Connect with us

Teknik Arsitektur UINAM Gelar Sosialisasi dan Place Making di MAN 1 Enrekang

Published

on

Kitasulsel, Enrekang — Jurusan Teknik Arsitektur FST UIN Alauddin Makassar berkunjung ke Kabupaten Enrekang, Rabu 22 Februari 2023. Mereka disambut langsung oleh Bupati Enrekang Muslimin Bando di Rujab Bupati, Rabu 22 Februari 2023.

Kehadiran jajaran Teknik Arsitektur UINAM, masih dalam rangka HUT ke-63 Kabupaten Enrekang. Mereka menggelar sosialisasi, sekaligus Place Making Redesain Kawasan MAN 1 Enrekang.

“Kami bersama sejumlah dosen Teknik Arsitektur bersilaturahmi dengan bupati, kemudian memenuhi undangan dari MAN Enrekang dalam rangka sosialisasi dan place making,” kata Ketua Jurusan Arsitektur FST UINAM, Zulkarnain AS.

Dalam sosialisasi di MAN, mereka menampilkan karya-karya mahasiswa Teknik Arsitektur UINAM yang juga alumni MAN. Diantaranya Imam dan Zahirah yang merupakan alumni terbaik UIN. Selanjutnya juga ada penyerahan cinderamata dan penyerahan buku ‘Jejak Arsitektur Rumah Duri’ kepada sekolah.

Pada tahapan Place Making dan Redesain, mereka menemukan dan memberi sejumlah advice kepada MAN terkait penataan dan aristektur madrasah ini. Mulai dari penataan lahan parkir, kontur jalan, gazebo, kantin dan pemanfaatan ruang terbuka.

Kepala MAN 1 Enrekang H. Ambo Tuwo M.Ag yang diwakili guru, mengatakan pihaknya sengaja mengundang dan meminta Jurusan Teknik Arsitektur FST UINAM memberikan saran profesional pada madrasah yang ia pimpin. Semua ini masih dalam rangkaian HUT ke-63 Enrekang. Juga sebagai bentuk sinergitas antara UINAM dengan sesama institusi pendidikan dibawah naungan Kemenag.

“Kami sangat bersyukur dengan kedatangan dari tim dari UIN ini. Kami juga tidak menduga ada alumni kami yang berprestasi di UIN. Ini menjadi motivasi kepada adik-adiknya di MAN 1 ini. Alhamdulillah banyak yang tertarik melanjutkan kuliah di UIN nanti,” katanya.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Launching Program Pejuang Subuh di Momentum MTQ, Perkuat Gerakan Moral dan Spiritual Masyarakat

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Wakil Bupati Puspawati Husler, secara resmi melaunching Program Pejuang Subuh pada momentum pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang berlangsung khidmat dan penuh keberkahan.

Launching program tersebut digelar di Lapangan Batara Guru, Kecamatan Tomoni Timur, Minggu (08/02/2026), dan disaksikan langsung oleh Ketua TP PKK Luwu Timur Ani Nurbani Irwan, Sekretaris Daerah Lutim Ramadhan Pirade, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, para Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD, serta seluruh kafilah MTQ se-Kabupaten Luwu Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa Program Pejuang Subuh merupakan gerakan membangun karakter dan moral generasi muda melalui pembiasaan salat Subuh berjamaah, sekaligus menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Menurutnya, program ini hadir sebagai gerakan moral dan spiritual di tengah masyarakat dengan ajakan yang sederhana, namun memiliki dampak besar bagi kehidupan sosial dan keagamaan.

“Ketika Subuh berjamaah menjadi kebiasaan, maka disiplin akan tumbuh, kebersamaan akan terjalin, dan keberkahan akan turun di tengah kehidupan kita,” ungkap Bupati Irwan.

Orang nomor satu di Luwu Timur tersebut menambahkan, dari Subuh yang terjaga akan lahir hari-hari penuh keberkahan, dan dari masjid yang hidup di waktu Subuh akan terwujud daerah yang kuat, religius, dan diberkahi.

“Inilah langkah kecil dengan dampak besar untuk mewujudkan masyarakat yang beriman serta daerah yang Juara, yakni maju dan sejahtera,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Irwan juga mengumumkan pemenang defile kafilah peserta MTQ tingkat Kabupaten Luwu Timur, dengan hasil sebagai berikut:

  • Juara I: Kafilah Kecamatan Tomoni
  • Juara II: Kafilah Kecamatan Wasuponda
  • Juara III: Kafilah Kecamatan Towuti
  • Kafilah Terfavorit: Kecamatan Tomoni Timur

Launching Program Pejuang Subuh ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam membangun daerah tidak hanya dari sisi fisik dan ekonomi, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai keimanan, spiritualitas, dan karakter masyarakat.

Continue Reading

Trending