Connect with us

HUT Yayasan Kemala Bhayangkari, Kapolres Sidrap Buka Lomba Menghafal Surah Pendek

Published

on

Kitasulsel, Sidrap — Dalam Rangka Hari Ulang Tahun ke-43 Yayasan Kemala Bhayangkari, Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah,SIK didampingi Ketua Bhayangkari Ny. Siska Erwin Syah membuka secara resmi Lomba Menghafal Surah-Surah Pendek. Kamis (16/3/2023).

Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sidrap Ny. Siska Erwin Syah dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada peserta TPQ Al-Ikhlas Polres Sidrap.

“Lomba ini diharapkan dapat memberikan motivasi untuk anak-anak agar selalu belajar dan terus menghafal surat pendek sehingga dapat tercipta keperibadian yang islami dari santri-santriwati TPQ Al-Ikhlas Polres Sidrap”, Ujar Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sidrap.

Sementara pada kesempatan tersebut, Kapolres Sidrap selaku penasehat Yayasan Kemala Bhayangkari mengatakan bahwa, Lomba menghafal surah surah pendek ini dilaksanakan agar anak-anak mengetahui tentang pentingnya belajar untuk meningkatkan hafalan surat pendek sejak dini sehingga anak-anak terbiasa dengan hafalan.

“Semoga dengan adanya lomba ini dapat melahirkan hafiz dan Hafizah yang dapat mengikuti lomba di tingkat Kabupaten bahkan sampai ke tingkat Nasional sehingga dapat membawa kebanggaan untuk anak anak itu sendiri dan keluarganya”, Harap AKBP Erwin Syah.

Diakhir, Kapolres Sidrap bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sidrap menyerahkan Piala dan Hadiah kepada Pemenang Lomba menghafal surah surah pendek. (win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Waspada! Nama CEO PT Annur Maarif Bunyamin Yafid Dicatut untuk Penipuan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan digital yang mencatut nama tokoh publik. Kali ini, nama CEO PT Annur Maarif, Bunyamin Yafid, kembali disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan.

Modus yang digunakan terbilang rapi dan meyakinkan. Pelaku menghubungi sejumlah pihak melalui email (Gmail) dan aplikasi WhatsApp dengan mengatasnamakan pimpinan PT Annur Maarif. Dalam pesan tersebut, korban diminta untuk segera membuat grup WhatsApp perusahaan, mengganti nama grup sesuai identitas perusahaan, lalu mengirimkan kode QR grup melalui email.

Tidak berhenti di situ, pelaku juga menyampaikan bahwa detail penambahan anggota akan diatur setelah dirinya bergabung ke dalam grup tersebut. Skema ini diduga menjadi pintu masuk untuk membangun kepercayaan sebelum melancarkan aksi berikutnya.

Setelah berhasil masuk ke dalam grup, pelaku kemudian mengirimkan pesan lanjutan yang lebih sensitif, yakni meminta informasi rekening bank perusahaan. Permintaan tersebut disertai alasan adanya pembayaran proyek yang harus segera diproses pada hari yang sama.

Pelaku berdalih proyek tersebut baru saja dinegosiasikan dan membutuhkan data rekening perusahaan untuk segera diteruskan kepada pihak terkait. Narasi ini sengaja dibangun untuk menciptakan kesan mendesak, sehingga calon korban tidak memiliki waktu untuk melakukan verifikasi.

Menanggapi hal tersebut, Bunyamin Yafid menegaskan bahwa seluruh pesan yang beredar tersebut bukan berasal dari dirinya.

“Bukan saya yang melakukan chat tersebut. Ada orang yang tidak bertanggung jawab memakai foto dan nama saya untuk melakukan hal ini,” tegasnya, Kamis (2/4/2026).

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak merespons atau menindaklanjuti pesan yang mengatasnamakan dirinya, baik melalui email maupun WhatsApp.

“Mohon jika mendapat pesan email atau chat WhatsApp seperti itu, jangan digubris karena itu bukan saya,” lanjutnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan siber semakin berkembang dengan memanfaatkan nama dan identitas tokoh publik untuk meyakinkan korban. Pelaku kerap menggunakan foto resmi, gaya komunikasi formal, hingga skenario yang tampak profesional untuk mengelabui target.

Oleh karena itu, masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk selalu melakukan verifikasi berlapis terhadap setiap permintaan yang berkaitan dengan data sensitif, khususnya informasi keuangan. Setiap instruksi yang mencurigakan, terlebih yang bersifat mendesak, sebaiknya dikonfirmasi langsung melalui jalur resmi perusahaan.

Kewaspadaan menjadi kunci utama. Di tengah derasnya arus digitalisasi, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Continue Reading

Trending