Connect with us

Pameran Alutsista dirangkaikan Bazar Sembako Murah Kodim 1420 Diserbu Masyarakat

Published

on

Kitasulsel, Sidrap — Kodim 1420/Sidrap Rem 141/TP melaksanakan Bazar Sembako Murah dan Pameran Alutsista yang dimana dilaksanakan seluruh jajaran di wilayah Kodam XIV Hasanuddin secara serentak sebanyak 3 Korem dan 29 Kodim jajaran Kodam XIV Hasanuddin menggelar kegiatan yang sama yang dibuka oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayjend Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr(Han). di Makassar secara Virtual, Sabtu (01/04/23).

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjend Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr(Han). Mengatakan, ”Kegiatan Bazar dan Pameran Alutsista bekerja sama dengan APINDO Sulsel yang diikuti 150 stand dari berbagai kalangan, UMKM, Perbankan dan Pemda dengan konsep kita TNI untuk rakyat, TNI untuk pemerintah daerah dan TNI untuk kita semua,” Kata Pandam.

Kegiatan Bazar Sembako Murah dan Pameran Alutsista di Makodim Sidrap dilaksanakan selama 3 hari (1-3) April 2023 dengan harapan dapat membantu masyarakat yang berada di wilayah Seputaran Kabupaten Sidenreng Rappang. Masyarakat juga dapat menyaksikan langsung perlengkapan alutsista TNI yang dipamerkan.

Sementara Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andika Ari Prihantoro,SE., M.I.Pol. mengatakan “Kegiatan ini bertujuan menawarkan sembako murah kepada masyarakat seputaran Kodim Sidrap. Bazar murah ini dibuka bagi masyarakat umum sekitar Kodim”, Kata Dandim.

“Semoga melalui bazar sembako murah ini masyarakat dapat membeli sembako dengan harga murah ditengah harga-harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat”, Pungkas Dandim.

Sementara Ketua Pimpinan Cabang Bulog Kab. Sidrap H. Anwar Halim, SE. menjelaskan bahwa saat ini kami bawakan beberapa macam bahan pokok dalam kegiatan bazar murah tersebut, selain itu juga sekaligus untuk menekan inflasi di Kabupaten Sidrap.(win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Gus Yahya Siap Maju Kembali sebagai Calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU 2026

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyatakan siap kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang akan digelar pada Agustus 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

“Concern saya adalah bahwa ya, saya sudah menyatakan saya maju lagi sebagai calon, alasannya sudah saya jelaskan,” kata Gus Yahya.

Ia menegaskan bahwa mekanisme maupun tata cara pemilihan Ketua Umum PBNU sepenuhnya akan menjadi kewenangan forum muktamar. Menurutnya, para peserta muktamar memiliki hak untuk menentukan sistem pemilihan yang akan digunakan.

“Nanti kan akan diserahkan kepada muktamar. Muktamar ini mau pilih cara yang seperti apa, silakan saja,” ujarnya.

Gus Yahya menilai warga Nahdlatul Ulama telah memiliki kedewasaan dalam menentukan figur yang layak memimpin organisasi. Ia meyakini para pengurus cabang, kiai, dan masayikh memahami kriteria kepemimpinan yang dibutuhkan NU ke depan.

“NU ini sudah dewasa, masayikh-masayikh itu sudah ngerti ukurannya. Sudah ngerti speknya ketua umum seperti apa. Jadi itu cuma soal teknis saja, soal tata cara pemilihan, dan nanti kita serahkan kepada muktamar,” ucapnya.

Persiapan Muktamar Hampir Rampung

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga memaparkan perkembangan persiapan Muktamar NU ke-35, yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Ia mengungkapkan bahwa proses penyelesaian surat keputusan (SK) kepengurusan di berbagai tingkatan hampir selesai.

Menurutnya, PBNU membawahi sekitar 548 pengurus cabang dan 38 pengurus wilayah. Dari hampir 600 unit kepengurusan yang diproses, sekitar 490 unit telah memasuki tahap penyelesaian, sementara lebih dari 430 unit telah menerima surat keputusan.

“Sebentar lagi insyaallah selesai, tinggal menunggu satu-dua minggu ini,” katanya.

Gus Yahya turut mengapresiasi seluruh jajaran pengurus PBNU yang berhasil mempercepat penyelesaian administrasi kepengurusan. Ia mengakui proses tersebut sempat mengalami hambatan sejak akhir 2024 hingga awal 2026 sebelum akhirnya kembali berjalan.

“Alhamdulillah akhirnya bisa kita proses lebih lanjut,” tuturnya.

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dipandang sebagai momentum penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk menentukan arah kepemimpinan dan program strategis lima tahun ke depan. Selain memilih Ketua Umum PBNU, forum muktamar juga akan membahas berbagai agenda organisasi, penguatan peran keumatan, serta kontribusi NU dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan perkembangan global.

Continue Reading

Trending