Connect with us

Proses Pembukaan F8, Nuansa Semangat Kemerdekaan HUT RI ke 78

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR, Proses Pembukaan Event Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8), diwarnai dengan semangat Kemerdekaan HUT RI.

Hal ini ditunjukkan dengan warna yang mendominasi yakni merah dan putih, dari seluruh tamu undangan maupun pengisi acara.

Selain itu, penarikan tali tambang, yang dibagi atas dua sisi yakni tali tambang pertama oleh tim Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, Ketua Apeksi Bima Arya, dan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

Sedangkan sisi lainnya, tali tambang ditarik dengan penuh semangat oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pemerintahan Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, Pj Sekda Sulsel, Andi Muh Arsjad.

Dengan penuh semangat kedua tim menarik tali menjadikan Layar Phinisi Makassar Terkembang, memberi makna akan semangat, kekompakan dan kesiapan kota Makassar.

Berbarengan dengan terkembangnya Layar Phinisi Makassar, dibacakan pula sumpah Makassar, sebagai tempat lahirnya para petarung sejati, yang memegang teguh setiap kata dan perbuatan.

Kalau layar telah terkembang, kemudi telah terpasang, biarkan kemudi patah layar robek daripada biduk kembali surut ke pantai.

Selain itu, hadirnya Band asal Bandung, Band Cokelat yang membawakan lagu Bendera, menjadikan nuansa proses pembukaan F8 semakin penuh semangat kemerdekaan HUT RI.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

DPR Setujui 9 Anggota KPI Pusat Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan Presiden

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyetujui sembilan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2026–2029 dalam Rapat Paripurna yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Persetujuan tersebut diberikan setelah Komisi I DPR menyelesaikan seluruh rangkaian uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap para calon anggota KPI Pusat.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka pada 13–15 Juli 2026. Dari 27 calon yang diusulkan masyarakat, satu orang, yakni Kabul Indrawan, mengundurkan diri sehingga hanya 26 peserta yang mengikuti tahapan seleksi.

“Pada tanggal 13, 14, dan 15 Juli 2026, Komisi I DPR RI telah melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan secara terbuka. Dari 27 calon, satu orang yaitu saudara Kabul Indrawan menyatakan mengundurkan diri, sehingga 26 calon mengikuti uji melalui pemaparan rencana kerja yang dilanjutkan dengan sesi pendalaman,” kata Sukamta dalam rapat paripurna.

Ia menambahkan, setelah pelaksanaan uji kelayakan, Komisi I menggelar rapat internal tertutup pada 15 Juli 2026 untuk menentukan sembilan calon anggota KPI Pusat terpilih beserta tiga calon pengganti antarwaktu (PAW).

Komisi I juga meminta para anggota KPI terpilih berkomitmen menjalankan tugas secara profesional, menjaga moralitas, integritas, serta independensi lembaga, sekaligus menghindari penyalahgunaan wewenang dan bersedia bekerja penuh waktu.

Dalam rapat paripurna, Ketua DPR RI Puan Maharani kemudian meminta persetujuan seluruh anggota dewan terhadap hasil seleksi tersebut.

“Apakah dapat disetujui?” tanya Puan kepada peserta rapat.

Pertanyaan itu dijawab serempak dengan kata “Setuju” oleh para anggota DPR yang hadir. Puan kemudian mengetuk palu sebagai tanda pengesahan hasil keputusan DPR.

Selanjutnya, nama-nama anggota KPI Pusat periode 2026–2029 akan disampaikan kepada Presiden untuk proses pelantikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Daftar Anggota KPI Pusat Terpilih Periode 2026–2029

Tulus Santoso

Andi Sukmono

Fuji Samanta

Widi Kurniawan

Aliyah

Evri Rizqi Monarsih

Analisa

Amin Shabana

Muhammad Hasrul Hasan

Calon Pengganti Antarwaktu (PAW)

Ahmad Farikul Badi

Suciati Eka Chandrasari

Henry Sianipar

Dengan disetujuinya sembilan anggota KPI Pusat yang baru, DPR berharap lembaga tersebut mampu menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan penyiaran nasional secara profesional, independen, serta menjaga kualitas siaran yang sehat, edukatif, dan sesuai dengan kepentingan publik selama masa jabatan 2026–2029.

Continue Reading

Trending