Connect with us

Pemkot Makassar-Ombudsman Perwakilan Sulsel Sinergi Penyelesaian Persoalan Publik

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR,– Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersinergi dengan Ombudsman RI Perwakilan Sulsel  untuk menyelesaikan persoalan-persoalan publik di Makassar.

Ramdhan Pomanto mengatakan, pada prinsipnya Pemkot Makassar siap menjalin komunikasi yang baik dengan siapa saja, termasuk Ombudsman.

Perihal data-data, apalagi jika data-data yang diperlukan itu ada. “Intinya Pemkot Makassar taat terhadap apa yang disampaikan Ombudsman,” kata Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto usai Pertemuan dengan Ombudsman RI Perwakilan Sulsel di kediamannya, Rabu, (10/05/2023).

Setelah pertemuan itu, pihaknya mengaku langsung menindaklanjuti apa saja yang menjadi rekomendasi Ombudsman.

“Sudah kita tindaklanjuti, segera. Saya bilang tadi secepatnya. Kan ini soal penyampaian data ji,” ucapnya.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sulsel Ismu Iskandar mengatakan upaya koordinasi ini memang sudah biasa dilakukan antara Ombudsman dengan Pemkot Makassar.

Dia menyampaikan, ada beberapa hal yang dibicarakan dalam pertemuan itu. Yakni perihal laporan warga terhadap dampak banjir di Manggala.

Kedua, berkaitan dengan Tata Kelola Kanrerong dan ketiga perihal proses rekrutmen Laskar Pelangi.

Ismu menjelaskan, terhadap laporan itu maka Ombudsman meminta peran Pemkot Makassar dalam hal pengawasan dan perizinannya.

“Kita harapkan Pemkot melakukan pengawasan langsung dan Pak Wali sudah instruksikan untuk mengambil langkah tegas bila perlu sampai ke ranah hukum terhadap developer yang melanggar aturan (tata ruang dan lainnya),” kata Ismu.

Sedangkan perihal proses rekrutmen Laskar Pelangi, ia utarakan, permasalahannya secara umum sudah clear karena secara langsung berkasnya disetor. “Ternyata dokumennya sudah ada tadi kita terima. Selanjutnya akan dikaji lebih lanjut untuk pengambilan kesimpulan, selanjutnya,” ungkapnya.

Produk akhirnya nanti, kata Ismu, akan berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Di situlah ditemukan apakah ada mal administrasi atau tidak, kalau tidak ada maka langsung ditutup kalau ada akan diminta langkah perbaikan oleh Pemkot Makassar.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

KDI vs DA: Mengapa Alumni KDI Berbondong ke Audisi DA8?

Published

on

Kitasulsel -Makassar– Panggung audisi Dangdut Academy 8 kembali menghadirkan cerita menarik dari para penyanyi dangdut tanah air. Salah satunya datang dari Suci KDI 2019 yang dikenal sebagai juara 1 ajang Kontes Dangdut Indonesia 2019. Suci terlihat ikut ambil bagian dalam audisi DA8, mencoba peruntungan di panggung yang berbeda.

Fenomena ini tak hanya melibatkan Suci. Sejumlah jebolan KDI lainnya juga tampak hadir dalam proses seleksi yang digelar di Sidrap, Sulawesi Selatan. Mereka datang dengan satu harapan: mendapatkan panggung yang lebih luas dan kesempatan baru di industri hiburan dangdut.

Namun, perjalanan tak selalu mulus. Eky KDI yang pernah meraih posisi juara 3 KDI, justru harus menerima kenyataan pahit setelah tidak lolos di tahap awal audisi. Hasil ini memunculkan pertanyaan di kalangan penggemar: apakah popularitas dari KDI belum cukup kuat menjadi bekal untuk bersaing di ajang lain?

Di sisi lain, panggung Indosiar memang dikenal memiliki ekosistem kuat dalam mengorbitkan penyanyi dangdut. Lulusan ajang seperti Dangdut Academy dan Liga Dangdut Indonesia kerap mendapatkan ruang tampil yang konsisten, baik di layar kaca maupun panggung off-air.

Nama-nama seperti Selfi Yamma menjadi contoh nyata. Juara LIDA yang juga sukses di tingkat Asia ini masih terus menikmati popularitas tinggi. Dengan kualitas vokal yang kuat dan karakter khas, Selfi bahkan disebut memiliki “harga panggung” yang fantastis, serta jadwal manggung yang padat, baik on-air maupun off-air.

Berbeda dengan KDI, yang gaungnya cenderung meredup setelah kompetisi berakhir, ajang-ajang dangdut di Indosiar dinilai mampu menjaga eksistensi para alumninya. Hal inilah yang diduga menjadi salah satu alasan mengapa para jebolan KDI mencoba peruntungan di DA8.

Fenomena ini pun memantik diskusi di kalangan pecinta dangdut: apakah panggung besar seperti Indosiar menjadi kunci utama kesuksesan, atau justru kualitas dan konsistensi yang menentukan segalanya?

Di tengah persaingan yang semakin ketat, satu hal menjadi jelas—para penyanyi dangdut muda tak ragu untuk memulai kembali dari nol demi meraih mimpi yang lebih besar.

Kamu sendiri, tim Dangdut Academy atau KDI?

Continue Reading

Trending