Connect with us

Danny Pomanto Dampingi KASAU-Danlanud Resmikan Baseops Baru Lanud Sulhas

Published

on

Kitasulsel–MAROS,- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendampingi Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Benny Arfan meresmikan Baseops Lanud Sultan Hasanuddin (Sulhas), Rabu, (30/08/2023).

Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto menemani mulai dari penjemputan KASAU hingga peresmian kantor baru Lanud Sulhas itu.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (DISPENAU) Marsma TNI R. Agung Sasongkojati mengatakan Baseops ini berfungsi sebagai penerbangan militer juga pembuatan flight plan penerbangan dan latihan.

Selain itu dapat digunakan untuk briefing cuaca dan brief penerbangan.

Termasuk, sebagai ruang tunggu bagi penumpang dan awak pesawat. Tempat cargo yang dilengkapi dengan pemeriksaan X Ray dan keperluan angkutan barang logistik untuk kebencanaan dan sebagainya.

“Intinya kepentingan pertahanan dan penerbangan sipil,” katanya.

Jadi, tujuannya memiliki multifungsi yang mengatur kegiatan penerbangan bagi pangkalan udara.

Baseops pula bekerjasama dengan Baseops sipil Sulhas yang sama-sama mengatur penerbangan agar aman dan selamat.

Peresmian kantor Baseops Lanud Sulhas yang baru itu ditandai dengan pemencetan tombol bersama. Selain itu, juga ditandai dengan atraksi tiga pesawat jet di udara.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending