Connect with us

Prabowo Puji AAS Berkali-kali Atas Prestasinya Selama Ini

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR – Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga Bakal Calon Presiden (Bacaleg) Prabowo Subianto memuji prestasi mantan Menteri Pertanian era Jokowi-JK yang saat ini menjabat Ketua Umum PP IKA Unhas Andi Amran Sulaiman (AAS) atas prestasinya selama ini.

Hal ini diungkap Prabowo di sela-sela sambutannya pada kegiatan Jalan Santai Anti Mager dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-354 Provinsi Sulawesi Selatan dan Dirgahayu Republik Indonesia (RI) ke-78, Makassar, Minggu (6/8).

“Selamat pagi. Rakyat Sulawesi Selatan luar biasa. Luar biasa. Saya juga bangga hadir bersama tokoh Sulsel Pak Amran yang saya tahu kiprah dan prestasi yang ditorehkannya selama ini untuk rakyat Indonesia. Saya sangat kagum pada Pak Amran. Gagasan dan terobosannya selama menjabat Mentan memjadi catatan emas negeri ini, khususnya bagi petani Indonesia”, ujar Prabowo.

Ketum Partai Gerindra ini juga merasa bangga berada di tengah-tengah rakyat Sulawesi Selatan. “Saya sangat bangga dengan semangat saudara-saudara kialian, pada kesetiaan NKRI”, imbuhnya.

Diketahui, sekitar 500.000 masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) mengikuti kegiatan jalan sehat ‘Anti Mager’ yang diselenggarakan atas kolaborasi Pemprov Sulsel dengan IKA Universitas Hasanuddin (Unhas) dan relawan Sahabat Rakyat Indonesia (SRI).

Kegiatan Jalan Sehat ini dibuka oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, didampingi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) yang juga mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Staf Khusus Menhan Sjafrie Syamsuddin, Wakil Ketua Komisi V DPR Iwan Darmawan Aras, Ketua Umum Sahabat Rakyat Indonesia Sukriansyah S. Latief, sejumlah kepala daerah, dan berbagai tokoh masyarakat di Sulsel. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Pemerintah Matangkan Pengambilalihan KCIC, Menkeu: Tinggal Tunggu Proses Administrasi

Published

on

Kitasulsel–JAKARTAMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan proses pengambilalihan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) oleh pemerintah telah diputuskan. Saat ini, pemerintah hanya menuntaskan tahapan administrasi sebelum kebijakan tersebut resmi direalisasikan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai menghadiri kegiatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Menurutnya, keputusan mengenai pengalihan pengelolaan KCIC pada prinsipnya telah rampung dan kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi.

“Keputusannya sebenarnya sudah ada. Sekarang tinggal proses administrasi yang sedang berjalan. Begitu urusan Danantara selesai, nanti kami laporkan kembali kepada Presiden,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pengelolaan KCIC nantinya akan diserahkan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada Kementerian Keuangan untuk diselesaikan.

Ia menegaskan penyelesaian persoalan KCIC tidak harus menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan sejumlah skema pembiayaan alternatif melalui berbagai instrumen dan kendaraan investasi yang dimiliki.

“KCIC saat ini masih berada di Danantara. Nanti akan diserahkan kepada saya sesuai perintah Presiden untuk kami selesaikan. Namun, tidak harus menggunakan APBN karena kami memiliki berbagai instrumen dan vehicle pembiayaan yang bisa digunakan untuk menangani KCIC,” jelasnya.

Meski demikian, Menkeu belum mengungkapkan secara rinci mekanisme penyelesaian yang akan diterapkan. Ia menyebut penjelasan lebih lanjut baru akan disampaikan setelah proses penyerahan pengelolaan KCIC selesai dilakukan.

Purbaya juga membantah isu yang menyebut KCIC akan dikelola dalam bentuk Badan Layanan Umum (BLU). Menurutnya, tidak ada rencana pemerintah untuk mengubah status pengelolaan perusahaan tersebut menjadi BLU.

“Pokoknya diserahkan kepada saya, nanti kami yang menyelesaikannya,” tegas Purbaya.

Pemerintah berharap penyelesaian proses administrasi dapat segera rampung sehingga langkah penataan pengelolaan KCIC dapat dilakukan secara optimal guna mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan layanan kereta cepat di Indonesia.

Continue Reading

Trending