Connect with us

Indira Yusuf Ismail Kukuhkan Pengurus Antar Waktu TP PKK Kota Makassar

Published

on

Kitasulsel-Makassar-Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail mengukuhkan jajaran pengurus antar waktu TP PKK Kota Makassar. Pengukuhan dilangsungkan bersamaan dengan pelaksanaan rapat kerja TP PKK Kota Makassar, di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, Jumat (24/2/2022).

Dengan dikukuhkannya pengurus antar waktu ini, Indira berharap kegiatan TP PKK Kota Makassar akan semakin baik ke depannya.

“Selamat kepada yang telah diberi surat tugas. Selamat bertugas di PKK. Rotasi ini adalah hal yang biasa. Harapan saya, dengan adanya personil baru bisa menjadikan PKK Makassar makin besar dan makin kompak,” ucapnya.

Indira mengemukakan, PKK merupakan salah satu ujung tombak yang membantu program pemerintah kota agar berjalan maksimal. Sehingga, PKK harus menjadi tim yang solid untuk terjun ke masyarakat.

“Semua pengurus dan mohon kerja sama yang baik. Kita harapkan tim bisa jadi motivator, bisa mengedukasi masyarakat supaya kehidupan masyarakat lebih baik ke depannya,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Iin Yusuf Majid menyebutkan jika total pengurus TP PKK Kota Makassar saat ini berjumlah 72 orang.

Porsi kepengurusan pun tidak lagi didominasi oleh perempuan melainkan juga laki-laki. Sebab pada dasarnya, pelaksana gerakan PKK adalah tenaga sukarela laki-laki maupun perempuan yang melaksanakan tugas dan fungsinya dalam pemberdayaan masyarakat dan keluarga.

“PKK pusat saja 60 persennya itu adalah laki-laki. Mudah-mudahan ini menjadi langkah yang baik untuk membuat program kita juga berjalan baik dan efektif,” jelasnya.

Adapun salah satu pengurus laki-laki yang dikukuhkan adalah Ketua Forum Kemanusiaan Kota Makassar, Dokter Udin Malik. Dia dikukuhkan sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 2, yang membidangi pendidikan serta pemberdayaan ekonomi keluarga.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Luwu Timur Mulai Program “Puspaga Go To School”, Ciptakan Sekolah Ramah Anak

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) resmi memulai program “Puspaga Go To School” sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Program tersebut dilaksanakan oleh Bidang Kesetaraan Gender dan Perlindungan Perempuan dan Anak bersama Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), dengan menyasar sebanyak 30 sekolah yang terdiri atas 10 Sekolah Dasar (SD), 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 10 Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh wilayah Kabupaten Luwu Timur.

Pada hari pertama pelaksanaan, sosialisasi digelar di SD 146 Maleku dan SD 147 Wonorejo. Selanjutnya, kegiatan hari kedua berlangsung di SD 210 Maliwowo dan SD 211 Tawakua pada Selasa (26/05/2026).

Kepala Dinsos P3A Luwu Timur, Masdin, yang hadir membuka kegiatan menegaskan pentingnya menghadirkan sekolah sebagai ruang aman dan nyaman bagi seluruh anak.

“Sekolah harus menjadi tempat kedua setelah rumah yang mendukung tumbuh kembang anak. Tidak boleh ada kekerasan, perundungan, maupun diskriminasi,” tegas Masdin.

Ia menambahkan, melalui program tersebut diharapkan para siswa dapat memahami hak-haknya sebagai anak serta memiliki keberanian untuk melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang membuat mereka merasa tidak aman.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Perlindungan Perempuan dan Anak, Ramlah Muhammad Djono, menjelaskan bahwa materi sosialisasi disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing peserta.

“Untuk tingkat SD, fokus diberikan pada pengenalan hak anak, etika pertemanan, serta cara melapor jika mengalami kekerasan. Metode yang digunakan bersifat interaktif, seperti diskusi, simulasi, dan sesi konsultasi singkat,” jelas Ramlah.

Program “Puspaga Go To School” mendapat respons positif dari pihak sekolah karena dinilai mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai perlindungan anak sekaligus memperkuat peran guru dalam mendeteksi potensi kekerasan sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Continue Reading

Trending