Connect with us

Maksimalkan Pengembangan Basket Makassar, Indira Yusuf Ismail Tinjau Kantor Baru Perbasi Kota Makassar

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR,-Terpilih sebagai Ketua Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail terus berupaya memajukan pengembangan prestasi basket Kota Makassar.

Bukan hanya pengembangan atlit lewat berbagai kompetisi dan pembangunan lapangan basket berskala internasional, Indira bersama pengurusnya juga mengadakan Kantor Perbasi Kota Makassar.

Indira didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Perbasi Kota Makassar meninjau langsung kantor baru yang berada di Kawasan CPI, Minggu (23/07/2023). Lokasi strategis tersebut sebagai upaya Indira yang ingin terus memberikan yang terbaik.

Adapun gedung yang disulap menjadi kantor Perbasi Kota Makassar ini memiliki tiga lantai, didesain sebagai ruang kerja dan ruang rapat pengurus.

Indira melakukan pengecekan terhadap interior dan fasilitas kantor. Indira menekankan pentingnya mendesain kantor yang dengan menonjolkan visualnya sebagai Kantor Perbasi.

“Ini harus kita desain tidak berlebihan, tapi hasilnya keren, kita cari misal foto-foto (dokumentasi) basketnya, kita harus mewakili citra bahwa basket itu keren,” jelasnya.

Namun demikian, selain sebagai tempat untuk memaksimalkan pengembangan olahraga basket Kota Makassar, Indira juga berharap hadirnya Kantor Perbasi ini semakin membangun kekeluargaan pengurus, pelatih hingga atlit Kota Makassar.

“Kita harus memperlihatkan bahwa benar-benar yang kita buat itu menunjukkan basket itu keren, kita harus sungguh-sungguh, fungsi sekretariatnya juga maksimal, kita ramu kekeluargaan juga disini,” katanya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Bupati Luwu Timur Keluarkan Surat Edaran Harga TBS, Minta PKS Tidak Naikkan Potongan Timbangan

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur – Di tengah polemik kenaikan potongan timbangan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit oleh sejumlah perusahaan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Bupati H. Irwan Bachri Syam mengeluarkan Surat Edaran Nomor 500.2/203/BUP tentang Pemberlakuan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Mei 2026 di wilayah Kabupaten Luwu Timur.

Surat edaran yang diterbitkan pada 11 Juni 2026 tersebut ditujukan kepada seluruh pimpinan perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Luwu Timur sebagai upaya memberikan kepastian harga dan perlindungan kepada petani sawit.

Dalam surat edaran itu, Bupati Luwu Timur menegaskan agar seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) melaksanakan pembelian TBS hasil produksi petani minimal sesuai harga yang telah ditetapkan oleh Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Provinsi Sulawesi Selatan.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga secara khusus mengingatkan perusahaan agar dalam pelaksanaan penimbangan TBS tidak menaikkan potongan timbangan yang berpotensi mengurangi pendapatan petani sawit.

“Selanjutnya dalam melakukan penimbangan TBS diharapkan tidak menaikkan potongan timbangan yang berpotensi mengurangi pendapatan petani sawit,” demikian salah satu poin dalam surat edaran tersebut.

Kebijakan Bupati Luwu Timur ini muncul di tengah sorotan terhadap PT Teguh Wira Pratama (TWP) yang sebelumnya dikabarkan menaikkan potongan timbangan TBS dari 2,5 persen menjadi  4,5 persen. Informasi tersebut beredar melalui pesan internal yang menyebutkan adanya penyesuaian potongan dengan alasan kondisi TBS basah dan panjang tandan.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, sebelumnya telah menyampaikan keberatannya atas kebijakan tersebut. Menurutnya, kenaikan potongan timbangan sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani dan hingga kini belum disertai penjelasan yang transparan mengenai dasar perhitungannya.

Mudatsir menilai terbitnya surat edaran Bupati Luwu Timur menjadi perhatian serius pemerintah terhadap perlindungan petani sawit. Ia berharap seluruh perusahaan dapat mematuhi arahan pemerintah daerah dan mengedepankan prinsip keterbukaan dalam setiap kebijakan yang berdampak langsung pada petani.

Surat edaran tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga stabilitas usaha perkebunan kelapa sawit, melindungi kepentingan petani, serta menciptakan hubungan kemitraan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat pekebun.

Dengan terbitnya surat edaran ini, para petani berharap polemik terkait kenaikan potongan timbangan TBS dapat segera mendapatkan kejelasan. Pemerintah daerah pun didorong untuk melakukan pengawasan terhadap implementasi kebijakan di lapangan agar tujuan perlindungan petani sebagaimana tertuang dalam surat edaran dapat terlaksana secara efektif.

Langkah Bupati Luwu Timur tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa peningkatan harga TBS yang telah ditetapkan pemerintah tidak boleh tergerus oleh kebijakan potongan timbangan yang justru berpotensi mengurangi hak dan pendapatan petani sawit di daerah.

Continue Reading

Trending