Connect with us

Sekcam Tallo Ikut Kerja Bhakti Di Wala-Walaya Kecamatan Tallo Kota Makassar.

Published

on

Kitasulsel–Makassar--Kebersihan lingkungan merupakan idaman setiap orang, khususnya warga kelurahan Wala-Walaya kecamatan Tallo kota Makassar.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut hari ini Sabtu (18/03/2023) bersama warga kelurahan, Satgas Kebersihan Kecamatan, PJ RT-RW, PJ LPM mengadakan kerja Bhakti.

Fokus pengerjaan dititik beratkan pada pembersihan drainase, yang memang ditemukan ada beberapa mengalami kebuntuan.

Selain Sekcam Nimrod Sembe, hadir pula dua orang kepala seksi dari kecamatan yakni kasie kebersihan Dyah Widayati, kasie Kesra Sri Husbaeni, lurah Walaya-Walaya Erni Krisnawati, juga beberapa staf kelurahan.

Nimrod Sembe menilai dan memuji kebersamaan yang terjalin di kelurahan Wala-Walaya kecamatan Tallo,

Selanjutnya mengharapkan kegiatan semacam ini dapat berjalan terus dan tetap menjaga kebersamaan.

Selain Nimrod, kasi kebersihan kecamatan Tallo Dyah Widayati mengatakan kerja Bhakti bersama dengan kecamatan, kelurahan selanjutnya akan diadakan pada minggu-minggu berikutnya setelah lebaran nanti.

Namun demikian di tingkat kelurahan khususnya PJ RT-RW tetap melaksanakan pembersihan di lingkungan masing-masing.

Dyah Widayati mengkoordinir para satgas kebersihan kecamatan untuk membersihkan drainase dari kotoran yang bisa membuat tersumbat.

Erni Krisnawati Lurah Wala-Walaya mengapresiasi kekompakan para PJ RT-RW beserta warga yang ikut kerja Bhakti.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Menag Resmikan Masjid Al Abduh di Palembang: Harapan Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat

Published

on

Kitasulsel—PALEMBANG — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan harapannya agar masjid dapat difungsikan untuk memberdayakan masyarakat, sebagaimana masjid di zaman Rasulullah Saw. Harapan ini disampaikan Menag saat meresmikan Masjid Al Abduh di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, Sabtu (21/12/2024).

Menurut Menag, masjid di zaman Rasulullah SAW bukan hanya menjadi tempat ibadah mahdhoh semata. Lebih dari itu, masjid menjadi pusat peradaban, perekonomian, pendidikan, kajian, bahkan pusat pemerintahan, dan aktivitas lainnya.

“Masjid nabi itu bukan hanya tempat untuk salat. Hanya 10 persen fungsi masjid untuk salat, 80 sampai 90 persen untuk fungsi-fungsi lainnya,” sebut Menag.

“Masjid di zaman nabi berfungsi sebagai sekolah, rumah sakit, kantor pengadilan, balai pertemuan lintas agama, tempat pernikahan, khitanan, balai kesenian, baitul mal, dan lain sebagainya,” sambungnya.

“Jadi masjid berfungsi untuk memberdayakan masyarakat, bukan masyarakat memberdayakan masjid. Mari kita berupaya bagaimana masjid dapat memberdayakan umat. Mari kita jadikan masjid ini seperti masjid pada zaman Nabi,” tambahnya.

Menag juga minta masyarakat taat kepada ulama. Menurutnya, Indonesia dikenal sebagai negara yang damai dan toleran. Jangan sampai ada yang mengacak-acak kedamaian dan kerukunan Indonesia.

“Mari kita gunakan masjid secara proporsional. Mari kita berdakwah dengan cara mendekatkan orang yang jauh. Dakwah itu, orang yang jauh kita dekatkan ke masjid, bukan sebaliknya,” tutur Menag.

Irjen Polisi Muhammad Iqbal dalam sambutannya mewakili keluarga besar Muhammad Abduh, mengucapkan terima kasih atas kesediaan Menteri Agama hadir langsung meresmikan Masjid al Abduh.

“Terima kasih Bapak Menteri Agama dan semua yang hadir pada peresmian ini. Semoga Allah SWT membalas amal bapak dan ibu semuanya dengan timbangan kebaikan. Kami dari keluarga besar mohon doa agar Allah SWT meridhoi niat baik ini,” jelas Iqbal, yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Riau.

Turut hadir dalam peresmian Masjid Al Abduh antara lain Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Mochammad Afifuddin, Tenaga Ahli Menteri Agama Muhammad Ainul Yaqin, Tenaga Ahli Bidang Hukum Kementerian Dalam Negeri H. Suhajar Diantoro, PJ. Gubernur Sumsel Elen Setiadi, Kapolda Sumsel Irjen Polisi Andi Rian R Djajadi, Pangdam II Sriwijaya diwakili Kapok Sahli Pangdam II Brigjen TNI Junaidi, Wakapolda Sumsel Brigjen Polisi M. Zulkarnain, Kakanwil Kemenag Sumsel H. Syafitri Irwan, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Hj. Nyayu Khodijah, Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang H. Saefudin, Penasehat DWP Kemenag RI Hj. Helmi Halimatul Udhma Nasaruddin Umar, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumsel Hj. Emmilya Syafitri, serta tokoh masyarakat, dan tokoh agama. (*)

Continue Reading

Trending