Sejumlah Titik Di Makassar Darurat Air Bersih, BPBD Kota Sigap Lakukan Pendistribusian Air Bersih
Kitasulsel—MAKASSAR – Badan Penanggulan Bencana Daerah Kota Makassar telah mendistribusikan air bersih di titik-titik wilayah yang terdampak kekurangan air. Hal itu dalam status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan di Kota Makassar, Selasa, (12/9) Pagi.
“Kegi ko aatan ini adalah tidak lanjut dari penetapan Makassar dalam status tanggap darurat bencana kekeringan ini,”kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin.
“Aksi ini sudah berapa hari dilakukan mendistribusi air bersih ke titik-titik lokasi yang terdampak kekurangan air bersih, seperti itu dan penentuan lokasi berdasarkan assessment, ujar Achmad Hendra Hakamuddin.
“Kami jauh hari sebelum ditentukan status anggap darurat di Kota Makassar telah sigap, sehingga itu menjadi bahan kita untuk turun. Sekaligus juga memprioritaskan titik-titik mana saja pada laporan dari camat,”ungkap Hendra sapaan.
Apalagi dari data yang diterima, lanjutnya, pendistribusian Air bersih sudah maksimal ke warga yang terdampak. Warga sangat berterimakasih adanya air bersih dari Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dan Wakil Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi.
“Kendala tidak ada yang berarti, karena kami telah berkoordinasi dengan baik seperti, Damkar Makassar dan PDAM dalam pemerintahan Bapak Wali Kota Makassar. Kemudian dengan pihak Kecamatan sampai Lurah RT- RW. Sehingga lini operasi terlaksana secara baik untuk semua. Kita menghimbau dua hal, pertama berhemat air, dan manfaatkan air seperlunya seperti itu,”paparnya.
Saat ini ada 5 kecamatan dan 26 kelurahan , dan distribusikan sekitar 200.560 liter kubik air ke 17 730 jiwa terdampak .
DISKOMINFO KAB SIDRAP
Pemkab Sidrap Gencarkan Gerakan Pasar Digital, Edukasi QRIS dan Insentif Retribusi untuk Pedagang
Kitasulsel–SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memperkuat transformasi digital di sektor perdagangan melalui program Gerakan Pasar Digital. Upaya tersebut diwujudkan dengan memberikan edukasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta sosialisasi insentif fiskal retribusi pasar kepada para pedagang di sejumlah pasar tradisional.
Kegiatan yang berlangsung pada 10 hingga 19 Juni 2026 itu menyasar delapan pasar tradisional, yakni Pasar Pangkajene, Pasar Tanru Tedong, Pasar Rappang, Pasar Empagae, Pasar Dongi, Pasar Lawawoi, Pasar Amparita, dan Pasar Bilokka.
Program tersebut diinisiasi oleh Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Sidrap dengan melibatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Bank Sulselbar Cabang Sidrap.
Gerakan Pasar Digital menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mempercepat penerapan transaksi non-tunai sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Bidang Perencanaan Bapenda Sidrap, Nurhidayah Ibhas, menjelaskan bahwa literasi QRIS merupakan agenda rutin TP2DD yang dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sistem pembayaran digital yang aman, praktis, dan efisien.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para pelaku usaha dan masyarakat untuk semakin memahami serta memanfaatkan transaksi digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujarnya.
Selain edukasi QRIS, kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi program insentif fiskal terhadap retribusi pasar yang akan mulai diterapkan pada Juni 2026. Program ini diharapkan mampu meningkatkan minat pedagang untuk beralih ke sistem pembayaran retribusi secara non-tunai.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidrap, Irwin Hatibu, bersama PIC TP2DD, Purnama Indah Bestari, turut memberikan penjelasan mengenai mekanisme program tersebut kepada para pedagang pasar.
Melalui penerapan sistem pembayaran digital, pedagang tidak hanya memperoleh kemudahan dalam melakukan transaksi, tetapi juga mendapatkan manfaat berupa proses pembayaran yang lebih transparan, efisien, dan terdokumentasi dengan baik.
Sementara itu, Bank Sulselbar Cabang Sidrap memberikan edukasi langsung terkait manfaat penggunaan QRIS, mulai dari kemudahan transaksi, keamanan pembayaran, hingga berbagai keuntungan yang dapat dirasakan pelaku usaha dalam mengelola aktivitas perdagangan secara modern.
Pihak Bank Sulselbar juga mendorong para pedagang untuk memanfaatkan layanan digital sebagai bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin mengarah ke sistem non-tunai.
Melalui Gerakan Pasar Digital, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap semakin banyak pelaku usaha di pasar tradisional yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi keuangan. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah serta memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan meningkatnya penggunaan QRIS dan transaksi digital di pasar tradisional, Pemkab Sidrap optimistis dapat menciptakan sistem perdagangan yang lebih modern, efisien, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah era transformasi digital.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login