Kecamatan Wajo Sebarkan Keberkahan Lewat Pembagian Daging Kurban
Kitasulsel—MAKASSAR –– Dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha, Kecamatan Wajo menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban untuk membantu warga yang kurang mampu.
Dalam kegiatan amal momen lebaran tersebut, empat ekor sapi dikurbankan secara khusus di Kecamatan Wajo, dan beberapa kelurahan lainnya di Kecamatan Wajo turut menyelenggarakan pemotongan sapi kurban.
Penyembelihan hewan kurban ini dilakukan sebagai wujud kepedulian dan solidaritas masyarakat Kecamatan Wajo terhadap sesama yang membutuhkan.

“Acara ini merupakan kolaborasi antara pemerintah kecamatan, tokoh agama, dan masyarakat setempat,” ungkap Hamna Faisal di sela kegiatan, Kamis (29/6/2023)
Dalam rangkaian acara, empat ekor sapi yang dikurbankan secara khusus di Kecamatan Wajo telah melalui proses seleksi dan persiapan yang matang, termasuk label halal dari dinas terkait.
Penyembelihan dilakukan dengan mengikuti tata cara yang sesuai dengan prinsip keagamaan. Setelah itu, daging hasil kurban tersebut diolah dan disiapkan untuk dibagikan kepada warga yang kurang mampu di wilayah kecamatan.
Sementara itu, sisanya dari hewan kurban yang tidak dikurbankan secara khusus di Kecamatan Wajo, dibagikan secara merata ke delapan kelurahan yang ada di wilayah kecamatan.
“Tujuan penyebaran hewan kurban ini adalah agar manfaat dari kurban dapat dirasakan oleh sebanyak mungkin warga yang membutuhkan, termasuk mereka yang masuk dalam kategori warga miskin,” papar Hamna.
Ullah, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Wajo, mengungkapkan pentingnya kegiatan ini dalam mempererat tali silaturahmi dan kepedulian sosial.
“Kami berharap semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama.” terangnya.
Acara penyembelihan hewan kurban di Kecamatan Wajo ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat dan mendapat apresiasi positif dari masyarakat.
Kehadiran tokoh agama dalam acara tersebut juga memberikan nilai religius yang tinggi dan menambah makna dalam perayaan Idul Adha.
Ketua FK LPM Kecamatan Wajo, Haeruddin Hafid, menyatakan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini.
Ia berharap semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan dalam perayaan Idul Adha dapat terus dijaga dan diperkuat di masa yang akan datang.
“Semoga semangat berbagi dan peduli terhadap sesama dapat terus tumbuh dan menginspirasi masyarakat lain untuk melakukan hal serupa,” kuncinya. (**)
DISKOMINFO KAB SIDRAP
Sidrap Dongkrak Level Porsenijar Lebih Berkelas, Ketum PGRI Pusat: Tuan Rumah Total, Masyarakatnya All Out
KITASULSEL—SIDRAP – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sukses menghadirkan wajah baru pelaksanaan Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan 2026. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi ribuan guru, Porsenijar tahun ini dinilai naik kelas dan tampil lebih berkelas berkat totalitas Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama seluruh elemen masyarakat.
Apresiasi tersebut mengemuka setelah pembukaan Porsenijar yang dihadiri Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., yang memberikan penghargaan tinggi kepada Sidrap sebagai tuan rumah. Menurutnya, keberhasilan sebuah agenda besar bukan hanya ditentukan oleh pemerintah daerah, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat yang menyambut setiap tamu dengan keramahan dan semangat luar biasa.
Di bawah kepemimpinan Bupati Sidrap H.Syaharuddin Alrif penyelenggaraan Porsenijar tampil dengan standar yang lebih tinggi. Mulai dari kesiapan arena pertandingan, pelayanan peserta, penataan kota, hingga keterlibatan masyarakat, semuanya menunjukkan keseriusan Sidrap menjadi tuan rumah yang membanggakan.
Totalitas pemerintah daerah pun mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Di berbagai sudut kota, senyum ramah warga menjadi pemandangan yang mudah ditemui. Para tamu dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan disambut dengan suasana hangat yang mencerminkan budaya sipakatau dan semangat melayani khas Bumi Nene Mallomo.
Atmosfer tersebut membuat para peserta merasa seperti berada di rumah sendiri. Tidak sedikit kontingen yang mengaku terkesan dengan keramahan warga, kebersihan kota, hingga pelayanan yang mereka rasakan selama mengikuti rangkaian kegiatan Porsenijar.
Lebih dari sekadar ajang olahraga dan seni, Porsenijar 2026 juga menghadirkan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi Kabupaten Sidrap.
Hotel dan penginapan dipenuhi tamu dari berbagai daerah. Rumah makan, kafe, pusat kuliner, hingga pedagang kaki lima mengalami lonjakan pengunjung. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menikmati peningkatan omzet karena tingginya aktivitas ekonomi selama pelaksanaan kegiatan.
Transportasi lokal pun ikut merasakan berkah. Armada bemor yang menjadi salah satu ikon transportasi masyarakat Sidrap tampak sibuk mengantar jemput peserta dan tamu. Sopir angkutan lokal mengaku jumlah penumpang meningkat drastis dibanding hari-hari biasa.
Perputaran ekonomi yang tercipta menunjukkan bahwa penyelenggaraan event berskala besar mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa, transportasi, hingga sektor pariwisata.
Keberhasilan Sidrap sebagai tuan rumah juga dinilai menjadi referensi baru bagi penyelenggaraan Porsenijar di masa mendatang. Standar pelayanan, kemeriahan pembukaan, partisipasi masyarakat, serta dampak ekonomi yang dirasakan menjadi tolok ukur baru yang akan sulit diabaikan.
Tak heran jika sejumlah kabupaten mulai menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah Porsenijar berikutnya. Namun, banyak pihak menilai bahwa keberhasilan Sidrap akan menjadi tantangan tersendiri bagi daerah lain untuk mampu menghadirkan penyelenggaraan dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik.
Porsenijar Sulsel 2026 akhirnya bukan sekadar menjadi pesta olahraga, seni, dan ilmiah bagi keluarga besar PGRI. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggung yang memperlihatkan kapasitas Kabupaten Sidrap dalam menggelar event besar dengan standar profesional, dukungan masyarakat yang luar biasa, serta dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sidrap membuktikan bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, sebuah agenda daerah dapat menjelma menjadi perhelatan yang berkelas, membanggakan, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh tamu yang datang.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login