Connect with us

Danny Pomanto Lantik 829 Pejabat Fungsional Tertentu, Ingatkan Maksimalkan Kinerja

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR,- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto melantik 829 Pejabat Fungsional Tertentu, di Tribun Lapangan Karebosi, Senin (24/07/2023).

Mereka yang dilantik terdiri dari 611 orang tenaga guru, 202 orang tenaga kesehatan (nakes), dan 16 tenaga teknis.

Danny Pomanto menyampaikan pesan yang menjadi tugas pejabat fungsional pasca penghapusan eselon III dan IV oleh pemerintah pusat.

“Pemerintah pusat ini justru menyiapkan pejabat fungsional itu sebagai motor penggerak birokrasi yang unggul dengan profesionalitas,” kata Danny Pomanto.

Karenanya itu, Danny Pomanto meminta kepada jajaran pejabat fungsional yang baru saja dilantik untuk meningkatkan kinerja.

“Satu pejabat fungsional bisa berfungsi di mana-mana,” tuturnya.

Kata Danny Pomanto, pejabat fungsional memiliki peluang mendapatkan job yang lebih banyak. Artinya, mereka mempunyai peluang mendapat insentif yang lebih.

“Jadi siapa yang kerja, dia yang dapat, siapa yang ahli dia yang dapat peluang, dan siapa yang berpeluang dia yang dapat lebih banyak penghasilan,” ujarnya.

Di sisa akhir jabatannya, Danny Pomanto ingin menciptakan birokrasi dengan kemampuan yang unggul.

“Saya ingin di sisa masa jabatan saya, saya akan wariskan bagaimana birokrat Kota Makassar punya kemampuan maksimal dengan kemampuan kota ini,” tuturnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Makassar Akhmad Namsum mengatakan mereka yang dilantik merupakan pejabat fungsional khusus.

“Jadi ada guru, nakes dan tenaga teknis,” kata Akhmad Namsum.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pegawai yang dilantik langsung mendapat SK di lokasi pelantikan.

“Ini sejarah karena baru kali ini kita kasih langsung SK-nya, biasanya mereka menunggu dulu,” tutupnya

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Tekankan Peran Bersama Cegah Narkoba, Edukasi Generasi Muda Jadi Prioritas

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda menjadi fokus dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan VII yang digelar di Hotel Grand Town Makassar, Senin (20/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar tersebut menghadirkan Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Nasir Rurung, S.Sos., dengan mengusung tema “Peran Pemerintah untuk Menjaga Kualitas Generasi Muda Jauh dari Lingkungan Bahaya dan Peredaran Narkoba di Kota Makassar.”

Acara dipandu moderator Ir. Mukbil M. Nur dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan sebagai wadah edukasi sekaligus dialog mengenai pentingnya membangun lingkungan yang bebas dari narkoba.

Dalam sambutannya, Muhammad Nasir Rurung menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius yang tidak dapat ditangani hanya oleh aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan melalui edukasi, penguatan peran keluarga, serta kolaborasi lintas sektor.

“Melindungi generasi muda dari bahaya narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujar Nasir Rurung.

Ia menambahkan, kegiatan pengawasan tersebut bertujuan memastikan program-program pemerintah benar-benar memberikan manfaat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan produktif bagi generasi penerus bangsa.

Narasumber kedua, Alifian Mudhary, S.IP., menjelaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, pembinaan karakter, pengawasan orang tua, serta edukasi sejak usia dini menjadi fondasi utama dalam melindungi anak-anak dan remaja dari pengaruh negatif.

“Pencegahan akan lebih efektif apabila masyarakat memiliki kepedulian untuk saling mengingatkan dan berani melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya,” kata Alifian.

Ia juga menilai generasi muda perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kreativitas, prestasi, serta mengikuti berbagai kegiatan positif agar tidak mudah terjerumus dalam pergaulan yang merusak masa depan.

Sementara itu, narasumber Dedy Kurniawan mengingatkan bahwa peredaran narkoba kini semakin berkembang dengan berbagai modus, termasuk memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menyasar kalangan pelajar maupun pemuda.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi benteng utama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

“Sinergi antara pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus terus diperkuat agar upaya pencegahan berjalan secara menyeluruh dan berkesinambungan,” tegas Dedy.

Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu moderator Ir. Mukbil M. Nur. Peserta diberikan kesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari langkah aman melaporkan dugaan penyalahgunaan narkoba hingga strategi pemerintah dalam menarik minat generasi muda mengikuti kegiatan positif.

Menjawab pertanyaan tersebut, para narasumber menekankan pentingnya memanfaatkan jalur pelaporan resmi kepada aparat berwenang dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pelapor. Selain itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi dengan sekolah, komunitas, organisasi kepemudaan, serta berbagai program pembinaan di bidang olahraga, seni, keterampilan, dan kewirausahaan sebagai upaya membangun karakter generasi muda.

Melalui kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan VII ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi investasi penting dalam menjaga kualitas generasi muda sekaligus mewujudkan masa depan Kota Makassar yang lebih baik.

Continue Reading

Trending