Connect with us

High Level Meeting Pengendalian Inflasi Daerah, Camat Tallo: Kami Siapkan Strategi untuk Pengendalian Inflasi

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Camat Tallo, Alamsyah Sahabuddin S.STP,Msi menghadiri High Level Meeting pengendalian Inflasi Daerah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kota Makassar Tahun 2023

High Level Meeting pengendalian Inflasi Daerah, dibuka langsung oleh Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi, dihadiri Camat se Kota Makassar dan para Kepala Dinas bertempat di Hotel Horison, Senin (20/03/2023).

Untuk pengedalian inflasi di Makassar kita diharapkan membangun sinergitas dan komunikasi yang aktif,” tutur Alamsyah Sahabuddin saat dikonfirmasi oleh awak media ini.

Lanjutnya, Pemerintah Kecamatan Tallo telah mempersiapkan upaya upaya dan strategi untuk pengendalian inflasi, salah satunya dengan melakukan operasi pasar.

“Untuk menekan laju inflasi, Alamsyah Sahabuddin memerintahkan kepada seluruh jajarannya agar segera menyukseskan program lorong wisata adar dapat meningkatkan perekonomian di Masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Alamsyah Sahabuddin juga meminta kepada para lurah untuk berkolaborasi dengan Pj RTRW agar segera menyukseskan program menanam 1 Juta polybag, dengan menanam du komoditi yaitu bawang merah dan cabe.

“Jadi untuk menekan laju inflasi kami telah melakukan persiapan persiapan, seperti menggelar operasi pasar, melakukan penanaman 1 jatu polybag berupa bawang merah dan cabe,” tutupnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending