Connect with us

Danny Pomanto Nobar Film Freeman Bersama Konsulat Australia

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR, — Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto mengajak masyarakat khususnya anak muda sebagai generasi penerus untuk memperkuat tekad dalam menggapai tujuan dan cita-cita.

Hal itu diungkapkan usai menonton film pendek dokumenter berjudul Freeman bersama Konsulat Australia, Todd Dias di Anjungan Pantai Losari tepatnya Zona 1, F8 Makassar, Kamis (24/8/2023).

Film yang mengangkat kisah seorang atlet pelari wanita terkemuka Australia, Cathy Freeman yang berhasil memenangkan medali emas pertama dalam acara olahraga internasional pada tahun 1990 pada usia 16 tahun.

Dia sangat terkenal dengan pencapaiannya memenangkan medali emas di final 400 meter Putri di Olimpiade Sydney pada tahun 2000, yang menyatukan bangsa Australia.

“Kisah inspirasi ini dari Australia. Dimana sangat memberi inspirasi yang menembus batas. Nilainya bukan hanya perjuangan tapi tekad seorang perempuan yang tidak peduli berasal dari mana dan lahir dari mana tapi keinginannya untuk mencapai cita-citanya. Seperti saya, tidak pernah berfikir seorang anak lorong bisa menjadi Wali Kota,” ucapnya.

Kata Danny, setiap orang khususnya perempuan dan anak perempuan memiliki potensi luar biasa di dalam dirinya tinggal bagaimana cara mengolah potensi tersebut sehingga ada hasil yang terlihat.

Apalagi pada bidang olahraga. “Jangan berhenti mengejar mimpi. Olahraga memperkuat persaudaraan. Perempuan juga bisa menggapai mimpinya,” ujarnya.

Danny juga mengatakan film tersebut sejalan dengan tema F8 Makassar 2023 tahun ini yakni “Next Gen” yang artinya generasi penerus yang akan melanjutkan F8 Makassar dan membuatnya semakin lebih baik kedepannya. Karenanya, butuh tekad dan kemauan yang kuat sejak dini.

Danny pun berterima kasih kepada Konsulat Australia atas partisipasinya dalam pagelaran F8 Makassar.

“Australia negara sahabat. Terima kasih karena selalu berpartisipasi tiap tahun di F8 Makassar. Memberikan inspirasi kepada warga kota Makassar,” ungkapnya.

Senada dengan Konsulat Australia, Todd Dias mengungkapkan rasa hormat terbesarnya karena bisa berpartisipasi pada pagelaran F8 Makassar.

“F8 Makassar sangat keren dan luar biasa. Pencetus idenya juga sangat inspiratif yakni Wali Kota Makassar, Danny Pomanto,” pujinya.

Ia berharap F8 Makassar bisa memberikan dampak positif bagi warga Kota Makassar dan Australia bisa selalu mengambil bagian dari kegiatan tersebut.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Harga Sawit Nasional Menguat, Petani Luwu Timur Soroti Tertahannya Harga TBS di Sulsel

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur,– Di tengah tren kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah sentra perkebunan Indonesia, petani sawit di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Luwu Timur, mengaku belum merasakan dampak positif kenaikan harga tersebut. Kondisi ini memicu desakan agar pemerintah segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Harga Sawit guna memastikan tata niaga sawit berjalan secara adil dan transparan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai wilayah penghasil sawit, harga TBS di Sulawesi Barat dilaporkan mengalami kenaikan sekitar Rp60 per kilogram. Sementara itu, di Kalimantan Timur, harga TBS tercatat meningkat sekitar Rp40 per kilogram. Kenaikan tersebut dinilai sejalan dengan perkembangan harga minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya di pasar internasional.

Namun, kondisi berbeda justru terjadi di Sulawesi Selatan. Hingga Sabtu (13/6/2026), harga TBS di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Kabupaten Luwu Timur dilaporkan masih berada pada posisi yang sama dan belum mengalami penyesuaian sebagaimana yang terjadi di daerah lain.

Seorang warga Sulawesi Selatan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mempertanyakan tidak adanya kenaikan harga TBS di wilayah tersebut. Menurutnya, apabila harga CPO global menjadi salah satu acuan utama dalam penetapan harga TBS, maka petani sawit di Sulawesi Selatan seharusnya juga memperoleh manfaat dari tren kenaikan harga yang sedang terjadi.

“Kami heran mengapa hanya Sulawesi Selatan yang tidak mengalami kenaikan harga, sementara daerah lain sudah menyesuaikan harga TBS mereka. Jika harga CPO dunia naik, maka petani di Sulawesi Selatan juga berhak menikmati kenaikan yang sama,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan petani mengenai mekanisme penetapan harga yang diterapkan oleh pabrik kelapa sawit di Sulawesi Selatan. Karena itu, pemerintah dinilai perlu melakukan pengawasan dan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata niaga sawit agar harga yang diterima petani dapat berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi.

Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah untuk segera membentuk Satgas Harga Sawit yang melibatkan unsur pemerintah, perwakilan petani, koperasi, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Kami mendesak pemerintah untuk sesegera mungkin, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, membentuk Satgas Harga Sawit yang melibatkan pemerintah, perwakilan petani, koperasi, dan unsur terkait lainnya. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan dalam rantai tata niaga sawit,” katanya.

Menurutnya, di kalangan petani juga mulai berkembang dugaan adanya praktik-praktik yang menyebabkan harga TBS di Sulawesi Selatan tidak bergerak mengikuti tren kenaikan yang terjadi di daerah lain. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat dan investigasi yang objektif oleh pihak berwenang untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam proses penetapan harga.

“Sudah muncul dugaan adanya praktik-praktik permainan harga yang sangat merugikan petani. Karena itu pemerintah harus hadir untuk memastikan harga sawit ditetapkan secara transparan dan sesuai kondisi pasar yang sebenarnya,” tegasnya.

Para petani berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, serta instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk melindungi kepentingan petani sawit. Mereka juga mendorong terciptanya sistem penetapan harga TBS yang lebih adil, transparan, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat perkebunan.

Kondisi stagnannya harga TBS di Sulawesi Selatan di tengah kenaikan harga sawit di berbagai daerah dinilai perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Selain menyangkut pendapatan petani, persoalan tersebut juga berkaitan dengan keberlanjutan sektor perkebunan sawit yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di Kabupaten Luwu Timur dan wilayah sekitarnya.

 

Continue Reading

Trending