Connect with us

Danny Pomanto dan Bima Arya Launching Indonesia City Expo XIX

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Indonesia City Expo XIX resmi dilaunching Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama dengan Ketua Apeksi Bima Arya, di Hotel Claro, Selasa (28/03/2023).

Kerja sama PT Kinarya Cipta Kreasi bersama Apeksi dan Pemkot Makassar, event ini adalah rangkaian kegiatan Rakernas Apeksi XVI di Kota Makassar.

Indonesia City Expo XIX rencananya akan diselenggarakan di atas lahan seluas 7.700 meter persegi di Center Point of Indonesia (CPI). Mulai 10-14 Juli 2023, nanti.

Di kawasan tersebut nantinya dibangun tenda roder untuk menampung 139 stand pameran, 10 foodtruck, 20 stand kuliner dan 20 stand UMKM.

Di samping itu akan disiapkan juga panggung utama, tenda penonton, mushola, toilet dan fasilitas lainya.

“Seluruh area itu nantinya akan di paving blok. Terima kasih pak wali karena telah memfasilitasi kami,” ungkap Dirut PT Kinarya Cipta Kreasi, Windhu Widjaya.

Sejauh ini, kata Windhu Widjaya, tercatat sudah ada 30 kota yang terdaftar ingin berpartisipasi. Termasuk Pemkot Makassar.

“Pemkot Makassar sudah booking enam both. itu dari Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi,” ungkapnya.

Ia berharap pameran ini mampu menyedot pengunjung selama pameran mencapai 25 ribu orang.

Kegiatan ini diikuti seluruh Asisten Pemerintahan Pemkot se – Indonesia dan OPD terkait dari Pemkot Makassar serta anggota Apeksi dengan tema Kota Kita Maju, Indonesia Kita Kuat. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Dr Bunyamin M Yapid: Perbedaan Penetapan 1 Ramadan Harus Disikapi dengan Bijak

Published

on

Kitasulsel—Jakarta – Tenaga Ahli Menteri Agama RI, DR H Bunyamin M Yapid, turut menghadiri Sidang Isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta.

Kehadiran Dr H Bunyamin M Yapid, Lc., M.H., dalam forum strategis tersebut menjadi bagian dari rangkaian proses pengambilan keputusan pemerintah terkait awal bulan suci Ramadhan. Sidang Isbat sendiri menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, setelah mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam keterangannya, Dr Bunyamin berharap perbedaan penentuan awal Ramadhan yang mungkin terjadi di tengah masyarakat dapat disikapi secara bijak dan dewasa.

“Perbedaan metode dalam menentukan awal Ramadhan adalah bagian dari khazanah keilmuan Islam. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga ukhuwah dan persatuan umat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keputusan pemerintah melalui Sidang Isbat merupakan hasil ijtihad kolektif yang melibatkan para ahli dan berbagai unsur ormas Islam. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap saling menghormati jika terdapat perbedaan dalam pelaksanaan awal puasa.

Dr Bunyamin dikenal sebagai putra daerah asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang kini berkiprah di tingkat nasional dan internasional. Kiprahnya dalam bidang keagamaan dan pendidikan menjadikannya salah satu figur yang diperhitungkan dalam forum-forum strategis keislaman di Indonesia.

Partisipasinya dalam Sidang Isbat tahun ini sekaligus menunjukkan kontribusi putra daerah dalam pengambilan kebijakan penting di tingkat nasional, khususnya dalam penetapan momentum keagamaan yang menyangkut umat Islam di seluruh Tanah Air.

Continue Reading

Trending