Connect with us

Tim Berlaga di Wali Kota CUP VI Makassar Sesuai Regulasi PSSI

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Kejuaraan Sepakbola Wali Kota CUP VI 2023 sangat luar biasa dan betul-betul dilaksanakan standar regulasi dari Askot PSSI Makassar. Sehingga skuat sepakbola yang mengikuti sudah di verifikasi.

“Seperti punya Manager Tim, Pelatih berlisensi, Assisten Pelatih dan Tim Medis,”kata Sekretaris Panitia Umum Walikota CUP VI, Sofyan Haeruddin.

Kemudian, jelasnya, setiap tim mempunyai dari pemain Liga 2 dan Liga 3. Hal ini membuat Kejuaraan Wali Kota CUP VI Makassar lebih seruh,Rabu 27/09/2023.

“Kendalanya tidak ada dan lancar Karena memang petunjuk dari Penanggung jawab, bapak Lukman Sulaiman saling memberikan arahan, seperti keamanan dan kebersihan harus diperhatikan,”ujarnya.

Sedangkan, Tim medis hampir setiap tahun berkoodinasi dengan Dinas Kesehatan Makassar.

“Kita sangat terbantu peralatan medisnya dan rujukan kalau ada pemain yang cedera,”tutur Sofyan Haeruddin.

Senada disampaikan, Wakil Ketua Panitia Walikota CUP VI, Andi Subair menyampaikan,jika tim yang terdaftar sudah berpengalaman dalam Sepakbola profesional. Dan malang melintang mengikuti Liga Tarkam berkualitas.

“Alhamdulillah kami mengundang tim sering juara untuk mengikuti Wali Kota CUP VI. Pembatasan umur untuk pemain tidak ada yang penting bisa bermain,”ungkapnya. (Fly)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Luwu Timur Perkuat Kolaborasi Wujudkan Senyum Sehat Anak Lewat Program Healthier Smile Phase 8

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) memperkuat kolaborasi strategis guna mewujudkan senyum sehat anak melalui program Healthier Smile Phase 8.

Sinergi ini melibatkan Save the Children (STC), Celosia Marennu Indonesia, serta Mars Snacking Foundation. Kegiatan kick off Phase 8 dirangkaikan dengan rapat pembentukan Working Group berlangsung di Aula Bapperida Luwu Timur, Malili, Rabu (29/04/2026).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, saat membuka acara menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program tersebut sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Program Healthier Smile ini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi muda. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga non-pemerintah sangat krusial untuk memastikan standar kesehatan anak-anak sekolah terpenuhi secara merata,” ujarnya.

Ia berharap program ini tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi gerakan masif yang mampu mengubah perilaku hidup sehat anak secara berkelanjutan.

Sementara itu, Program Manager STC, Robert Nufninu, menjelaskan bahwa Phase 8 tidak hanya berfokus pada kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga memperkuat Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

“Melalui penguatan UKS, kita memastikan promosi kesehatan dilakukan secara intensif agar pola hidup sehat dapat diterapkan secara konsisten oleh para siswa,” jelasnya.

District Coordinator STC, Rina Zulwiyati, menambahkan bahwa cakupan sekolah dampingan terus meningkat. Dari 21 sekolah pada Phase 7, kini bertambah menjadi 25 sekolah pada Phase 8, terdiri dari 2 SLB, 2 madrasah, dan 21 SD negeri.

Program Healthier Smile sendiri merupakan gerakan berbasis sekolah yang mengintegrasikan promosi kesehatan gigi dan mulut dengan pendekatan WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) serta edukasi pelestarian lingkungan bagi anak usia dini.

Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Kementerian Agama Luwu Timur, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta tim pelaksana dari STC dan Celosia.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Luwu Timur berharap mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.

Continue Reading

Trending