Connect with us

Jajal Rumput Hijau Lapangan Alpha Mini Soccer GTC Lawan JPU Polrestabes Makassar, Danny Pomanto Cetak Satu Gol

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR,– Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto berhasil mencetak satu gol pada babak pertama laga ekshibisi Turnamen Kapolrestabes Cup 2023.

Kapten dengan nomor punggung 01 itu menjajal rumput hijau Lapangan Alpha Mini Soccer Mal GTC melawan JPU Polrestabes Makassar.

Bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Andi Pattiware, Tim Pemkot Makassar berhasil unggul 2-0 di babak pertama.

Namun tim lawan JPU Polrestabes yang digawangi oleh Kapolrestabes Kombes Pol Mokhamad Ngajib berhasil membalikkan keadaan di babak kedua menjadi 2-2.

Pertandingan persahabatan itu berlangsung usai Danny Pomanto membuka Turnamen Kapolrestabes Cup 2023, di Lapangan Alpha Mini Soccer Mall GTC, Kamis (22/06/2023).

Turnamen Mini Soccer yang digelar Polrestabes Makassar itu berlangsung mulai 22-24 Juni 2023 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-77.

Di hadapan para peserta, Wali Kota Danny Pomanto mengapresiasi Kapolrestabes Kombes Pol Mokhamad Ngajib karena telah menggelar turnamen ini.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat luar biasa karena kesehatan mental atau mental healt menjadi isu global.

“Saya baru pulang dari luar negeri dan salah satu isu yang paling besar dibahas adalah mental healt atau stres yang begitu tinggi termasuk di Makassar,” kata Danny Pomanto.

Karena itu menurut Danny Pomanto yang menjadi inisiasi Kapolrestabes Kombes Pol Mokhamad Ngajib menjawab tantangan global saat ini.

Terlebih di tengah kondisi saat ini, kita harus selalu memerhatikan kebugaran. Baik kebugaran fisik terlebih lagi kesehatan mental.

“Tahun 2023 ini ada inisiasi yang luar biasa, beliau menjawab sebelum persoalan itu datang kepada kita. Sehingga yang paling berbahagia dengan momen seperti ini adalah pemerintah kota,” ujarnya.

Pada kesempatan ini pula, pemerintah kota melalui Dispora siap mendukung semua kegiatan olahraga yang akan digelar Polrestabes Makassar.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Menag Nasaruddin Umar Minta Pesparawi Nasional 2026 Padukan Kesemarakan dan Pendalaman Spiritual

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta agar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 tidak hanya tampil meriah secara seremonial, tetapi juga menghadirkan pendalaman spiritual yang kuat bagi seluruh peserta dan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan arahan dalam Kick Off Pesparawi Nasional XIV di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurut Menag, keberhasilan sebuah perhelatan keagamaan ditentukan oleh keseimbangan antara kemeriahan festival dan penghayatan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

“Satu sisi harus ada kesemarakan, pada sisi lain juga harus ada pendalamannya. Kesemarakan tanpa penghayatan itu mubazir, tetapi penghayatan tanpa kesemarakan itu tidak meriah. Jadi dua-duanya harus berbanding lurus,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia menjelaskan, aspek kesemarakan penting untuk menghadirkan suasana meriah yang dapat dirasakan masyarakat luas. Mulai dari hadirnya umbul-umbul, tata cahaya, pakaian seragam peserta, hingga geliat ekonomi masyarakat melalui pasar kaget dan aktivitas pendukung lainnya.

Namun demikian, Menag mengingatkan agar panitia maupun kontingen tidak larut dalam kemeriahan fisik semata. Pesparawi, kata dia, harus menjadi momentum resakralisasi kehidupan beragama sekaligus ruang untuk menyentuh dimensi batin umat.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga mengajak para pimpinan gereja aras nasional dan tokoh lintas agama untuk terus memperkuat semangat moderasi beragama dengan menitikberatkan pada pencarian titik temu antarkelompok dan antarumat beragama.

“Moderasi beragama itu adalah biarkan yang berbeda itu tetap berbeda, dan biarkan yang sama itu sama. Toleransi sesungguhnya bukan berusaha memaksakan persamaan pada sesuatu yang berbeda, dan juga bukan memaksakan perbedaan pada sesuatu yang sebenarnya sama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menag mengibaratkan kemajemukan Indonesia sebagai sebuah karya seni atau lukisan kontras yang indah dan bernilai tinggi dari Tuhan. Keindahan itu lahir dari perpaduan berbagai warna dan perbedaan yang hidup berdampingan secara harmonis.

Karena itu, melalui momentum Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persatuan dan menjaga harmoni kebangsaan.

“Jangan kita mengacak-acak lukisan Tuhan bernama Indonesia ini. Justru keberagaman itulah yang membuat bangsa ini indah dan kuat,” pungkas Nasaruddin Umar.

Continue Reading

Trending