Danny Pomanto dan Ribuan Warga Makassar Salat Ied 1444 Hijriah di Lapangan Karebosi
Kitasulsel—Makassar—Ribuan warga Kota Makassar memadati Lapangan Karebosi melaksanakan Salat Idul Fitri 1444 Hijriah, Sabtu (23/04/2023).
Tampak hadir melaksanakan Salat Ied, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Kapolrestabes Kombes Pol Mokhamad Ngajib, Dandim 1408/Makassar Kolonel Inf Nurman Syahreda.
Hadir pula Sekda Makassar M Ansar, beserta jajaran pejabat Pemkot Makassar.
Danny Pomanto mengatakan Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah adalah momentum yang paling tepat untuk memperkuat ukhuwah islamiyah.
Apalagi tahun ini ada dua waktu pelaksanaan Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah. Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal pada 21 April, sedangkan pemerintah 22 April 2023.
“Jadi walaupun ada dua prosesi Salat Ied tapi berlangsung sangat baik. Tapi inilah ukhuwah islamiyah yang harus terus kita pupuk,” kata Danny Pomanto.
“Hari ini kita bisa melihat kekompakan semua umat, terutama umat muslim sehingga seluruh warga Makassar bisa melaksanakan Salat Ied dengan baik,” tambahnya.
Ia melanjutkan sejalan dengan ceramah agama yang disampaikan Ketua Baznas Kota Makassar Ashar Tamanggong, program Jagai Anakta juga menjadi poin penting yang perlu untuk terus disampaikan ke masyarakat.
Ramadan, kata Danny Pomanto mengajarkan banyak hal. Mulai dari kedisiplinan, silaturahmi, kekeluargaan, hingga bagaimana mendekatkan diri dengan Allah SWT.
“Dan semua itu ada di momentum lebaran, sehingga Jagai Anakta menjadi bagian dari pesan moral yang sangat kuat,” tegasnya.
Karena itu Jagai Anakta yang digaungkan sejak awal Danny Pomanto menjabat pada periode pertama bukan hanya sekedar program, tapi ada pesan moral di dalamnya.
“Inti dari kehidupan itu barangsiapa yang menjaga anaknya berarti keluarganya baik, dan kalau keluarganya baik itulah kekuatan kita. Jadi kalau kita Jagai Anakta berarti kita Jagai Kota ta,” tutup Danny Pomanto.
Diketahui, Pemkot Makassar memusatkan pelaksanaan Salat Ied di Lapangan Karebosi dengan menghadirkan Ustad Mardan Imam Masjid Lailatul Qadri selaku Imam Salat Ied 1444 Hijriah.
DISKOMINFO KAB SIDRAP
Ribuan Dai dan Asatidzah Padati Masjid Agung Sidrap, Daurah Nasional Perkuat Pendidikan Diniyah
Kitasulsel–SIDRAP – Masjid Agung Kabupaten Sidenreng Rappang dipadati ribuan dai, asatidzah, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh agama dari berbagai daerah di Indonesia dalam kegiatan Tabligh Akbar Daurah Asatidzah Nasional Sidrap 2026, Ahad (21/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Melalui Daurah Asatidzah Nasional Kita Perkuat Pendidikan Diniyah Menuju Sidrap Lumbung Penghafal Al-Qur’an” tersebut menjadi wadah pembinaan keilmuan sekaligus konsolidasi ulama untuk memperkuat dakwah dan kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Hadir sebagai pemateri utama, Syaikh Nu’man bin Abdul Karim Al-Wathari, dai dan pembimbing agama dari Kementerian Wakaf dan Irsyad Republik Yaman bidang Bimbingan dan Penyuluhan. Kehadiran ulama internasional tersebut menambah semarak dan nilai keilmuan dalam pelaksanaan daurah yang dipusatkan di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran para ulama dan asatidzah nasional di Bumi Nene Mallomo.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang, saya mengucapkan Ahlan wa Sahlan kepada Syaikh Nu’man bin Abdul Karim Al-Wathari dan seluruh Asatidzah Nasional di Bumi Nene Mallomo yang kita cintai. Kehadiran para guru kita ini adalah kehormatan yang luar biasa bagi daerah kami,” ujar Syaharuddin.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada sektor fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan fondasi yang kuat berupa akidah, akhlak, dan ilmu syar’i dalam kehidupan masyarakat.
“Melalui Daurah Asatidzah Nasional dan Tabligh Akbar hari ini, kita bersama-sama memperkuat pilar-pilar tersebut. Tema yang diusung sangat tepat, melalui Daurah Asatidzah Nasional kita perkuat pendidikan diniyah menuju Sidrap lumbung penghafal Al-Qur’an,” katanya.
Syaharuddin menegaskan, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan cita-cita bersama yang dibangun melalui sinergi pemerintah daerah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap tausiyah yang disampaikan para asatidzah mengenai akhlak mulia, tauhid, persatuan umat, kepemimpinan yang adil, serta penguatan ilmu syar’i dapat menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui forum yang mulia ini, saya mengajak seluruh masyarakat Sidrap untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Daurah Asatidzah Nasional Sidrap 2026, Rahmat Hidayat, menyampaikan penghargaan kepada Forum Asatidzah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional tersebut.
Menurut Rahmat, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan berharga untuk menghadirkan majelis ilmu yang memberikan manfaat luas bagi para dai, guru, pendidik, dan masyarakat.
“Kami memandang bahwa kepercayaan ini bukan hanya sebuah kegiatan seremonial, tetapi merupakan kesempatan berharga untuk menghadirkan majelis ilmu yang akan memberikan manfaat besar bagi para dai, guru, pendidik, dan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang, Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, seluruh organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta unsur keamanan yang turut mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan.
Rahmat menilai Daurah Asatidzah Nasional memiliki nilai strategis dalam memperkuat pendidikan diniyah, meningkatkan kualitas pendidik Islam, sekaligus membina generasi muda yang berakhlak dan berilmu.
“Melalui kegiatan ini, para asatidz dan pendidik mendapatkan kesempatan untuk memperdalam ilmu syar’i secara langsung dari para ulama, memperkuat manhaj pendidikan Islam yang benar, serta membangun jaringan dakwah dan pendidikan yang lebih luas,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan pendidikan Al-Qur’an dan pendidikan diniyah merupakan investasi jangka panjang yang akan melahirkan generasi unggul serta memperkuat visi Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Asisten Setda Sidrap, kepala organisasi perangkat daerah, kepala bagian lingkup Sekretariat Daerah, ASN dan non-ASN Pemkab Sidrap, alim ulama, pimpinan pondok pesantren, serta tamu undangan lainnya.
Antusiasme ribuan peserta yang memadati Masjid Agung Sidrap menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam memperkuat pendidikan Islam dan membangun sinergi dakwah untuk kemajuan daerah.
-
Nasional12 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login