Connect with us

Ribuan Santri Mendoakan Prof Nasaruddin Umar Menjadi Cawapres,H Bunyamin Yapid LC MH: Beliau Pilihan Tepat Bukan Pilihan Nekat

Published

on

Kitasulsel—Wajo—Nama Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar yang juga merupakan Ketua Umum Assadya belakangan berkibar kencang.Ulama kelahiran Bone ini digadang-gadang jadi kandidat cawapres Paling potensial dari kalangan nahdatul ulama.

Masuknya nama Prof Nasaruddin Umar dalam bursa cawapres mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat termasuk ribuan santri dan orang tua santri pondok pesantren Asadiyah sengkang.

Hal tersebut nampak saat Prof Nasaruddin Umar menghadiri penamatan santri As’adiyah serta pengukuhan ketua yayasan As’adiyah yang baru H Bunyamin Yapid LC MH.

Sosok ulama yang karismatik dan bisa diterima semua kalangan ada di diri gurutta Prof Nasaruddin,jika saat ini nama beliau disebut masuk dalam bursa cawapres itu bukanlah suatu  hal yang hadir dengan tiba tiba,ini adalah kehendak alam untuk kemajemukan di republik ini,jelas seorang perwakilan orang tua santri yang di aminkan oleh ribuan orang tua santri lainnya.

Hal senada di sampaikan oleh wakil Bupati Wajo H Amran SE,dalam sambutannya saat penamatan santri As’adiyah mengatakan bahwa suatu kebanggaan yang luar bisa bagi kita semua jika  Prof Nasaruddin Umar menjadi wakil Presiden RI.

“Saya pikir kita semua sepakat jika Allah meridhoi gurutta Prof Nasaruddin jadi wapres maka ini adalah kebanggan yang luar biasa bagi kita semua khususnya keluarga  besar  As’adiyah,secara pribadi diluar kapasitas sebagai wakil bupati saya sangat mendukung hal ini jelas Wabup Amran.

Sementara itu Ketua Yayasan As’adiya yang baru saja dikukuhkan H Bunyamin Yapid LC MH kepada media ini mengatakan bahwa representasi dari ulama serta tokoh agama di Indonesia ada pada diri Prof Nasaruddin Umar.

“Diluar dari esensi politik,saya pribadi ingin mengatakan bahwa Prof Nasaruddin Umar adalah representasi dari tokoh agama dan ulama yang ada saat ini,beliau bisa diterima di semua kalangan termasuk diluar umat muslim,ceramah dan kajian beliau menyejukkan dan itu menjadi tontonan saudara saudara kita yang non muslim,ini adalah gambaran kecil bahwa sosok beliau bisa menyejukkan dan membawa simpatik positif dari semua kalangan,bicara soal cawapres menurut saya pribadi beliau adalah pilihan tepat bukan pilihan nekat,jelas pemilik PT Annur Maarif ini.

Nama Prof Nasaruddin Umar santer di kaitkan dengan beberapa figur capres pada pilpres 2024 mendatang ,diluar dari nama nama tokoh politik dan ketua partai di bursa cawapres,Prof Nasaruddin Umar merupakan nama yang paling banyak diperbincangkan sepekan terakhir pasca salah satu capres memuji kepastian dan kredibilitasnya di sebuah event besar.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending