Connect with us

Bazar Longwis Kelurahan Pattunuang, Dorong Kewirausahaan Mandiri Warga

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR – Bazar Longwis di Lorong Wisata Sejahtera, Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Pattunuang, Kecamatan Wajo, Kota Makassar sukses terlaksana.

Acara yang digelar pada Jumat (28/7/2023) ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.

Dipandu oleh Camat Wajo, Hamna Faisal, dan Sekcam Wajo, Oddang Nai, acara tersebut menjadi momentum bagi pengusaha kecil dan menengah (UKM) setempat untuk memperoleh omzet yang tinggi.

Dalam sambutannya, Camat Wajo, Hamna Faisal, menekankan pentingnya mendukung kewirausahaan mandiri di Lorong Wisata Sejahtera.

“Untuk mendorong kewirausahaan yang mandiri di lorong wisata, Bazar ini akan terus kita dukung untuk kesejahteraan warga,” Kata Hamna dalam sambutannya.

Dukungan seperti ini diyakini akan berkontribusi positif bagi perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Bazar Jumat Kelurahan Pattunuang berhasil menarik perhatian banyak warga setempat. Acara tersebut dibanjiri oleh masyarakat yang antusias untuk mencicipi beragam menu yang disajikan di Bazar Longwis.

Kehadiran para pelaku UKM juga menjadi daya tarik utama acara ini. Menariknya, para pelaku UKM melaporkan omzet yang tinggi selama acara berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa Bazar Longwis mampu menjadi platform yang efektif untuk mempromosikan produk dan usaha lokal.

Tidak hanya menawarkan kuliner lokal yang lezat, Bazar Longwis juga menyajikan hiburan khusus untuk anak-anak dengan hadirnya pendongeng kreatif.

Seorang pria pendongeng profesional yang berasal dari dinas perpustakaan Kota Makassar mengisahkan cerita rakyat Labaco, anak dan pengungjung pun dibuat takjub.

Anak-anak tampak antusias dan bahagia dengan hiburan yang mereka nikmati, menambah semaraknya suasana acara.

Sekcam Wajo, Oddang Nai, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan acara Bazar Longwis Kelurahan Pattunuang.

“Terima kasih tak terhingga kepada semua, acara ini baik untuk kita semua. Kebetulan, Pattunuang Kelurahan menjadi tuan rumah terakhir, dan selanjutnya dilanjutkan dengan agenda bazar kecamatan dalam waktu dekat.” Paparnya.

Keterlibatan semua pihak lanjut dia dalam mensukseskan acara ini merupakan bukti nyata kebersamaan dan kerjasama yang kuat untuk kemajuan wilayah setempat.

Bazar Longwis Kelurahan Pattunuang telah mencatatkan diri sebagai salah satu acara sukses yang mendukung perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan dari pemerintah setempat dan antusiasme dari masyarakat, acara semacam ini diharapkan akan terus berlanjut dan menjadi wadah bagi pelaku UKM untuk terus berinovasi dan berkembang.

Semoga, Bazar Longwis menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memajukan sektor UKM dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending