Connect with us

Waktu Terbatas, PPDB Makassar Jalur Non Zonasi Potensi Diperpanjang

Published

on

Kitasulsel–Makassar–PPDB untuk SD dan SMP melalui jalur non zonasi akan dibuka selama empat hari, yakni dari tanggal 2 hingga 5 Juli 2023. Karena waktu yang terbatas, Dinas Pendidikan Kota Makassar sedang mempertimbangkan kemungkinan perpanjangan jika kuota yang disediakan belum terpenuhi.

“Iya, ada kemungkinan perpanjangan. Kami akan melihat kondisinya nanti” ujar Muhammad Guntur, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Kota Makassar Seperti halnya jalur zonasi, pengumuman jalur non zonasi juga akan diumumkan melalui situs web ppdb.makassarkota.go.id.

Peserta akan diminta untuk memasukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) atau Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Ya, pengumumannya akan dilakukan dengan cara yang sama,” jelasnya. Sebelumnya telah diinformasikan bahwa terdapat empat jenis jalur non zonasi untuk tingkat SMP, yaitu jalur afirmasi, perpindahan orang tua, prestasi akademik, dan prestasi non akademik. Sedangkan untuk tingkat SD, terdapat dua jenis jalur, yaitu jalur afirmasi dan perpindahan orang tua. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Kemenag Perkuat Sinergi dengan Lembaga Zakat dan Wakaf, Lebaran Yatim Digelar Serentak di Seluruh Indonesia

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Kementerian Agama terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga zakat, wakaf, dan filantropi dalam mendukung program-program sosial keagamaan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Komitmen tersebut terlihat melalui penyelenggaraan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, Kamis (25/6/2026).

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga dan mitra yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pengelola dana sosial keagamaan menjadi modal penting dalam memperluas jangkauan pelayanan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Acara ini terselenggara karena banyaknya partisipasi dari teman-teman kita semuanya. Ada dari UPZ, BAZNAS, LAZ, LKS PWU, BWI, kemudian juga sejumlah nazir yang banyak sekali berpartisipasi di dalam acara ini di seluruh Indonesia,” ujar Nasaruddin Umar.

Kolaborasi Perkuat Ekosistem Dana Sosial Keagamaan

Menag menilai keterlibatan berbagai lembaga tersebut menunjukkan besarnya potensi kolaborasi umat dalam menghadirkan program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Agama di daerah yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan secara serentak di seluruh Indonesia.

“Kepada para Kanwil Kementerian Agama dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, saya juga mengucapkan terima kasih atas partisipasinya,” katanya.

Kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas tahun ini melibatkan 34 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan 509 Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Keterlibatan seluruh jajaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi pelaksanaan program sosial-keagamaan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dukungan BAZNAS, BWI, dan Mitra Filantropi

Menurut Nasaruddin Umar, sinergi yang terbangun antara Kementerian Agama, lembaga zakat, lembaga wakaf, serta berbagai mitra filantropi merupakan contoh nyata penguatan ekosistem dana sosial keagamaan yang memiliki peran strategis dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap berbagai lembaga pengelola dana sosial keagamaan dapat terus meningkatkan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk anak yatim dan penyandang disabilitas.

“Insyaallah BAZNAS, BWI, dan lembaga-lembaga donatur yang lain berikanlah perhatian kepada mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menag berharap semangat kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga pengelolaan zakat, wakaf, dan dana sosial keagamaan lainnya semakin efektif, transparan, dan berkelanjutan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wujud Kepedulian untuk Kelompok Rentan

Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas merupakan salah satu program sosial keagamaan yang melibatkan unsur pemerintah, lembaga zakat, lembaga wakaf, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Lembaga Amil Zakat (LAZ), nazir wakaf, serta berbagai mitra filantropi di seluruh Indonesia.

Melalui program ini, Kementerian Agama berupaya menghadirkan perhatian dan dukungan bagi anak-anak yatim serta penyandang disabilitas, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak, program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Continue Reading

Trending