Wali Kota Danny Pomanto, Kapolrestabes Makassar dan Masyarakat Nobar Indonesia vs Vietnam di Festival F8
Kitasulsel–MAKASSAR,– Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Kapolrestabes Makassar Kombes Mokhamad Ngajib dan jajaran SKPD juga masyarakat Makassar menggelar nonton bareng atau nobar Indonesia vs Vietnam.
Nobar Partai final Piala AFF U-23 ini secara langsung digelar pada sela-sela acara Makassar Festival F8 di Anjungan Pantai Losari, Sabtu, (26/08/2023), malam.
Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto duduk berdampingan bersama Kapolrestabes juga Kadis Pariwisata Makassar Moh Roem. Di sekeliling mereka ada masyarakat Makassar yang juga ikut menonton.
Sesekali ratusan pengunjung ikut meneriakkan yel-yel untuk Indonesia. Danny pun begitu. Tangannya pun bertepuk saat pekikan Indonesia dinyanyikan.
Banyak momen di mana dirinya melantunkan semangat dan aplaus saat peluang-peluang emas tercipta. wali kota dua periode ini pun larut dalam suasana senang juga tegang setiap menit pertandingan.
Pria berlatar pendidikan arsitektur ini bahkan menonton timnas U-23 ini sampai selesai. Padahal pertandingan berlangsung selama 120 menit lantaran kedua tim tak mencetak gol di dua babak normal.
Tak terlihat lelah, Danny bersama ratusan warga Makassar tampak serius. Mereka menanti-nanti gol dari kaki-kaki pemuda Indonesia, namun sayang belum membuahkan hasil.
Satu-dua peluang dari penyerang timnas Indonesia, Ramadhan Sananta sempat membuat gemuruh di lokasi. Lantaran tendangan bebasnya mengenai mistar gawang.
Begitu juga dengan peluang emas lainnya. Hanya belum dapat dikonversi menjadi gol.
Keberuntungan belum berpihak pada timnas meski sudah melewati dua kali penambahan waktu. Lantaran tak ada gol tercipta maka permainan harus diakhiri dengan adu penalti. Sayangnya timnas Indonesia mesti mengakui keunggulan Vietnam melalui adu penalti.
Meski timnas menempati posisi runner up tak menyurutkan semangat masyarakat juga Danny dalam mendukung timnas.
Semua pengunjung F8 juga merasa senang dan menikmati fasilitas di festival termegah di Indonesia ini.
DISKOMINFO KAB SIDRAP
BPS Sulsel: 1 dari 5 Rumah Tangga Miliki Mobil, Sidrap Tertinggi 27,38 Persen
KITASULSEL—MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat bahwa satu dari lima rumah tangga di Sulsel telah memiliki mobil atau kendaraan roda empat/lebih. Data tersebut menunjukkan adanya disparitas tingkat kepemilikan kendaraan antar daerah, yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, infrastruktur, hingga karakteristik wilayah.
Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tercatat sebagai daerah dengan tingkat kepemilikan mobil tertinggi di Sulsel, yakni mencapai 27,38 persen. Artinya, lebih dari seperempat rumah tangga di daerah tersebut telah memiliki kendaraan roda empat.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Wajo dengan persentase 27,08 persen, disusul Luwu Timur sebesar 24,18 persen. Sementara itu, Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan kota metropolitan di Sulsel berada di peringkat keempat dengan tingkat kepemilikan mobil sebesar 23,16 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa bahkan di kota terbesar sekalipun, mobil belum menjadi moda transportasi yang dimiliki mayoritas rumah tangga.
Pada kelompok menengah, tingkat kepemilikan mobil berada di kisaran 18 hingga 22 persen. Daerah-daerah yang masuk dalam kategori ini antara lain Kabupaten Soppeng, Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Maros.
Di sisi lain, sejumlah wilayah masih mencatatkan angka kepemilikan mobil di bawah 15 persen. Kabupaten Jeneponto menjadi daerah dengan tingkat kepemilikan terendah, yakni 10,67 persen. Disusul Takalar sebesar 11,45 persen dan Kepulauan Selayar 11,62 persen. Ini berarti, di wilayah-wilayah tersebut, kurang dari satu dari sepuluh rumah tangga memiliki kendaraan roda empat.
Data BPS ini menegaskan bahwa akses terhadap mobil masih sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonomi masyarakat, kualitas infrastruktur, serta kebutuhan mobilitas di masing-masing daerah. Di banyak wilayah Sulsel, sepeda motor dan transportasi umum masih menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat sehari-hari.
Perbedaan tingkat kepemilikan kendaraan ini juga dapat menjadi indikator daya beli masyarakat sekaligus gambaran perkembangan ekonomi daerah. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat menjadikan data tersebut sebagai rujukan dalam perencanaan kebijakan transportasi dan pembangunan infrastruktur yang lebih merata.
-
Nasional8 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics1 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login