Connect with us

BPD HIPMI Sulsel Dukung Diklatcab Saro Mase Parepare

Published

on

Kitasulsel, Parepare,- Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab) Kota Parepare diagendakan pada tanggal 2 – 3 Maret 2023 di Hotel Kenari dengan tema Saro Mase.

Saro, biasanya populer berarti keuntungan/keberuntungan dan pada dimensi lainnya biasa bermakna ‘ketulusan’. Mase, kita mengenalnya lebih dekat dengan arti kasih/sayang dan juga di sisi yang lainnya bisa bermakna ‘keikhlasan’.

“Saro Mase, menjadi tema Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab) BPC HIPMI Parepare tahun 2023 selain sebagai pengingat bahwa rezeki bukan sama sekali hanya soal materi sahaja namun juga hubungan baik antar manusia,” terang Darmawan selaku Ketua OC Diklatcab BPC HIPMI Parepare.

Pelaksanaan Diklatcab 2023 di Parepare juga mendapatkan respon baik dan dukungan dari BPD HIPMI Sulawesi Selatan, melalui Ketua Umum Andi Rahmat Manggabarani yang diungkapkan saat audiens bersama.

“Bila tiada aral melintang Ketum BPD HIPMI Sulsel beserta jajaran akan menghadiri pembukaan Diklatcab di Parepare, Tum RMB merespon baik dan mendukung untuk pelaksanaan dan penguatan kaderisasi wirausaha di daerah,” ungkap Syamsul Rijal Madani, Ketua Umum BPC HIPMI Parepare yang juga Owner Kaos Ta’.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BUMDes Mattappae Sereang Kembangkan Bebek Petelur, Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggenjot perekonomian masyarakat melalui penguatan usaha berbasis desa. Salah satu upaya nyata terlihat dari inovasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mattappae, Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, yang sukses mengembangkan unit usaha bebek petelur dengan omzet jutaan rupiah per bulan.

BUMDes Mattappae memanfaatkan dana desa secara produktif dengan fokus pada sektor ketahanan pangan. Melalui pengelolaan 300 ekor bebek petelur menggunakan sistem kandang kering, unit usaha ini mampu menghasilkan rata-rata 9 rak telur per hari.

Dengan harga jual Rp70 ribu per rak, BUMDes Mattappae mencatatkan pendapatan kotor sekitar Rp630 ribu per hari. Setelah dikurangi biaya operasional, estimasi pendapatan bersih mencapai sekitar Rp300 ribu per hari atau setara dengan omzet Rp9 juta per bulan.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang meninjau langsung unit usaha BUMDes Mattappae di Desa Sereang pada Rabu malam (28/1/2026), menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif tersebut. Menurutnya, pengembangan usaha bebek petelur merupakan contoh konkret penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Usaha seperti ini sangat positif karena mampu menumbuhkan dan menambah pendapatan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin Alrif, yang akrab disapa Bupati SAR, saat berdialog dengan pengelola BUMDes Mattappae, Paida.

Lebih lanjut, Bupati SAR mendorong agar usaha bebek petelur tersebut tidak berhenti pada produksi telur semata, melainkan dikembangkan melalui hilirisasi agar nilai ekonominya semakin meningkat.

“Nilai tambah akan lebih besar jika dilakukan hilirisasi. Misalnya, telur hasil produksi ini dikelola lebih lanjut atau bekerja sama dengan pelaku usaha kue, sehingga menjadi produk olahan,” jelasnya.

Pengembangan BUMDes Mattappae ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa di Sidrap sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional berbasis potensi lokal. (*)

 

Continue Reading

Trending