Connect with us

/www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153
">
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Ketua FKKM dr Udin Saputra Malik Apresiasi Kerja Nyata Camat Wajo Dalam Wujudkan Makassar Menuju Zero Stunting

Published

on

Kitasulsel–Makassar--Dalam sebuah aksi nyata yang menginspirasi, Kecamatan Wajo bergerak bersatu untuk mengatasi permasalahan stunting yang telah lama menjadi perhatian di wilayah ini.

“Berkat dukungan dari semua lapisan masyarakat, mulai dari BKPMT, Majelis taklim, hingga LPM, Alhamdulillah kegiatan berjalan sesuai yang diharapkan,” ungkap Camat Wajo, Hamna Faisal usai acara, Jumat (11/8/2023)

Hamna menambahkan, dengan semangat yang tinggi, masyarakat Kecamatan Wajo secara bersama-sama berhasil mengumpulkan berbagai sumbangan makanan bergizi.

“Berupa telur, susu, gula, biskuit, dan kacang ijo. Hal ini lanjut Hamna, tidak hanya mewakili kerjasama yang erat antara berbagai elemen masyarakat,” urainya.

Tetapi juga merupakan bentuk kepedulian yang tulus terhadap keselamatan dan kesejahteraan anak-anak di wilayah ini.Stanting sendiri adalah sebuah kondisi yang dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak.

“Namun, berkat aksi nyata seperti ini, harapan untuk menurunkan angka stunting semakin nyata,” ujar Hamna Faisal.

Sementara, founder FKKM, Dokter Udin Malik turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi bantuan yang berhasil dikumpulkan oleh warga Kecamatan Wajo.

“Kita berharap dengan adanya bantuan tersebut dapat membantu dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Wajo,” ujarnya

Menurut Udin, tujuan yang lebih besar adalah mewujudkan Kecamatan Wajo sebagai wilayah bebas stunting pada tahun 2024.

“Aksi solidaritas ini bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga simbol dari tekad masyarakat Kecamatan Wajo dalam mengatasi tantangan kesejahteraan anak-anak dan masa depan yang lebih cerah,” katanya. (**)

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

Warning: Attempt to read property "cat_ID" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Jamu Peserta Rakernas II ASITA, Dorong Penguatan Pariwisata Kota

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, menjamu peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies, Rabu (6/5/2026).

Ratusan delegasi dari berbagai daerah di Indonesia disambut dalam suasana hangat melalui malam ramah tamah yang digelar di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Makassar sebagai tuan rumah Rakernas yang berlangsung selama tiga hari, 6–8 Mei 2026. Ia menilai kehadiran para pelaku industri perjalanan wisata menjadi momentum strategis untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata kota.

“Ini merupakan anugerah bagi Makassar. Kehadiran para pelaku dan pemikir pariwisata tentu akan memberi perspektif baru dalam mengembangkan potensi wisata yang kita miliki,” ujarnya.

Munafri memaparkan bahwa Makassar memiliki kekuatan dari sisi geografis, sejarah, hingga budaya. Sebagai wilayah yang berkaitan dengan kejayaan Kerajaan Gowa dan Tallo, serta didukung bentang alam pesisir dan kawasan karst Maros-Pangkep, Makassar dinilai memiliki daya tarik wisata yang kompetitif.

Meski demikian, ia mengakui potensi tersebut belum sepenuhnya terkelola optimal. Pemerintah Kota Makassar kini terus melakukan pembenahan, mulai dari penataan kawasan, penguatan infrastruktur pariwisata, hingga revitalisasi pasar tradisional.

“Kami ingin menghadirkan kota yang nyaman bagi wisatawan, termasuk dengan memperbaiki pedestrian dan menata kawasan agar lebih tertib dan menarik,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Makassar juga mendorong penyelenggaraan berbagai event untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Pemerintah bahkan menyiapkan anggaran khusus guna mendukung kegiatan berskala besar yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat.

“Kami menyiapkan agar setiap bulan ada event unggulan. Dengan begitu, hotel terisi, UMKM bergerak, dan ekonomi lokal tumbuh,” tambahnya.

Munafri juga menegaskan komitmennya menjadikan Makassar sebagai hub utama destinasi wisata di Sulawesi Selatan. Ia optimistis posisi strategis kota ini dapat menjadi pintu masuk wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan seperti Toraja, Bulukumba, hingga Maros.

“Kami ingin wisatawan tidak hanya singgah, tetapi tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak di Makassar,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Munafri mengajak seluruh peserta Rakernas untuk menikmati pengalaman selama berada di Makassar.

“Kalau ke Makassar, dilarang diet dan tidak boleh pulang hari. Harus menginap supaya bisa menikmati sunset dan angin Mamiri,” tutupnya disambut tawa hadirin.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran DPP dan DPD ASITA yang hadir. Ia menilai partisipasi tersebut menjadi energi besar dalam mendorong promosi pariwisata Makassar agar semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Sinergi dan kolaborasi seperti inilah yang kita harapkan terus terjalin demi kemajuan industri pariwisata yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending