Dispora Makassar Gelar Pelatihan Lifeskill Voice Over
Kitasulsel–Makassar–Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar semakin terdepan mencerdaskan kehidupan masyarakat Kota Makassar.
Dengan maksud untuk membantu masyarakat terkhusus pelajar menengah atas hingga mahasiswa, Dispora Kota Makassar memberikan ruang dan kesempatan kepada masyarakat belajar voice over.
Voice over sebuah profesi yang mulai dicari dan menjadi terkenal di awal tahun 2000, membuat penguatan bagi siapa saja, baik di pekerjaan atau menjadikannya sebuah profesi baru.
Melalui akun instagram resmi Dispora Makassar menuliskan, pelatihan lifeskill voice over untuk pemuda with LVE (Living Value Education) & Heart Speaks Methode yang akan berlangsung selama 4 hari ini.
Akun ini pula menuturkan, bukan hanya akan mempelajari tentang Teknik dasar Voice Over, tetapi juga mengajak semua peserta untuk memahami cara menyebar damai dengan suara sehingga kekerasan verbal tidak lagi dilakukan.
“Tidak banyak yang tahu kekerasan verbal itu adalah Ketika seseorang menggunakan ucapan untuk menyerang, mendominasi, mengejek, memanipulasi dan menghina orang lain serta mempengaruhi Kesehatan mental orang tersebut,” tulis akun Dispora_Makassar.
Salah satu Dinas yang juga menjadi penyedia training atau pelatihan gratis itu adalah Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar. Dengan mengangkat tema, “Pelatihan Lifeskill Voive Over with LVE & Heart Speaks Methode”
Diharapkan dengan pelaksanaan training gratis ini, pemuda Kota Makassar dapat memiliki kapasitas yang lebih baik dan Makassar bisa bebas kekerasan verbal melalui profesi baru yakni Voice Over.
Yok daftar dan mari terkoneksi,
Pada Hari/Tanggal: Sabtu-Selasa/ 2-5 September 2023
Lokasi: Royal Bay Hotel
Waktu: 08.30 – 17.00 Wita
Pelatihan ini bukan hanya mengajarkan jadi voice over yang baik lho, wajib untuk menjadi bagiannya. (*)
Provinsi Sulawesi Selatan
Pemprov Sulsel Gelar Ramadan Leadership Camp, Perkuat Kapasitas dan Integritas Pejabat
Kitasulsel–Makassar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar Ramadan Leadership Camp yang dipusatkan di Asrama Haji Sudiang pada 22–28 Februari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya penguatan kapasitas, integritas, dan karakter pejabat lingkup Pemprov Sulsel selama bulan Ramadan.
Persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat yang berlangsung di Ruang Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (18/2/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin, menyampaikan bahwa keterlibatan kepala sekolah dalam Ramadan Leadership Camp merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan pendidikan di daerah.
“Pada dasarnya kepala sekolah adalah guru yang mendapat penugasan, tetapi dalam praktiknya mereka merupakan pimpinan manajerial di sekolah. Karena itu, peningkatan kapasitas kepemimpinan menjadi sangat penting,” ujar Iqbal.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan tahun ini, Dinas Pendidikan Sulsel menugaskan sekitar 100 kepala sekolah sebagai peserta.
“Ini adalah kebijakan Bapak Gubernur melalui program retreat dan leadership camp. Kami diminta mengikutkan kepala sekolah agar ada peningkatan kompetensi, khususnya dalam kepemimpinan dan tata kelola,” katanya.
Menurut Iqbal, salah satu materi penting yang akan diterima peserta adalah pengelolaan keuangan sekolah, khususnya terkait Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Kepala sekolah mengelola dana BOS, sehingga sangat penting bagi mereka memahami tata kelola keuangan yang benar, akuntabel, dan sesuai aturan,” ujarnya.
Selain pengelolaan keuangan, peserta juga akan dibekali pemahaman mengenai aturan pemerintahan, mitigasi persoalan administrasi, serta pencegahan risiko hukum dalam pengelolaan keuangan dan administrasi sekolah.
“Saya kira kegiatan ini sangat baik untuk meningkatkan wawasan kita semua dan semoga berdampak langsung pada peningkatan kualitas kepemimpinan di sekolah,” tutur Iqbal.
Program Ramadan Leadership Camp ini merupakan arahan langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, agar seluruh pejabat memahami secara utuh peran dan tanggung jawabnya dalam tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Peserta kegiatan mencakup Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Administrator, Pengawas, serta kepala sekolah di lingkup Pemprov Sulsel.
Selama tujuh hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti ceramah umum dan sesi penguatan kebijakan strategis nasional dengan menghadirkan menteri dan pimpinan lembaga negara, unsur Forkopimda Sulsel, perwakilan BPK RI Perwakilan Sulsel, akademisi, serta praktisi hukum dari berbagai perguruan tinggi.
Ramadan Leadership Camp diharapkan menjadi sarana pembentukan pejabat dan pimpinan pendidikan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan akhlak kepemimpinan yang kuat dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Sulawesi Selatan.
-
Nasional8 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics1 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login