Connect with us

Gubernur Andi Sudirman Hadiri 63 Tahun Kabupaten Enrekang

Published

on

Kitasulsel—ENREKANG—Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman berkomitmen mendorong pembangunan di Kabupaten Enrekang.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulsel pada 63 Tahun Kabupaten Enrekang di Lapangan Abu Bakar Lambogo, Sabtu 25 Februari 2023.

Salah satunya menangani jalan pada ruas Paleteang – Malaga – Kabere. Ruas ini menjadi perhatian Gubernur Sulsel, mengingat termasuk kategori LHR tinggi dan rusak berat.

“Pemprov Sulsel juga menangani ruas Paleteang – Malaga – Kabere yang sering menjadi keluhan masyarakat. Sehingga dapat memangkas jarak tempuh jika ingin ke arah Toraja. Insya Allah, akan segera rampung,” ungkapnya.

Selain itu, Enrekang juga menjadi salah satu fokus untuk sejumlah program. Diantaranya menghadirkan fasilitas arsinum di Desa Patongloan, Kecamatan Baroko; mandiri benih; dan sebagainya.

“Tahun ini, akan disalurkan bantuan mandiri benih padi sebanyak 50 ribu kg untuk 2 ribu hektar lahan pertanian. Semoga dapat bermanfaat untuk petani,” tuturnya.

Gubernur Andi Sudirman pun kembali mengalokasikan bantuan keuangan TA 2023 untuk Enrekang senilai Rp 12 Miliar. Dimana bantuan keuangan ini meningkat, jika dibandingkan tahun 2022 lalu senilai Rp 8 Miliar.

“Alhamdulillah, Rp 12 Miliar bantuan keuangan Pemprov Sulsel TA 2023 yang kita serahkan kepada Kabupaten Enrekang. Semoga segera direalisasikan segera,” ujarnya.

Bantuan keuangan itu untuk lanjutan pembangunan objek wisata  ‘Emas Andalan 360°; pembangunan jalan prioritas Kabupaten; dan subsidi Trans Andalan Sulsel.

“Kita mendorong pengembangan wisata di Enrekang. Termasuk hadirnya kawasan wisata Emas Andalan 360° yang telah kita resmikan. Di sana, bisa melihat pemandangan pegunungan disekitar,” pungkasnya.

“62 tahun Bumi Massenrempulu, kita berharap sinergi antara Pemprov Sulsel dan Pemkab Enrekang dalam mewujudkan Kabupaten Enrekang yang inovatif, kreatif, produktif, profesional, dan dinamis menuju Enrekang yang lebih baik,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulsel meresmikan objek wisata  ‘Emas Andalan 360°’ yang merupakan bagian dari bantuan keuangan Pemprov Sulsel TA 2022. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Menag: Indonesia Berpeluang Jadi Epicentrum Baru Peradaban Modern Dunia Islam

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi epicentrum baru peradaban modern dunia Islam. Optimisme tersebut didasarkan pada berbagai keunggulan domestik yang dinilai mampu menopang lahirnya pusat peradaban baru di tengah dinamika geopolitik global.

Pernyataan itu disampaikan Menag saat sesi konferensi pers usai pembukaan Seminar Nasional Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN), Selasa (14/7/2026).

Menurut Nasaruddin Umar, salah satu faktor utama yang menjadi modal Indonesia adalah ketahanan makroekonomi yang tetap kuat di tengah berbagai tantangan global. Ia menilai stabilitas ekonomi nasional menjadi fondasi penting bagi lahirnya pemikiran dan peradaban yang maju.

“Maka itu banyak sekali ekspektasi ke depan ini membayangkan Indonesia itu akan menjadi kekuatan baru munculnya peradaban baru, bukan lagi di Timur Tengah tetapi ini akan pindah ke Indonesia yang akan datang. Pemikiran yang tenang itu hanya akan bisa lahir di dalam negara yang tenang, yang stabilitas ekonominya kuat,” ujar Menag.

Ia menjelaskan, ketika sejumlah kawasan di Timur Tengah masih dihadapkan pada konflik berkepanjangan, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 5 persen dengan tingkat inflasi yang rendah dan terkendali.

Selain faktor ekonomi, Menag menilai Indonesia memiliki sejumlah keunggulan lain, seperti karakter umat Islam yang moderat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, stabilitas politik nasional yang kondusif, serta bonus demografi yang menjadi modal besar dalam pembangunan.

Untuk mewujudkan peluang tersebut, Nasaruddin Umar menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Ia mengajak para alumni PTKIN memiliki wawasan geopolitik yang luas serta mampu menguasai ilmu pengetahuan modern tanpa meninggalkan khazanah keislaman.

“Kita sebagai alumni UIN harus punya kesadaran geopolitik yang tinggi juga. Kita jangan hanya mahir membaca kitab kuning, tetapi kitab putih juga. Tidak compatible sebagai alumni UIN kalau kita tidak menguasai situasi regional dan nasional kita,” tegasnya saat menjadi keynote speaker seminar.

Lebih lanjut, Menag mendorong lembaga pendidikan keagamaan di bawah Kementerian Agama untuk melahirkan lebih banyak inovator, ilmuwan, dan peneliti yang mampu menghasilkan berbagai temuan baru.

Menurutnya, kejayaan peradaban Islam pada masa lalu lahir dari perpaduan antara semangat menuntut ilmu (iqra’) dan nilai-nilai ketuhanan (bismi rabbik), sebagaimana terjadi pada era The Golden Age of Islam.

“Kalau Indonesia ingin menjadi epicentrum peradaban dunia modern, maka tidak ada cara lain kita harus melahirkan seribu BJ Habibie di Indonesia. Selama ini kita hanya melahirkan ahli bismillahirrahmanirrahim, padahal Nabi dan abad ke-6 sampai ke-13 itu yang lahir pada waktu itu adalah generasi iqra’,” pungkas Nasaruddin Umar.

Melalui penguatan kualitas pendidikan, riset, inovasi, serta pemanfaatan bonus demografi, Menag optimistis Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat lahirnya peradaban modern dunia Islam yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan peradaban global.

Continue Reading

Trending