Meresahkan Pengguna Jalan,Satpol PP Makassar Gelar Operasi”Pak Ogah”di Sejumlah Titik Persimpangan
Kitasulsel—MAKASSAR,– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar menjaring dan mengamankan sejumlah Pak ogah dibeberapa persimpangan jalan di Kota Makassar.
Mereka terjaring setelah Satpol PP Kota Makassar menggelar operasi penertiban terhadap para Pak Ogah ini. Senin (10/6/2023).
Penertiban ini digelar akibat keberadaan Pak Ogah tersebut, mengganggu kenyamanan pengendara dan acap kali justru penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas yang lebih parah.
Dipimpin langsung Kepala Satuan Pol. PP Pemkot Makassar, Ikhsan, didampingi beberapa perwira bidang Satpol PP,

Penertiban melibatkan Tim Penegakan Hukum Peraturan Daerah (TPHPD) terdiri dari unsur TNI, Polri, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, dan Advokat.
Plt Kasat Pol PP Kota Makassar Ikhsan NS, yang tampak dilapangan didampingi oleh Kabid PPUD Winardi, S.STP. M.Si dan Kasi Penegakan Muflih, S. Sos. serta puluhan puluhan Personil menjelaskan ,penertiban dilaksanakan untuk Penegakan Peraturan Daerah (Perda) No. 7 Tahun. 2021 Tentang Tertib Jalan dan Angkutan Jalan Pasal 16 (a).
“Jadi, setiap orang yang tidak memiliki kewenangan dilarang melakukan pengaturan Lalu Lintas, tikungan atau tempat Balik Arah,” ucap Ikhsan.
Lanjut Ikhsan, pak Ogah yang terjaring, ada 6 orang, disejumlah dipersimpangan, mereka digiring ke Kantor Satpol PP Maksssar untuk di buatkan pernyataan dan pembinaan.
“Kita buatkan teguran pertama secara tertulis juga menadatanganin surat pernyataan agar tidak mengulangi kegiatan sebagai Pak Ogah,” jelasnya.
Provinsi Sulawesi Selatan
Proyek Jalan Rp2,5 Triliun Sulsel Dikebut, Akademisi Unhas Sebut Langkah Berani dan Berdampak Besar
Kitasulsel–Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pelaksanaan Multi Years Project (MYP) pembangunan jalan yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Seluruh enam paket pekerjaan kini telah memasuki tahap konstruksi di berbagai wilayah.
Program yang didanai melalui APBD senilai Rp2,5 triliun tersebut mencakup penanganan sekitar 1.400 kilometer jalan pada sekitar 100 ruas jalan provinsi yang tersebar di 24 kabupaten/kota selama periode 2025–2027. Panjang penanganan jalan itu setara dengan jarak perjalanan darat dari Kota Makassar menuju Gorontalo.
Pekerjaan di lapangan meliputi pengaspalan, pengecoran beton, pembangunan drainase, talud, box culvert, hingga preservasi jalan pada sejumlah ruas strategis. Program ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperkuat akses masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Wahyu Haryadi Piarah, menilai pelaksanaan proyek melalui skema multi years contract merupakan langkah yang tepat untuk pekerjaan infrastruktur berskala besar karena memberikan kepastian pendanaan dan waktu pelaksanaan sehingga kualitas konstruksi tetap terjaga.
“Sebagai orang yang menekuni bidang infrastruktur, saya melihat proyek 1.400 km ini sebagai langkah yang tepat dan berani,” kata Prof. Wahyu, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, pembagian pekerjaan ke dalam enam paket juga menjadi strategi yang efektif karena memungkinkan pelaksanaan proyek berlangsung secara paralel di banyak titik tanpa mengurangi pengawasan terhadap mutu pekerjaan.
“Skema ini secara teknis paling masuk akal untuk proyek sebesar ini. Kontraktor memiliki kepastian pendanaan dan waktu kerja sehingga kualitas konstruksi tidak dikorbankan hanya untuk mengejar tahun anggaran,” ujarnya.
Prof. Wahyu menjelaskan, masih banyak potensi ekonomi daerah di Sulawesi Selatan yang belum berkembang secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur jalan. Kondisi tersebut menyebabkan biaya logistik menjadi tinggi dan menghambat distribusi barang maupun mobilitas masyarakat.
Dengan membaiknya jaringan jalan, ia meyakini waktu tempuh akan semakin singkat, biaya distribusi menurun, serta wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.
“Ketika jalan tersambung dengan baik, waktu tempuh akan berkurang, biaya distribusi turun, dan wilayah-wilayah yang sebelumnya tertinggal memiliki peluang yang sama untuk berkembang,” jelasnya.
Menurutnya, manfaat proyek ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama petani, pelaku UMKM, pedagang, hingga warga yang membutuhkan akses menuju layanan kesehatan dan pendidikan. Distribusi hasil pertanian dan perkebunan juga diperkirakan menjadi lebih cepat dan efisien, sementara biaya operasional kendaraan dapat ditekan karena kondisi jalan semakin baik.
Selain memperlancar aktivitas ekonomi, terbukanya akses jalan diyakini akan memunculkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor pembangunan, mulai dari usaha jasa transportasi, perdagangan, kawasan kuliner, tempat peristirahatan, hingga pengembangan destinasi wisata yang sebelumnya sulit dijangkau.
Meski demikian, Prof. Wahyu mengakui pembangunan jalan dalam skala besar tentu menimbulkan dampak sementara, seperti kemacetan, debu, dan perubahan arus lalu lintas. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mendukung proses pembangunan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.
“Saya mengajak masyarakat untuk bersabar karena gangguan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari proses membangun infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang. Setiap hari pekerjaan berjalan lancar berarti kita semakin dekat pada jalan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Prof. Wahyu menekankan bahwa keberhasilan proyek infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kualitas konstruksi, tetapi juga oleh konsistensi pemerintah dalam menjaga transparansi pelaksanaan pekerjaan serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat terdampak.
Ia optimistis, apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Multi Years Project pembangunan jalan akan menjadi salah satu program infrastruktur paling berpengaruh dalam sejarah pembangunan Sulawesi Selatan.
“Kalau itu berjalan baik, saya yakin proyek ini akan menjadi salah satu pencapaian infrastruktur paling berdampak dalam sejarah pembangunan Sulawesi Selatan,” pungkasnya.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login