Connect with us

Kecamatan Wajo Laksanakan Agenda Rutin Upacara Bendera,HJ Hamna Faizal,ST.,M.M.: Sukseskan Program Pemerintah Dan Support Penyelenggaraan MNEK 2023

Published

on

Kitasulsel–Makassar — Upacara Pengibaran Sang Saka Merah Putih tanggal 05 Juni 2023 di Kecamatan Wajo berjalan nikmat. Hal ini terlihat dari pantauan awak media, Senin (05/06/2023).

Kegiatan upacara rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin tersebut dihadiri oleh para Lurah se-Kecamatan Wajo, para pejabat struktural tingkat Kecamatan hingga seluruh jajaran Staf Se-Kecamatan Wajo Kota Makassar.

Dalam upacara tersebut, sebagai pembina upacara yaitu Camat Wajo Hj. Hamna Faisal, S.T., M.M. juga turut hadir H. Oddang Nai, S.Sos., M.M., Sekretaris Camat (Sekcam) Wajo.

Sebagai Pembina Upacara, Hj. Hamna Faisal menekankan agar seluruh pejabat, ASN dan Laskar lingkup Kecamatan Wajo agar mensukseskan seluruh program Wali Kota Makassar Ir. H. Moh. Ramdhan Pomanto dan Wakil Walikota Makassar Hj. Fatmawati Rusdi, SE, ucapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan agar bersama sama mensukseskan kegiatan Internasional Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK).

Kegiatan tersebut kan mulai di gelar pada tanggal 05 Mei hingga 08 Mei 2023 di Anjungan Pantai Losari Kota Makassar, imbuhnya.

Diketahui, bertindak sebagai pengobat bendera yaitu Personil Satpol PP BKO Kecamatan Wajo.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BUMDes Mattappae Sereang Kembangkan Bebek Petelur, Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggenjot perekonomian masyarakat melalui penguatan usaha berbasis desa. Salah satu upaya nyata terlihat dari inovasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mattappae, Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, yang sukses mengembangkan unit usaha bebek petelur dengan omzet jutaan rupiah per bulan.

BUMDes Mattappae memanfaatkan dana desa secara produktif dengan fokus pada sektor ketahanan pangan. Melalui pengelolaan 300 ekor bebek petelur menggunakan sistem kandang kering, unit usaha ini mampu menghasilkan rata-rata 9 rak telur per hari.

Dengan harga jual Rp70 ribu per rak, BUMDes Mattappae mencatatkan pendapatan kotor sekitar Rp630 ribu per hari. Setelah dikurangi biaya operasional, estimasi pendapatan bersih mencapai sekitar Rp300 ribu per hari atau setara dengan omzet Rp9 juta per bulan.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang meninjau langsung unit usaha BUMDes Mattappae di Desa Sereang pada Rabu malam (28/1/2026), menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif tersebut. Menurutnya, pengembangan usaha bebek petelur merupakan contoh konkret penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Usaha seperti ini sangat positif karena mampu menumbuhkan dan menambah pendapatan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin Alrif, yang akrab disapa Bupati SAR, saat berdialog dengan pengelola BUMDes Mattappae, Paida.

Lebih lanjut, Bupati SAR mendorong agar usaha bebek petelur tersebut tidak berhenti pada produksi telur semata, melainkan dikembangkan melalui hilirisasi agar nilai ekonominya semakin meningkat.

“Nilai tambah akan lebih besar jika dilakukan hilirisasi. Misalnya, telur hasil produksi ini dikelola lebih lanjut atau bekerja sama dengan pelaku usaha kue, sehingga menjadi produk olahan,” jelasnya.

Pengembangan BUMDes Mattappae ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa di Sidrap sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional berbasis potensi lokal. (*)

 

Continue Reading

Trending