Connect with us

/www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153
">
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

LBH Unhas: Tidak Benar Rektor Unhas Tidak Peduli Meninggalnya Virendy

Published

on

Kitasulsel-Makassar-Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Unhas Prof.Dr. Anwar Borahima, SH., MH menyatakan tidak benar jika Rektor Universitas Hasanuddin dinilai tidak peduli atas meninggalnya Virendy –mahasiswa Fakultas Teknik Unhas yang meninggal setelah mengikuti Diksar dan Orientasi Medan.

“Setelah mendengar adanya berita kematian mahasiswa tersebut, saya (Rektor Unhas, red) kemudian memerintahkan secara lisan kepada Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan untuk segera mendatangi Rumah Sakit Grestelina karena pada saat bersamaan ada agenda yang telah dijadwalkan sebelumnya sehingga saya tidak dapat hadir secara langsung,” ungkap Anwar mengutip ucapan Rektor Unhas Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc ketika mendengar kabar meninggalnya mahasiswa tersebut.

Pernyataan Ketua LBH Unhas ini disampaikan terkait munculnya pemberitaan di media online yang mengutip pernyataan orang tua korban bahwa hingga detik ini pihak Unhas secara kelembagaan tidak pernah datang menemui keluarga almarhum untuk menunjukkan itikad baik dan membahas segala hal yang diinginkan pihak keluarga sebagai bentuk pertanggungjawaban Unhas.

Di media yang lain juga yang memberitakan secara sepihak bahwa Rektorat Unhas dan Dekanat Teknik tidak pernah datang sekalipun secara kelembagaan ke pihak keluarga untuk menunjukkan rasa empati dan itikad baik. “Pemberitaan tersebut tidak benar berdasarkan fakta-fakta yang ada,” kata Guru Besar Fak. Hukum Unhas ini sembari memperlihatkan berita Media Sinergi.co, Senin (20/2).

Contoh di media yang lain menyebut jika Virendy tidak mendapat perhatian dari pihak Unhas ketika disemayamkan di RS Grestelina. “Itu juga tidak benar, karena Dekan Teknik juga datang ke rumah sakit Grestelina melihat korban,” sergah Prof Anwar Borahima menunjukkan pemberitaan Salah satu media online Selasa (21/2).

Menurut Ketua LBH Unhas ini, Setibanya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan di RS Grestelina pada sekitar pukul 09:30 WITA, ternyata Dekan Fakultas Teknik bersama dengan Wakil Dekan 1 dan Wakil Dekan 2 sudah tiba terlebih dahulu di RS Grestelina bersama dengan Manajer Kemahasiswaan dan Ketua Departemen Arsitektur pada sekitar pukul 08:30 WITA.

Pada saat akan dikebumikan, menurut Prof Anwar, Dekan Fakultas Teknik memperoleh informasi dari pengurus MAPALA 09 Fakultas Teknik bahwa penguburan akan dilaksanakan pada hari itu dan diminta perwakilan Universitas Hasanuddin untuk memberikan sambutan pelepasan jenazah. “Setelah mendapatkan informasi tersebut, Dekan Fakultas Teknik segera menyampaikan kepada Rektor dan Rektor Unhas kemudian menyampaikan kepada Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan untuk menghadiri acara pemakaman tetapi Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan telah mempunyai agenda di Kabupaten Sidrap, sehingga diwakilkan ke Direktur Kemahasiswaan dan Penyiapan Karier Abdullah Sanusi, MBA, PhD.” Paparnya. Saat itu, hadir juga dalam acara pelepasan jenasah Dekan Fakultas Teknis Unhas, Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 3, Sekretaris Departemen Arsitektur, Manajer Kemahasiswaan, dan Kasubdit Penyiapan Karier.

Sebagai tanda turut berduka cita, Rektor dan Dekan Fakultas Teknik Unhas masing-masing telah mengirimkan karangan bunga duka cita. “Setelah acara penguburan jenazah, Direktur Kemahasiswaan juga mengirimkan konsumsi karena mengetahui kemungkinan akan dilaksanakan acara khusus bagi keluarga yang berduka,” ungkap Prof. Anwar.
Karena itu, Ketua LBH Unhas ini menilai, tudingan bahwa Unhas secara kelembagaan tidak pernah datang dan tidak peduli adalah tidak benar.

Sehingga perlu dipertanyakan apa sesungguhnya yang dimaksud oleh pihak keluarga korban dan kuasa hukum yang menyatakan Unhas tidak datang secara kelembagaan, kecuali jika mereka mengganggap bahwa Unhas secara kelembagaan hanyalah Rektor. Menjadi berlebihan dan hampir tidak mungkin jika setiap peristiwa atau kegiatan haruslah dihadiri secara langsung oleh Rektor dan tidak boleh diwakili. (*)

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

Warning: Attempt to read property "cat_ID" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Lepas 200 Perawat PPNI Ikuti International Nurses Day 2026 di Tana Toraja

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, secara resmi melepas kontingen Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Luwu Timur untuk mengikuti rangkaian kegiatan International Nurses Day 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Tana Toraja.

Prosesi pelepasan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis (21/05/2026), dan dihadiri jajaran pengurus PPNI, tenaga kesehatan, serta sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Sebanyak 200 perawat asal Luwu Timur akan ambil bagian dalam berbagai agenda International Nurses Day 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Mei 2026 di Tana Toraja.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Bachri Syam memberikan motivasi dan pesan khusus kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik daerah selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Jaga nama baik Luwu Timur, tolong jangan ada yang di luar dari komando, tetap bersama-sama dan ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar bisa mendapatkan juara umum,” pesan Irwan di hadapan para peserta.

Ia juga berharap kontingen PPNI Luwu Timur mampu menunjukkan kekompakan, kedisiplinan, serta profesionalisme sebagai tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.

Menurut Irwan, keikutsertaan dalam kegiatan berskala internasional tersebut bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antarperawat, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

“Kegiatan seperti ini penting untuk membangun solidaritas, meningkatkan pengalaman, sekaligus memperkuat semangat pengabdian para tenaga kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta kontingen DPD PPNI Luwu Timur, Olla, mengaku bangga dapat mewakili daerah dalam peringatan International Nurses Day 2026.

Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para perawat untuk menambah wawasan, memperluas jaringan, serta mempererat hubungan antar tenaga kesehatan dari berbagai daerah.

“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga mempererat solidaritas sesama perawat,” kata Olla.

International Nurses Day sendiri merupakan momentum tahunan yang diperingati untuk menghargai dedikasi dan kontribusi para perawat dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, kontingen PPNI Luwu Timur diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik serta mengharumkan nama daerah selama pelaksanaan kegiatan di Tana Toraja.

Continue Reading

Trending