Connect with us

Bacaleg Nasdem Luwu Timur Erni Malape SP Turunkan Alat Berat Guna Merealisasikan Permintaan Warga

Published

on

Kitasulsel —LuwuTimur—Slogan Bakal Calon Legeslatif partai nasdem Luwu tinur Erni Malape“Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi”Nampaknya bukan hanya sekedar kata khiasan,petikan kata yang sering di gaungkan tersebut mulai terbukti dengan tanggap cepat Bacaleg perempuan asal Wasuponda ini  atas permintaan masyarakat.

Realisasi tersebut berupa perbaikan jalan yang berlokasi di Jln sungai cerekan desa wasuponda kec wasuponda  kab Luwu timur Jumat 03/03/2023.

Perbaikan dan pelebaran jalan di sekitar jalan sungai cerekan menurut warga sekitar sudah lama diusulkan untuk di perlebar agar kendaraan roda empat bisa melewati jalan tersebut,Kerna selama ini hanya bisa di lalui oleh kendaraan roda dua.

“Sudah lama mi kami usulkan dan minta ke mereka yang punya kebijakan dan kemampuan,tapi tidak ada respon,puji tuhan ada orang baik seperti ibu Erni Malape yang respon cepat dengan hal ini,jelas seorang warga jl sungai cerekan Wasuponda.

Guna mendukung percepatan perbaikan dan pelebaran di jalan sungai cerekan Wasuponda ini Erni Malape yang dikenal sebagai kontraktor handal ini langsung menurunkan alat berat berupa excafator.

“Wasuponda ini tanah kelahiran dan tempat saya berjuang hingga menjadi seperti saat ini,jika saya memberi perhatian dan berbuat untuk daerah ini itu sama halnya dengan saya memperbaiki dan berbuat untuk  rumah saya sendiri,jadi ini hal yang biasalah,dan semua orang bisa tergantung niatnya saja,jelas Erni Malape.

Lebih lanjut Bacaleg nasdem yang khas dengan kacamatanya ini menambahkan bahwa apa yang di lakukan di Wasuponda ini merupakan perwujudan dari perintah partai nasdem yang memang meminta kader untuk berbuat bukan hanya pada saat kontestasi Pilkada atau pileg.

“Partai Nasdem lewat Ketua DPW  H Rusdi Masse dan ketua DPD H Irwan Bachtiar Syam vokal kepada kader untuk bergerak cepat untuk kepentingan masyarakat,ini yang juga merupakan acuan kami,kalau bisa kami kerjakan kenapa harus di tunda,kalau bukan sekarang kapan lagi,kalau bukan kita siapa mi mau kerja Ki,jelasnya dengan santai sembari berbaur bersama masyarakat.

Tanggap cepat yang dilakukan Erni Malape mendapat respon positif tidak hanya dari masyarakat Wasuponda,akan tetapi apresiasi juga datang dari pengguna sosial media.

“Belum pi terpilih tapi adami kerjanya di lihat,majuki kk Erni Ucap seorang pengguna sosial media.

Diketahui bahwa Erni Malape telah mendeklarasikan diri untuk maju bertarung pada pileg 2024 mendatang di Dapil 1 Luwu timur dengan wilayah pemilihan Wasuponda-Malili.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

OSO Soal Jet Pribadi untuk Menag: Tidak Ada yang Dilanggar

Published

on

KITASULSEL—JAKARTA, — Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang(OSO), menyatakan fasilitas jet pribadi yang digunakan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menghadiri peresmian Gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tidak melanggar aturan.

Menurut OSO, penggunaan fasilitas tersebut wajar karena berkaitan dengan undangan kegiatan keagamaan.

“Tidak ada salahnya. Kami yang mengundang. Beliau hadir untuk meresmikan masjid dan membacakan doa. Salahnya di mana?” ujar OSO saat dihubungi, Selasa (24/2/2026).

OSO menegaskan, kehadiran Nasaruddin tidak berkaitan dengan tugas kedinasan Kementerian Agama, melainkan memenuhi undangan peresmian rumah ibadah.

Dilaporkan ke KPK

Sebelumnya, Nasaruddin telah melaporkan penggunaan fasilitas jet pribadi itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK).

Nasaruddin menjelaskan, ia menggunakan jet milik OSO karena keterbatasan penerbangan komersial pada malam hari. Ia juga harus kembali ke Jakarta untuk persiapan sidang isbat keesokan paginya.

“Jam 11 malam sudah tidak ada penerbangan. Sementara besok pagi harus kembali karena ada persiapan sidang isbat,” kata Nasaruddin di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Senin (23/2).

Ia menyebut pelaporan tersebut sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Proses Analisis

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan lembaganya akan melakukan analisis atas laporan tersebut.

“Tim akan memeriksa kelengkapan laporan dan melakukan analisis sebelum memutuskan status pemberian fasilitas itu,” ujar Budi.

Ia menambahkan, KPK dapat meminta keterangan tambahan dari pihak-pihak terkait apabila diperlukan dalam proses klarifikasi.

Kasus ini kembali memunculkan perdebatan mengenai batas antara fasilitas pribadi dan potensi gratifikasi bagi pejabat negara. KPK menegaskan akan menelaah laporan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.

Continue Reading

Trending