Connect with us

Raih Penghargaan DJP Sulselbartra, Brand SPJM Makin Positif

Published

on

Kitasulsel-Makassar-Penghargaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Kanwil DJP Sulselbartra) kepada Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) memberikan dampak positif pada reputasi perusahaan dan juga mitra.

Direktur Keuangan PT Pelindo Jasa Maritim, Choirul Anwar mengatakan, penghargaan yang diberikan pada SPJM pada kegiatan Tax Gathering 2023 Kanwil DJP Sulselbartra ini tentu menjadi reputasi positif bagi perusahaan.

Dia mengatakan, SPJM masuk salah satu dari 10 perusahaan yang mendapat penghargaan dari Kanwil DJP Sulselbartra sebagai pembayar pajak yang baik dari kategori badan usaha.

“Jadi yang masuk itu ada perusahaan swasta, ada BUMD dan anak dari BUMN, salah satunya SPJM,” kata Choirul.

Karena itu, lanjut dia, dengan adanya penghargaan tersebut dapat memengaruhi reputasi perusahaan. Apalagi juga ada sejumlah vendor di sini yang juga membayar pajak, termasuk pembayaran pajak individu-individu yang bekerja di SPJM turut berkonstribusi dalam pembayaran pajak.

“Pembayaran pajak itu sebagai salah satu pemasukan negara dan menjadi triger juga bagi perusahaan yang mendapat penghargaan,” katanya.

Termasuk menjadi reputasi positif bagi perusahaan dan akan menjadi citra yang baik bagi para mitra, meskipun keberadaan SPJM baru setahun lebih.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJP Sulselbartra Arridel Mindra menyampaikan apresiasinya kepada 150 pembayar pajak terbesar, khususnya 10 terbaik pembayar pajak yang satu di antaranya adalah SPJM.

Dia menuturkan, dengan pembayaran para wajib pajak tersebut telah berkonstribusi dalam penerimaan Kanwil DJP Sulselbartra pada 2022 sebesar Rp5,3 triliun atau mencapai 124,67 persen.

 

Tentang Pelindo Jasa Maritim
PT Pelindo Jasa Maritim atau yang disingkat dengan SPJM merupakan subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang dibentuk pada 1 Oktober 2021 pasca integrasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero). PT Pelindo Jasa Maritim memiliki bisnis dan pengalaman di bidang jasa layanan marine (Marine), peralatan pelabuhan (Equipments), dan jasa kepelabuhanan (port utilites), disingkat MEPS. Layanan marine berupa pemanduan dan penundaan kapal, penyediaan air, pengelolaan sampah. Layanan peralatan berupa penyediaan peralatan pelabuhan, pemeliharaan (maintenance), dan kerja sama peralatan. Layanan utilitas berupa pemeliharaan alur pelayaran, pengerukan, dan penyediaan sumber energi listrik bagi kapal yang bersandar dan fasilitas di pelabuhan.
Wilayah operasional PJM mencakup seluruh Nusantara yang terbentang dari Malahayati hingga Merauke. SPJM juga terbuka untuk kerja sama dan dukungan layanan baik untuk domestik maupun luar negeri.
SPJM mengelola 6 anak perusahaan yaitu PT Jasa Armada Indonesia Tbk., PT Pelindo Marine Service, PT Equiport Inti Indonesia, PT Jasa Peralatan Pelabuhan, PT Energi Pelabuhan Indonesia, dan PT Pengerukan Indonesia. Selain itu juga mengoperasikan 2 cabang, yaitu Cabang Batam, dan Sentral Business Unit Pelayanan Kapal (SBU Pelkap), serta 3 cucu perusahaan yaitu PT Alur Pelayaran Barat Surabaya, PT Berkah Multi Cargo, dan PT Pelindo Logistic.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Luwu Timur Edukasi Generasi Muda Terapkan Budaya 3R untuk Wujudkan Sekolah Bersih dan Ramah Lingkungan

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini melalui kegiatan edukasi bertajuk “Generasi Peduli Lingkungan Wujudkan Sekolah Bersih dan Berbudaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle)” yang digelar di Aula Media Center Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP), Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur bekerja sama dengan Save the Children (STC) tersebut merupakan bagian dari Program Healthier Smiles yang bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar.

Acara berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, mewakili Bupati Luwu Timur.

Dalam sambutannya, Aini Endis Anrika mengapresiasi sinergi antara DLH dan Save the Children dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Budaya 3R harus menjadi kebiasaan yang ditanamkan sejak usia sekolah. Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.

Aini menegaskan, persoalan sampah saat ini menjadi tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, edukasi mengenai pengurangan sampah, penggunaan kembali barang yang masih layak pakai, serta pengolahan sampah melalui daur ulang perlu terus diperkuat, khususnya di lingkungan sekolah.

“Pendidikan lingkungan sejak dini merupakan investasi penting untuk menciptakan generasi yang lebih sadar akan pentingnya menjaga bumi dan lingkungan hidup,” tambahnya.

Sementara itu, District Coordinator Save the Children (STC), Rina Zulwiyati, berharap kegiatan edukasi tersebut menjadi langkah awal bagi sekolah-sekolah di Luwu Timur dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Melalui webinar ini, kami berharap sekolah-sekolah di Luwu Timur dapat mengimplementasikan budaya 3R dengan mulai memilah sampah-sampah yang ada di sekolah serta membentuk bank sampah sekolah sebagai sarana edukasi sekaligus pengelolaan sampah yang bernilai,” kata Rina.

Menurutnya, keterlibatan aktif sekolah dalam pengelolaan sampah tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan sehat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) sebagai solusi nyata dalam mengurangi timbulan sampah serta menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, peserta diajak untuk membiasakan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), tim pelaksana Save the Children dan Celosia, serta perwakilan Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Luwu Timur.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap budaya 3R dapat semakin membudaya di lingkungan pendidikan dan menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan.

Continue Reading

Trending