Pemprov Tangani Ruas Kabere, Warga Cendana : Bertahun-Tahun Rusak, Terima Kasih Perbaikan Jalannya Pak Gubernur Andi Sudirman
Kitasulsel—ENREKANG-Masyarakat Enrekang merasa senang dengan progres yang baik pada preservasi jalan dan pembangunan jembatan pada ruas Paleteang – Malaga – Kabere di Kabupaten Enrekang.
Diketahui, saat ini progres pengerjaan jalan sepanjang 2,35 km di ruas Paleteang – Malaga – Kabere. Ruas ini menjadi salah satu prioritas Gubernur Andi Sudirman pada segmen yang rusak berat.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman melakukan kunjungan lapangan sekaligus meninjau progres preservasi jalan dan pembangunan jembatan pada ruas Paleteang – Malaga – Kabere di Kabupaten Enrekang di Desa Taulan, Kecamatan Cendana, Sabtu (25/2/2023).
Ibu Irawati salah seorang warga Desa Taulan, Kecamatan Cendana menyatakan bersyukur karena jalan yang bertahun-tahun kondisinya rusak dan berlubang kini dapat dilalui kendaraan dengan lancar.
“Sudah bertahun tahun, sudah lama sekali jalan ini rusak dan baru kali ini dikerjakan, terima kasih atas perbaikan jalan ini, terima kasih banyak pak Gubernur,” kata Irawati bersama masyarakat sekitar.
Kepala Desa Taulan, Kecamatan Cendana, Muhammad Arsun juga menyatakan rasa syukur karena jalan desanya yang merupakan jalan poros Enrekang- Toraja dengan jalur LHR tinggi.
“Kami segenap masyarakat berterima kasih kepada Gubernur Sulsel Bapak Andi Sudirman Sulaiman yang memberikan anggaran untuk perbaikan jalan kami,” bebernya.
Bahkan, kata dia masyarakat sempat menyatakan protes dengan menanam pohon pisang di sepanjang jalan rusak karena tidak kunjung diperbaiki.
“Awalnya jalan ini sangat memprihatinkan bahkan jalan ini pernah ditanami pisang oleh masyarakat karena tidak terbangun sehingga masyarakat di sini merasa tidak diperhatikan. Alhamdulillah sekarang ini dengan adanya pembangunan yang dilaksanakan oleh provinsi kami sangat berterima kasih pada Gubernur Bapak Andi Sudirman yang telah membangun daerah ini dengan baik,” ujarnya.
Diketahui, jalan ini merupakan akses alternatif Enrekang ke Toraja melalui kabupaten Pinrang dengan memangkas jarak sekitar 30 km jika dibandingkan melewati jalan nasional.
“Semoga dengan akses ini, bermanfaat dalam kelancaran mobilitas barang dan jasa, yang muaranya akan menggeliatkan perekonomian masyarakat,” kata Gubernur Sulsel, Andi Sudirman. (*)
DISKOMINFO KAB SIDRAP
Pemkab Sidrap dan OJK Sulsel Gelar Edukasi Keuangan Digital, Dorong Masyarakat Kelola Keuangan Secara Bijak
Kitasulsel–SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan edukasi keuangan bagi masyarakat guna meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan secara bijak di era digital. Kegiatan berlangsung di Aula Saromase, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Kamis (25/6/2026).
Edukasi keuangan tersebut menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ibu rumah tangga, petani, guru, serta masyarakat umum se-Kabupaten Sidrap. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara tepat sekaligus terhindar dari risiko penggunaan keuangan yang tidak produktif.
Acara dibuka langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, dan dihadiri Ketua TP PKK Sidrap, Haslindah Syaharuddin, Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen serta Perizinan OJK Sulsel-Sulbar, Arif Machfoed, serta Staf Ahli Direksi Bidang Kredit, Rahmat Mustamin.
Turut hadir Pimpinan Cabang Bank Sulselbar� Sidrap Andi Trisna Wardani, perwakilan Pegadaian� Parepare Sugianto, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Patahangi Nurdin, para kepala OPD terkait, serta camat se-Kabupaten Sidrap.
