut Ani, peran media juga sangat dibutuhkan untuk memberikan perlindungan bagi anak. Bagaimana menciptakan atmosfir positif melalui tulisan yang bisa menjadi insiprasi bagi anak-anak.

“Media punya kontribusi dalam pembentukan karakter anak melalui pemberitaan. Seperti yang dilakukan AJI Makassar ini, saya sangat mengapresiasi,” ungkapnya.

Media juga diharap meningkatkan ketersediaan konten digital yang bermanfaat dan pendidikan untuk anak-anak. Seperti aplikasi pendidikan, game, dan video edukatif.

Hal ini dapat membantu anak-anak belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif.

Ia menambahkan pendidikan dan pelatihan juga perlu diberikan kepada orang tua dan pengasuh anak untuk membantu mereka memahami risiko dan manfaat penggunaan teknologi digital.

“Yang terpenting adalah harus ada kerjasama dengan industri teknologi untuk memastikan bahwa perusahaan teknologi memberikan fitur keselamatan dan pengaturan kontrol orang tua yang memadai pada perangkat dan platform digital mereka,” ungkapnya.

Ani mengaku sejumlah kebijakan sudah dilakukan Pemprov Sulsel untuk melindungi dan memberdayakan anak. Diantaranya Inovasi PASTI BERAKSI atau Penanganan Anak Tidak Sekolah Berbasis Aksi Kolaborasi.

Pemprov bahkan menerbitkan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan nomor 71 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Percepatan Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah (PPATS),

“Kita di Sulsel merupakan provinsi pertama yang mengembangkan rencana aksi provinsi untuk menindaklanjuti strategi nasional penanganan anak tidak sekolah bersama Unicef,” jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemprov Sulsel itu. (*)

 

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

Warning: Attempt to read property "cat_ID" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Hadiri Penetapan Komcad ASN Sulsel 2026 di Makassar

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Irwan Bachri Syam menghadiri Upacara Penetapan Komponen Cadangan (Komcad) unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Karebosi, Rabu (13/5/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Donny Ermawan Taufanto selaku inspektur upacara.

Program Komponen Cadangan merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan negara dengan melibatkan unsur sipil, termasuk ASN, sebagai bentuk bela negara dan penguatan nasionalisme dalam birokrasi pemerintahan.

Sebanyak 500 peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan mengikuti pelatihan Komcad selama 45 hari, mulai 27 Maret hingga 13 Mei 2026 di Rindam XIV/Hasanuddin.

Dari Kabupaten Luwu Timur, delapan ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut ambil bagian dalam pelatihan tersebut.

Prosesi penetapan diawali dengan pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah, serta pernyataan resmi penetapan Komcad. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan pangkat, pengalungan medali, penyerahan ijazah, dan sertifikat oleh inspektur upacara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Yandri Susanto, Andi Sudirman Sulaiman, Bambang Nawoko, Gabriel Lema, Sri Yanto, serta Rusdi Hartono bersama sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Donny Ermawan Taufanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Komcad atas semangat, disiplin, dan dedikasi selama mengikuti pelatihan.

“Pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang telah saudara curahkan adalah wujud nyata kecintaan dan tanggung jawab Saudara terhadap Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh ASN yang telah ditetapkan sebagai Komponen Cadangan agar terus meningkatkan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ideologi Pancasila.

Selain itu, para peserta diminta membangun kesiapsiagaan terhadap panggilan negara, memperkuat disiplin dan integritas, menjaga kesehatan fisik maupun mental, serta memelihara kehormatan dan soliditas sebagai bagian dari Komponen Cadangan.

“Lebih dari itu, saya berharap Saudara mampu menjadi teladan dalam memperkuat karakter kebangsaan, meningkatkan kinerja, serta menumbuhkan semangat bela negara di lingkungan kerja dan masyarakat,” pungkas Wakil Menteri Pertahanan RI tersebut.

Continue Reading

Trending