Connect with us

Grand Opening Meicalia Aesthetic & Dental Clinic, Danny Pomanto: Makassar Semakin Makmur!

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR,- Hadirnya Meicalia Aesthetic & Dental Clinic yang berlokasi di Bumi Daya Permai Jalan Perintis Kemerdekaan menjadi tanda bahwa Makassar saat ini sudah semakin makmur.

Pernyataan tersebut dilontarkan Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto saat memberikan sambutan pada Grand Opening Meicalia Aesthetic & Dental Clinic, Sabtu (22/07/2023).

“Hari ini kita menyaksikan klinik kecantikan dan gigi beroperasi. Ini tandanya bahwa Makassar ini semakin hari makin makmur,” kata Danny Pomanto.

Banyaknya klinik kecantikan bermunculan di Makassar menandakan bahwa potensi pasar industri kecantikan tumbuh subur di kota anging mammiri ini.

“Artinya orang Makassar ini semakin sadar dan ingin memperbaiki dirinya menjadi lebih baik,” tuturnya.

Merawat diri secara fisik terutama gigi juga menjadi bagian terpenting untuk diperhatikan. Serta menjadi kebutuhan masyarakat yang ingin mempunyai kulit bersih dan gigi yang sehat.

Sehingga kehadiran Meicalia Aesthetic & Dental Clinic memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa merawat diri agar bisa tampil lebih percaya diri.

“Kota Makassar ini sudah semakin makmur, karena orang dengan kesadaran penuh mau membuang uangnya untuk merawat dirinya, dan ini luar biasa sekali,” ujarnya.

Usai melakukan prosesi gunting pita, Danny Pomanto langsung melihat fasilitas yang dihadirikan Meicalia Aesthetic & Dental Clinic baik di lantai I maupun II.

“Klinik ini memberi kontribusi perawatan bagi orang-orang Makassar. Berarti nanti tambah banyak orang cantik dan tambah banyak orang gagah. Saya ucapkan selamat dan semoga berkah untuk keluarga,” ucap Danny Pomanto.

Sementara, Owner Meicalia Aesthetic & Dental Clinic Nurul Mutia mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan seluruh tamu undangan.

Ia berharap, kehadiran Meicalia Aesthetic & Dental Clinic dapat memberi manfaat untuk masyarakat dengan kualitas yang lebih baik.

“Harapan saya ini dapat bermanfaat untuk masyarakat luas, dapat berkembang serta meningkatkan kualitas sesuai harapan masyarakat,” ucap Nurul Mutia.

Dalam Grand Opening tersebut, turut hadir Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar Nursaidah Sirajuddin, dan Camat Tamalanrea Salman Baso

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Menko Polkam Tegaskan Wacana Larangan Vape Hanya untuk yang Mengandung Narkotika

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan bahwa wacana pelarangan vape yang disampaikan pemerintah tidak ditujukan untuk seluruh produk rokok elektrik, melainkan hanya yang terbukti berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.

Penegasan tersebut disampaikan Djamari di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026), untuk meluruskan persepsi publik yang menganggap pemerintah akan melarang seluruh peredaran vape di Indonesia.

“Saya kan tadi memberitahukan untuk dicoba dipelajari untuk kita ngambil tindakan tegas,” ujar Djamari kepada wartawan.

Saat ditanya apakah kebijakan itu akan berlaku untuk semua rokok elektrik, Djamari memastikan bahwa fokus pemerintah adalah produk vape yang disalahgunakan sebagai media konsumsi narkotika.

“Oh, yang berkaitan dengan narkoba,” tegasnya.

Sebelumnya, Djamari menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemberantasan narkotika dilakukan hingga ke akar-akarnya. Arahan tersebut disampaikan dalam agenda pemusnahan barang bukti narkotika di Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (23/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Djamari menginstruksikan Kepala BNN, Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Hukum, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Direktur Jenderal Bea dan Cukai untuk segera melakukan koordinasi guna memperketat tata kelola perdagangan rokok elektrik di Indonesia.

“Hari ini saya instruksikan kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Hukum, Kepala Badan POM, serta Direktur Jenderal Bea Cukai untuk segera duduk bersama dalam waktu singkat, rumuskan dan atur kembali secara ketat tata kelola niaga rokok elektrik di Indonesia,” kata Djamari.

Ia menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap jalur impor maupun distribusi rokok elektrik guna mencegah penyalahgunaannya sebagai media peredaran narkotika jenis baru.

Menurut Djamari, pemerintah akan mendasarkan setiap kebijakan pada hasil kajian lintas kementerian dan lembaga. Apabila kajian tersebut menunjukkan bahwa risiko penyalahgunaan vape lebih besar daripada manfaatnya dan terus dimanfaatkan sebagai pintu masuk narkotika, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah yang lebih tegas.

“Jika hasil kajian bersama menunjukkan komoditas ini lebih banyak risikonya dan terus dijadikan pintu masuk narkotika jenis baru, saya perintahkan untuk tidak ragu menerapkan pelarangan total vape di Indonesia,” tandasnya.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemberantasan narkotika sekaligus melindungi masyarakat dari potensi penyalahgunaan rokok elektrik sebagai sarana peredaran maupun konsumsi narkoba.

Continue Reading

Trending