Literasi Keuangan Jadi Kunci Hadapi Era Digital
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan pentingnya literasi keuangan di tengah semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan digital yang dapat memengaruhi pola pengelolaan keuangan masyarakat.
“Tentu sangat bagus dan sangat strategis dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak dan proaktif. Apalagi sekarang era digitalisasi, kita kadang terlena dan tidak terkontrol,” ujarnya.
Syaharuddin menjelaskan, Sidrap memiliki potensi ekonomi yang kuat dengan dukungan berbagai sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, dan industri pangan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024 ekonomi daerah tumbuh sekitar 4 persen, sementara pada 2025 meningkat menjadi 7,71 persen. Sektor pertanian masih menjadi penopang utama dengan kontribusi dan pertumbuhan sekitar 30 persen terhadap perekonomian daerah.
Ia juga menyoroti sektor industri pengolahan yang terus berkembang. Dengan keberadaan 182 pabrik beras, Sidrap berperan sebagai salah satu daerah penyangga pangan penting di Sulawesi Selatan bahkan Indonesia.
Dino Planet Dorong Perputaran Ekonomi UMKM
Bupati Syaharuddin turut mencontohkan dampak ekonomi dari kegiatan Dino Planet yang digelar Pemerintah Kabupaten Sidrap selama 25 hari. Menurutnya, kegiatan tersebut berhasil mencatat penjualan tiket sebanyak 27 ribu lembar dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp80 juta.
Selain itu, kegiatan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap pelaku UMKM dengan total omzet mencapai sekitar Rp1,29 miliar.
“Total UMKM selama Dino Planet omzet 1 miliar 290 juta rupiah. Jumlah penjual sekitar 90 di pelataran sampai belakang. Tempat yang tadinya kumuh sekarang bersih,” jelasnya.
Ia meminta para pelaku UMKM terus menjaga kebersihan lokasi usaha, meningkatkan kualitas dan variasi produk, serta mematuhi ketentuan yang berlaku.
Waspadai Perilaku Konsumtif dan Judi Online
Dalam kesempatan itu, Syaharuddin juga mengingatkan masyarakat agar peningkatan pendapatan tidak diikuti perilaku konsumtif yang berlebihan. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan hasil usaha untuk kebutuhan produktif dan investasi jangka panjang.
“Jangan sampai banyak hasil panen, banyak penjualan tapi main slot, main judol, banyak uang karena main HP, tiba-tiba banyak promosi umroh, beli motor, belanja daring tidak terkontrol akhirnya jebol keuangannya. Makanya pelatihan ini sangat bagus,” pesannya.
Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi sebagai langkah mempersiapkan masa depan keluarga.
“Setelah uang banyak, tabung untuk investasi, jangan gaya dulu baru hutang di belakang. Jadi cari uang, perbanyak uang untuk investasi,” pungkasnya.
OJK: Pahami Manfaat dan Risiko Layanan Keuangan Digital
Sementara itu, Arif Machfoed menjelaskan bahwa perkembangan sektor jasa keuangan saat ini semakin pesat seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital. Masyarakat kini dapat mengakses berbagai layanan keuangan melalui telepon genggam, mulai dari menabung, membayar tagihan, mengajukan pembiayaan hingga berinvestasi.
Namun, menurutnya, kemudahan tersebut harus dibarengi dengan pemahaman yang baik mengenai manfaat, risiko, hak, dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan.
“Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat Sidrap menjadi sangat penting agar hasil usaha yang diperoleh dapat dikelola secara lebih optimal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Arif.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan keuangan digital, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, penipuan hadiah, tawaran kerja paruh waktu palsu, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Arif mengajak masyarakat menerapkan prinsip “Legal dan Logis”, yakni memastikan produk dan layanan keuangan memiliki izin resmi serta tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko yang jelas.
Masyarakat yang menemukan indikasi penipuan keuangan juga dapat melaporkannya melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dikelola OJK agar dapat segera ditindaklanjuti.
Penyerahan Simbolis KUR untuk UMKM
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat, kegiatan edukasi keuangan tersebut turut dirangkaikan dengan penyerahan simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Sidrap.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dan OJK Sulawesi Selatan, diharapkan masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman, serta menjadikan hasil usaha sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login