Connect with us

Legislator Hj.Rezki Harap Pemkot Makassar Terus Genjot Sosialisasikan Bantuan Hukum Kepada Warga

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Anggota DPRD Kota Makassar Hj Rezki meminta pemerintah kota agar terus menyosialisasikan produk hukum daerah tentang bantuan hukum terhadap masyarakat kurang mampu. Rezki melihat, masih banyak masyarakat yang buta akan perda ini.

Hal itu diungkapkan Rezki saat melakukan agenda reses kedua masa persidangan II tahun sidang 2022/2023, Jl Gunung Latimojong Lr 74, RT 05 RW 03, Kelurahan Lariangbangi, Kecamatan Makassar, Rabu (12/4/2023).

Warga di salah satu RW 03 Kelurahan Lariangbangi, Cecep mengeluhkan belum maksimalnya penyebarluasan dari pemerintah soal pendampingan dan bantuan hukum.

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Rezki menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar bersama legislatif telah melahirkan perda tentang penyusunan produk hukum daerah bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan bantuan hukum.

“Sudah ada perdanya, kalau tidak salah sejak tahun 2020 dibentuk. Karena dalam bermasyarakat pasti ada masalah hukum yang dihadapi, meskipun tidak di minta-minta,” ujar Anggota Komisi B DPRD Makassar ini.

Karena itu, menurut Rezki, pemerintah bersama legislatif hadir dengan menginisiasi penyelenggaraan penyusunan produk hukum daerah untuk memberikan pelayanan dan penegakan aturan pada masyarakat.

“Perda bantuan hukum ini hadir untuk membantu kepada warga yang membutuhkan bantuan hukum, penyusunan produk ini penting untuk sebagai landasan pemerintah dalam menegakkan aturan, mungkin sosialisasinya masih perlu dimaksimalkan agar masyarakat kita tahu,” terangnya.

Selain itu, warga juga menyampaikan aspirasinya terkait bantuan sarana dan prasarana salah satu Masjid yang ada di Kelurahan Lariangbangi.

“Soal bantuan masjid insya Allah saya bisa bantu langsung,” ucap Legislator Demokrat dari Dapil 1 Kecamatan Rappocini, Makassar dan Ujung Pandang ini.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

IHSG Ditutup Anjlok 1,89 Persen, Rupiah Melemah Tembus Rp18.014 per Dolar AS

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Rabu (8/7/2026). Setelah bergerak di zona merah sejak awal sesi, IHSG akhirnya ditutup anjlok 113,12 poin atau 1,89 persen ke level 5.873,37.

Berdasarkan data perdagangan, pelemahan juga terjadi pada indeks unggulan LQ45 yang terkoreksi 2,02 persen dan ditutup di level 582,884, mencerminkan tekanan yang terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat total nilai transaksi sebesar Rp10,23 triliun dengan volume mencapai 21,66 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,95 juta kali sepanjang sesi perdagangan.

Di kelompok saham yang mencatat penguatan tertinggi (top gainers), PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) memimpin dengan kenaikan 25 persen ke level 1.950. Disusul PT Niramas Utama Tbk. (JELI) yang menguat 24,89 persen menjadi 1.405, PT Multi Medika Internasional Tbk. (MMIX) naik 24,51 persen ke 635, PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) melonjak 24,43 persen ke 550, serta PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) yang menguat 22,95 persen ke level 150.

Sebaliknya, kelompok saham dengan pelemahan terdalam (top losers) dipimpin PT Bekasi Asri Pemula Tbk. (BAPA) yang turun 14,98 persen ke level 386. Diikuti PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk. (BIPP) dan PT Trimitra Propertindo Tbk. (LAND) yang sama-sama terkoreksi 14,29 persen ke level 60. PT Pikko Land Development Tbk. (RODA) melemah 13,43 persen ke 58, sedangkan PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK) turun 13,33 persen menjadi 78.

Dari sisi nilai transaksi, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp1,12 triliun. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp708,34 miliar, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) Rp471 miliar, PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI) Rp455,44 miliar, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp424,46 miliar.

Sementara dari sisi volume perdagangan, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi saham teraktif dengan transaksi mencapai 10,39 juta lembar. Disusul PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) sebanyak 8,44 juta lembar, PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI) 8,12 juta lembar, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk. (MEDS) 7,98 juta lembar, serta PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) sebanyak 5,01 juta lembar.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah juga kembali berada di bawah tekanan. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 34 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp18.014 per dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, pergerakan bursa saham di kawasan Asia berlangsung bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,12 persen ke level 66.819,05, sedangkan Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 2,98 persen menjadi 24.199,46. Di China, Indeks SSE Composite melemah 0,48 persen ke level 3.970,88, sementara Indeks Straits Times Singapura naik 0,86 persen ke posisi 5.388,03.

Pelemahan IHSG yang disertai dengan depresiasi nilai tukar rupiah menunjukkan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati di tengah dinamika ekonomi dan keuangan global.

Continue Reading

Trending