Connect with us

/www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153
">
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

SAR Pasangakan Langsung Jaket Nasdem ke Salahsatu Selebgram Sidrap

Published

on

Kitasulsel,Sidrap –– Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, H. Syaharuddin Alrif kembali melakukan reses dan temu konstituen di kelurahan majjelling wattang, kecamatan maritengngae, kabupaten sidrap.

Kegiatan reses dihadiri oleh ketua DPRD Kabupaten Sidrap, H.Ruslan, SH,M.Ap, Ketua DPD Partai Nasdem, Samsumarlin, Anggota DPRD Sidrap Fraksi Nasdem, H Iksan Rakib, Kader Partai Nasdem, H.Mahmud Laikayya, Danramil dan Kapolsek Maritengngae.

Kehadiran Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel, H.Syaharuddin Alrif disambut oleh masyarakat Maritengngae.

Dalam reses juga diadakan pemasangan jaket kepada Pengurus Garnita Malahayati Partai Nasdem, salah satunya kepada selebgram Ners Ayu Fitrizky Syam S.Kep atau yang lebih di kenal dengan Ayu Reira yang di pasangkan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel, H.Syaharuddin Alrif .

Dalam kesempatan tersebut Ayu Reira menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Partai Nasdem atas perhatiannya kepada Kaum perempuan untuk ikut ambil andil dalam pembangunan kabupaten Sidrap kedepan melalui Pileg yang akan datang.

“Kaum milineal saat ini juga memiliki potensi dalam pembangunan Daerah dengan berbagai macam cara dengan tetap mengedepankan prinsip positif dan produktif” ,ucapnya.

“Mari kita bersama sama lebih membesarkan lagi Partai Nasdem kedepan dengan Politik Kemanusiaan khusunya di kabupaten Sidrap”, Ajaknya.

Ketua DPRD Sidrap, H.Ruslan SH mengatakan kelompok tani yang hadir malam perlu diketahui selama kepemimpinan H.Rusdi Masse telah mengucurkan anggaran dana alsintan.

“Mudah-mudahan tahun 2023 tahun ini, kucuran dana baik dari provinsi maupun pusat yang cukup besar insyaallah”, harapnya.

“Diketahui bahwa anggaran pemerintah kabupaten sidrap 3 tahun terakhir ini tidak pernah melebihi 1,2 triliun dibandingkan kepemimpinan H.Rusdi Masse dua periode anggaran pemerintah kabupaten sidrap telah di kucurkan kurang lebih 1,6 triliun”, ungkapnya.

“Ini membuktikan bahwa kepemimpinan H.Rusdi Masse diakui, untuk itu, mari kita bersatu memperjuangkan partai nasdem untuk meningkatkan kemajuan kabupaten sidrap kedepan”,tutupnya.

Sementara Wakil Ketua Dprd provinsi sulsel, H.Syaharuddin Alrif mengatakan saat menyerap aspirasi masyarakat di kecamatan maritengngae akan berusaha memperjuangkan semua, termasuk tempat ibadah di Kecamatan Maritengngae, Aspirasi LPK Rani, Pelayanan BPJS Gratis, Pendidikan dan Kesehatan.

“Reses ini bertujuan untuk memperlihatkan kinerja dalam menyerap aspirasi masyarakat di seluruh wilayah kabupaten sidrap, jadi dalam reses ini, semua aspirasi yang kami yang kami terima malam ini kita perjuangkan sesuai dengan tupoksi selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, jelasnya(win)

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

Warning: Attempt to read property "cat_ID" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

NEWS

Menag Minta Tim Hisab Rukyat Jadi Jembatan Persatuan Umat Jelang Sidang Isbat Iduladha 1447 H

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Tahun 2026 menjadi jembatan persatuan umat dalam penetapan awal bulan Hijriah, termasuk menjelang sidang isbat Iduladha 1447 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Menag saat mengukuhkan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Tahun 2026, Selasa (12/5/2026). Menurutnya, perbedaan penetapan hari besar keagamaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan harus dikelola melalui dialog, pendekatan ilmiah, dan semangat kebersamaan.

“Penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia bukan sekadar urusan kalender, tetapi menyangkut keyakinan dan kebersamaan sosial umat. Karena itu, tim ini memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan keputusan yang kuat secara syar’i sekaligus saintifik,” ujar Nasaruddin Umar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan dari Mahkamah Agung, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, serta Majelis Ulama Indonesia.

Selain itu, hadir pula unsur organisasi kemasyarakatan Islam, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh-tokoh falak perempuan.

Menurut Menag, keberadaan Tim Hisab Rukyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan kepastian hukum terkait pelaksanaan ibadah umat Islam melalui pendekatan yang dialogis dan inklusif.

“Kementerian Agama mengedepankan dialog dan sinergi. Perbedaan metode yang berkembang di masyarakat harus dipertemukan melalui ruang komunikasi yang sehat demi kemaslahatan bersama,” lanjutnya.

Nasaruddin Umar juga menekankan pentingnya peran Tim Hisab Rukyat sebagai jembatan informasi kepada masyarakat. Ia menilai perbedaan penetapan hari besar keagamaan sering kali dipengaruhi minimnya pemahaman publik terhadap metode hisab dan rukyat yang digunakan.

“Tim ini harus menjadi jembatan informasi. Ketegangan sering muncul karena masyarakat tidak memahami proses dan metode yang digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah,” katanya.

Lebih lanjut, Menag meminta seluruh unsur tim untuk terus mengedepankan pendekatan moderasi beragama dalam setiap proses pengambilan keputusan.

“Astronomi adalah sains yang presisi, tetapi dalam konteks kehidupan berbangsa, data dan perhitungan itu harus diramu menjadi kebijakan yang menyejukkan serta menjaga harmoni umat,” jelasnya.

Ia juga mendorong penguatan sinergi lintas sektor antara pemerintah, ilmuwan, dan organisasi masyarakat Islam agar hasil pengamatan hilal dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun keagamaan.

“Koordinasi antara BRIN, para pakar astronomi, kiai, dan ahli falak ormas Islam harus terus diperkuat agar hasil yang kita capai benar-benar akurat dan dipercaya masyarakat,” tandas Nasaruddin Umar.

Continue Reading

Trending