Connect with us

Gubernur Andi Sudirman Pimpin Apel Akbar Pasca Lebaran Idul Fitri di Rumah Jabatan

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bertindak sebagai Pembina Apel Besar Lingkup Pemprov Sulsel di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu, 26 April 2023. Pelaksanaan apel dilaksanakan secara hybrid hadir seluruh OPD termasuk kepala sekolah  se-Sulsel serta Non-ASN.

Andi Sudirman, mengingatkan dan menekankan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat begitu besar.

“Mengikuti imbauan Pemerintah Pusat tegak lurus dengan kebijakan pusat dan program-program dapat berjalan, kedisiplinan dan kebersihan, serta Core Values ASN Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif yang kita sebut dengan BerAKHLAK,” kata Andi Sudirman.

“Saya meminta untuk disiplin dan menempatkan diri sepenuh hati maksimal dalam bekerja, ada program prioritas kita untuk diperhatikan, ketika ada kendala dikomunikasikan,” sebutnya.

Ia berharap setelah libur lebaran Idul Fitri, ASN yang kembali beraktivitas dapat lebih bersemangat bekerja dan mengejar target-target serapan anggaran.

Salah satu ASN Pemprov yang bertugas di Dinas Kehutanan, Andi Armila mengaku sangat senang dan bersemangat masuk kerja di hari pertama ini.

“Alhamdulillah setelah lebaran kami semangat masuk kerja. Harapan kami ada sama sehingga kami dukung agar beliau bisa membawa pembangunan lancar, kami di Wajo misalnya suteranya kembali jaya,” sebutnya.

Pada apel ini, gubernur juga memberikan kuis dan mempersilahkan ASN untuk menyampaikan aspirasinya.

Kepala UPT SMKN 8 Pinrang, Anasruddin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan program Hafal Qur’an diapresiasinya hadir di sekolah-sekolah.

“Program hafal qur’an luar biasa sekali Pak Gub. Adapun yang ikut pesantren kilat 220 orang,” sebutnya. Adapun di seluruh Sulsel siswa yang mengikuti pesantren Ramadan sekira 60.000 siswa.

“Izin mewakili warga Pinrang, kami berterima kasih sejak kepemimpinan Pak Gub jalan poros Pinrang itu aspal beton, sebelumnya itu kecalakaan banyak sekali, alhamdulillah sudah sangat bagus,” ujarnya.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Demi Kesehatan Warga, Pasar Tampinna Diawasi: Penjual Diajak Lebih Bijak Pilih Produk

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Tim Pengawas Obat dan Makanan kembali melakukan inspeksi lapangan di Pasar dan sejumlah toko di Desa Tampinna, Kecamatan Angkona, Selasa (03/03/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memastikan keamanan produk konsumsi masyarakat.

Pengawasan yang melibatkan Dinas Kesehatan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut bertujuan melindungi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha agar lebih selektif dalam memilih barang dagangan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Suhelmi, mengungkapkan bahwa hasil pengawasan tahun ini masih menunjukkan temuan yang serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni adanya produk yang sudah tidak layak edar.

“Masih ditemukan bahan-bahan yang tidak layak jual. Karena itu, penjual diharapkan lebih bijak dalam memilih produk untuk mencegah peredaran barang ilegal, kadaluwarsa, maupun yang mengandung bahan berbahaya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap produk makanan, minuman, maupun obat-obatan yang beredar wajib memiliki izin edar resmi. Para penjual juga diminta tidak menerima produk yang belum terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sementara itu, Camat Angkona, I Putu Gede, menyampaikan bahwa temuan produk kadaluwarsa di lapangan cukup signifikan sehingga diperlukan perhatian bersama, baik dari pelaku usaha maupun masyarakat sebagai konsumen.

“Kami menghimbau masyarakat agar lebih teliti memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk. Kesadaran konsumen sangat penting untuk memutus peredaran barang yang tidak layak,” katanya.

Ia juga meminta para pelaku usaha lebih cermat dalam memilih produk yang dijual agar potensi kerugian masyarakat dapat dicegah sejak awal.

Pengawasan ini melibatkan berbagai instansi lintas sektor, di antaranya Dinas Kesehatan, Bapperida, DPMPTSP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Ekbang Setdakab Lutim, Bagian Hukum, pihak Kecamatan Angkona, serta Satpol PP.

Pemerintah berharap kegiatan pengawasan rutin ini mampu menekan peredaran produk kadaluwarsa dan meningkatkan keamanan pangan di tengah masyarakat.

Continue Reading

Trending