Connect with us

Pimpin Pelaksanaan Upacara Bendera,Amanda Syahwaldi,S.STP.,MM:Jaga Kedisiplinan Dan Berikan Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Staf dan Jajaran lingkup Kecamatan ujung tanah menggelar Upacara Bendera Senin pagi 20/03/2023

Bertindak selaku Pembina Upacara Sekcam Ujung Tanah Amanda Syahwaldi, S.STP.,M.M.  Serta selaku Pemimpin Upacara Staf Kelurahan Cambaya Irwan Kusanni. 

Dalam sambutannya sekcam ujung tanah Amanda Syahwaldi ,S.STP.,MM menghimbau kepada seluruh pegawai lingkup Kecamatan ujung tanah untuk tetap mengedepankan kedisiplinan dan peningkatan mutu dalam pelayanan.

“Hal yang tak perna henti kami ingatkan kepada rekan rekan semua untuk tetap menjaga mutu pelayanan kepada masyarakat serta lebih meningkatkan kedisiplinan sebagai seorang abdi negara serta pelayan bagi masyarakat,

Lebih lanjut pria yang dikenal akrab dan tanpa sekat dengan jajaran staf serta masyarakat ujung tanah ini juga menekankan jadwal kerja di bulan suci ramadhan mendatang.

“Di bulan suci ramadhan mendatang akan ada penyesuaian jam kerja,namun kami meminta agar hal tersebut tidak mengurangi kinerja teman teman semua, baik yang dilapangan maupun di bagian staf administratif,tetap berikan yang terbaik untuk masyarakat,tutupnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Dr Bunyamin M Yapid: Perbedaan Penetapan 1 Ramadan Harus Disikapi dengan Bijak

Published

on

Kitasulsel—Jakarta – Tenaga Ahli Menteri Agama RI, DR H Bunyamin M Yapid, turut menghadiri Sidang Isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta.

Kehadiran Dr H Bunyamin M Yapid, Lc., M.H., dalam forum strategis tersebut menjadi bagian dari rangkaian proses pengambilan keputusan pemerintah terkait awal bulan suci Ramadhan. Sidang Isbat sendiri menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, setelah mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam keterangannya, Dr Bunyamin berharap perbedaan penentuan awal Ramadhan yang mungkin terjadi di tengah masyarakat dapat disikapi secara bijak dan dewasa.

“Perbedaan metode dalam menentukan awal Ramadhan adalah bagian dari khazanah keilmuan Islam. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga ukhuwah dan persatuan umat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keputusan pemerintah melalui Sidang Isbat merupakan hasil ijtihad kolektif yang melibatkan para ahli dan berbagai unsur ormas Islam. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap saling menghormati jika terdapat perbedaan dalam pelaksanaan awal puasa.

Dr Bunyamin dikenal sebagai putra daerah asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang kini berkiprah di tingkat nasional dan internasional. Kiprahnya dalam bidang keagamaan dan pendidikan menjadikannya salah satu figur yang diperhitungkan dalam forum-forum strategis keislaman di Indonesia.

Partisipasinya dalam Sidang Isbat tahun ini sekaligus menunjukkan kontribusi putra daerah dalam pengambilan kebijakan penting di tingkat nasional, khususnya dalam penetapan momentum keagamaan yang menyangkut umat Islam di seluruh Tanah Air.

Continue Reading

Trending