Connect with us

LBH Unhas: Tidak Benar Rektor Unhas Tidak Peduli Meninggalnya Virendy

Published

on

Kitasulsel-Makassar-Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Unhas Prof.Dr. Anwar Borahima, SH., MH menyatakan tidak benar jika Rektor Universitas Hasanuddin dinilai tidak peduli atas meninggalnya Virendy –mahasiswa Fakultas Teknik Unhas yang meninggal setelah mengikuti Diksar dan Orientasi Medan.

“Setelah mendengar adanya berita kematian mahasiswa tersebut, saya (Rektor Unhas, red) kemudian memerintahkan secara lisan kepada Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan untuk segera mendatangi Rumah Sakit Grestelina karena pada saat bersamaan ada agenda yang telah dijadwalkan sebelumnya sehingga saya tidak dapat hadir secara langsung,” ungkap Anwar mengutip ucapan Rektor Unhas Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc ketika mendengar kabar meninggalnya mahasiswa tersebut.

Pernyataan Ketua LBH Unhas ini disampaikan terkait munculnya pemberitaan di media online yang mengutip pernyataan orang tua korban bahwa hingga detik ini pihak Unhas secara kelembagaan tidak pernah datang menemui keluarga almarhum untuk menunjukkan itikad baik dan membahas segala hal yang diinginkan pihak keluarga sebagai bentuk pertanggungjawaban Unhas.

Di media yang lain juga yang memberitakan secara sepihak bahwa Rektorat Unhas dan Dekanat Teknik tidak pernah datang sekalipun secara kelembagaan ke pihak keluarga untuk menunjukkan rasa empati dan itikad baik. “Pemberitaan tersebut tidak benar berdasarkan fakta-fakta yang ada,” kata Guru Besar Fak. Hukum Unhas ini sembari memperlihatkan berita Media Sinergi.co, Senin (20/2).

Contoh di media yang lain menyebut jika Virendy tidak mendapat perhatian dari pihak Unhas ketika disemayamkan di RS Grestelina. “Itu juga tidak benar, karena Dekan Teknik juga datang ke rumah sakit Grestelina melihat korban,” sergah Prof Anwar Borahima menunjukkan pemberitaan Salah satu media online Selasa (21/2).

Menurut Ketua LBH Unhas ini, Setibanya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan di RS Grestelina pada sekitar pukul 09:30 WITA, ternyata Dekan Fakultas Teknik bersama dengan Wakil Dekan 1 dan Wakil Dekan 2 sudah tiba terlebih dahulu di RS Grestelina bersama dengan Manajer Kemahasiswaan dan Ketua Departemen Arsitektur pada sekitar pukul 08:30 WITA.

Pada saat akan dikebumikan, menurut Prof Anwar, Dekan Fakultas Teknik memperoleh informasi dari pengurus MAPALA 09 Fakultas Teknik bahwa penguburan akan dilaksanakan pada hari itu dan diminta perwakilan Universitas Hasanuddin untuk memberikan sambutan pelepasan jenazah. “Setelah mendapatkan informasi tersebut, Dekan Fakultas Teknik segera menyampaikan kepada Rektor dan Rektor Unhas kemudian menyampaikan kepada Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan untuk menghadiri acara pemakaman tetapi Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan telah mempunyai agenda di Kabupaten Sidrap, sehingga diwakilkan ke Direktur Kemahasiswaan dan Penyiapan Karier Abdullah Sanusi, MBA, PhD.” Paparnya. Saat itu, hadir juga dalam acara pelepasan jenasah Dekan Fakultas Teknis Unhas, Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 3, Sekretaris Departemen Arsitektur, Manajer Kemahasiswaan, dan Kasubdit Penyiapan Karier.

Sebagai tanda turut berduka cita, Rektor dan Dekan Fakultas Teknik Unhas masing-masing telah mengirimkan karangan bunga duka cita. “Setelah acara penguburan jenazah, Direktur Kemahasiswaan juga mengirimkan konsumsi karena mengetahui kemungkinan akan dilaksanakan acara khusus bagi keluarga yang berduka,” ungkap Prof. Anwar.
Karena itu, Ketua LBH Unhas ini menilai, tudingan bahwa Unhas secara kelembagaan tidak pernah datang dan tidak peduli adalah tidak benar.

Sehingga perlu dipertanyakan apa sesungguhnya yang dimaksud oleh pihak keluarga korban dan kuasa hukum yang menyatakan Unhas tidak datang secara kelembagaan, kecuali jika mereka mengganggap bahwa Unhas secara kelembagaan hanyalah Rektor. Menjadi berlebihan dan hampir tidak mungkin jika setiap peristiwa atau kegiatan haruslah dihadiri secara langsung oleh Rektor dan tidak boleh diwakili. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Makassar Bergemuruh Sambut Jokowi Jelang Penutupan Rakernas PSI

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), tiba di Kota Makassar pada Sabtu, 30 Januari 2029, melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Kedatangan Jokowi disambut antusias oleh masyarakat dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang telah menanti sejak siang hari.

Jokowi tampak mengenakan kemeja batik bermotif cokelat-putih dipadu topi putih, memberi kesan santai namun tetap semi-formal. Kehadirannya di Makassar dalam rangka menghadiri dan memberikan arahan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI, yang dijadwalkan berlangsung Sabtu, 31 Januari.

Setibanya di bandara, Jokowi disambut langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, bersama jajaran elit Dewan Pimpinan Pusat PSI. Tampak hadir di antaranya Ketua Harian PSI Ahmad Ali, Wakil Ketua Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni, Rusdi Masse, serta sejumlah pengurus PSI.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak di area gerbang bandara hingga sepanjang jalur yang dilalui rombongan. Warga dan pendukung berjejer di pinggir jalan sambil meneriakkan yel-yel “Jokowi! Jokowi!”. Sejumlah simpatisan tampak membawa bendera PSI, mengenakan atribut partai, serta ratusan kendaraan yang dihiasi stiker PSI.

Rombongan kemudian bergerak menuju Hotel Claro Makassar. Di lokasi ini, Jokowi kembali mendapat sambutan hangat dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, bersama Ketua DPW PSI Sulsel Muammar Gandi Rusdi. Ribuan kader PSI dari berbagai daerah di Indonesia menyambut dengan yel-yel serentak, “Selamat datang, Bapak Jokowi.”

Usai penyambutan, Jokowi langsung menuju ruang istirahat untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti rangkaian kegiatan Rakernas PSI.

Kehadiran Jokowi menjadi salah satu momen paling dinanti dalam agenda nasional PSI di Makassar, sekaligus menegaskan pentingnya Rakernas ini bagi konsolidasi dan arah politik partai ke depan.

Continue Reading

Trending