Connect with us

Rakor Persiapan HUT RI ke-78, Danny Pomanto Usung Konsep Bunga Rampai Kemerdekaan

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR,– Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto selalu punya konsep unik tersendiri dalam memeriahkan HUT RI ke-78.

Jika tahun lalu, 77 lembar bendera merah putih sepanjang 5 kilometer dibentangkan di pelataran Bugis-Makassar Anjungan City Of Makassar, maka tahun ini ia mengusung konsep Bunga Rampai Kemerdekaan.

“Kita tampil beda lagi, harus selalu ada kejutan,” singkat Danny Pomanto saat memimpin Rakor Persiapan HUT RI ke-78 di Amirullah, Rabu (9/08/2023) malam.

Dengan konsep ini, bendera merah putih dibentangkan di Pantai Losari membentuk bunga rampai dengan akarnya berada di darat.

Bendera merah putih itu akan dikibarkan oleh anggota Satpol PP bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) di atas perahu nelayan.

“Namanya Bunga Rampai Kemerdekaan, jadi nanti pada saat pengibaran apakah diiringi lagu kebangsaan atau puisi. Nanti kita lihat mana yang cocok,” ujarnya.

Sama seperti tahun lalu, pelaksanaan upacara HUT RI ke-78 berlangsung di Anjungan City Of Makassar pada 17 Agustus 2023.

“Bedanya tahun ini kita mengenakan baju adat saat upacara,” tuturnya.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan Andi Muh Yasir telah membentuk panitia sebagai penanggung jawab setiap acara.

“Saya minta Jumat semuanya melaporkan progres persiapan menyambut perayaan 17 Agustus,” singkat Andi Muh Yasir.

Diketahui, Rapat Koordinasi Persiapan HUT RI ke-78 dihadiri oleh seluruh Kepala OPD, Camat, Lurah, dan BUMD se-Kota Makassar.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Kontingen Luwu Timur Turunkan 1.200 Guru, Bidik Lima Besar di Porsenijar Sulsel 2026

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP – Semangat membara ditunjukkan Kontingen Kabupaten Luwu Timur dalam menghadapi Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), 2–6 Juli 2026.

Tak tanggung-tanggung, sekitar 1.200 guru dari Luwu Timur turut ambil bagian dalam pesta olahraga dan seni terbesar insan pendidikan di Sulawesi Selatan tersebut.

Kontingen Luwu Timur juga menurunkan 124 atlet yang didampingi 24 pelatih dan ofisial untuk berlaga pada 24 cabang olahraga dan seni, di antaranya Petanque, Pickleball, Mendongeng, serta berbagai cabang lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Raoda K, S.Pd., M.Si, didampingi Ketua PGRI Luwu Timur, H. Sunarto, S.Pd., M.Si, menyampaikan optimisme tinggi menghadapi ajang tersebut.

Ia mengungkapkan, target yang diberikan Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachri Syam, ST, IPM cukup menantang, yakni membawa daerahnya menembus lima besar klasemen akhir Porsenijar Sulsel 2026.

“Insyaallah kami optimistis bisa memberikan hasil terbaik. Target dari Bapak Bupati adalah minimal masuk lima besar. Kami mohon doa dan dukungan agar seluruh atlet dapat bertanding maksimal,” ujarnya.

Tak hanya fokus mengejar prestasi, Raoda juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap dan panitia penyelenggara yang dinilai memberikan pelayanan luar biasa sejak kontingen tiba.

“Luar biasa pelayanan teman-teman di Sidrap. Sejak kami datang, sambutannya sangat ramah. Mulai dari penjemputan, pendampingan, hingga pelayanan di lokasi penginapan semuanya sangat baik. Kami benar-benar merasa dihargai sebagai tamu,” katanya.

Sebagai bentuk penghormatan, panitia Porsenijar menyerahkan cenderamata khas Kabupaten Sidrap berupa beras dan telur kepada Kontingen Luwu Timur.

Cenderamata tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Raoda K, S.Pd., M.Si, bersama Ketua PGRI Luwu Timur, H. Sunarto, S.Pd., M.Si.

Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 sendiri menjadi salah satu agenda terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Sidrap.

Kegiatan ini diikuti sekitar 64 ribu peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dan dipusatkan di berbagai venue di Kabupaten Sidrap selama 2–6 Juli 2026.

Dengan semangat kompetisi yang tinggi serta pelayanan yang mendapat apresiasi dari berbagai kontingen, Porsenijar Sulsel 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga mempererat persaudaraan dan solidaritas antarpendidik di Sulawesi Selatan. (*)

Continue Reading

Trending