Safari Ramadhan, Kadis PPKB Makassar Serahkan bantuan di Masjid Al Falah
Kitasulsel-Makassar—Malam kelima bulan Ramadhan menjadi momen bersejarah bagi warga Kota Makassar, terutama bagi jamaah Masjid Al Falah.
Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Syahruddin S.Sos.M.Adm.Pem, memimpin acara Safari Ramadhan dan lakukan penyerahan bantuan ke masjid tersebut.
“Momen Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta mempererat tali silaturahmi,” ujar Syahruddin.
Acara Safari Ramadhan ini tidak hanya menjadi ajang untuk bersilaturahmi, namun juga sebagai wujud nyata dari komitmen pemerintah Kota Makassar dalam mendukung aktivitas keagamaan masyarakat.
Penyerahan bantuan kepada Masjid Al Falah menjadi salah satu bukti konkrit dari upaya tersebut.
Masjid Al Falah, yang menjadi salah satu pusat kegiatan ibadah dan kegiatan sosial di Kota Makassar, menerima bantuan dari Pemerintah Kota Makassar dalam bentuk peralatan ibadah, perlengkapan kebersihan, dan bahan makanan untuk mendukung kegiatan berbuka puasa dan sahur selama bulan Ramadhan.
Dalam kesempatan tersebut, jamaah Masjid Al Falah menyambut hangat kehadiran Plt. Kadis DPPKB Kota Makassar beserta rombongan, serta mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kota Makassar, semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi seluruh jamaah dan masyarakat sekitar,” ujar salah seorang pengurus masjid.
Safari Ramadhan dan penyerahan bantuan ke Masjid Al Falah oleh Plt. Kadis DPPKB Kota Makassar Syahruddin S. Sos. M. Adm. Pem menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta mempererat kebersamaan dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan.(*)
Pemkot Makassar
Pemkot Makassar Tertibkan Lapak di Sunu dan Datuk Patimang, Camat Ujung Pandang Kedepankan Pendekatan Humanis
Kitasulsel–Makassar Pemerintah Kota Makassar terus melakukan penataan kawasan perkotaan, khususnya di sejumlah ruas jalan yang selama ini dipadati lapak usaha di atas fasilitas umum. Penataan difokuskan di Jalan Sunu dan Jalan Datuk Patimang agar lebih tertata dan bebas dari pelanggaran pemanfaatan ruang publik.
Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menyampaikan bahwa langkah penertiban dilakukan secara bertahap melalui dialog langsung dengan para pemilik usaha.
Salah satu penertiban dilakukan terhadap satu unit lapak warung ikan bakar di Jalan Emitailan (Emisailan) yang telah beroperasi kurang lebih 20 tahun. Lapak tersebut ditertibkan karena berdiri di atas fasilitas umum dan akan direlokasi ke Pasar Baru agar aktivitas usaha tetap berjalan di tempat yang telah disiapkan.
“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan komunikasi dan solusi. Pedagang tidak dilarang berusaha, tetapi diarahkan agar menempati lokasi yang sesuai peruntukannya,” ujar Nanin.
Selain di Jalan Emitailan, pemerintah kecamatan juga melakukan pendekatan humanis di Jalan Sungai Poso. Di lokasi tersebut, pedagang diberikan pemahaman sehingga melakukan pembongkaran mandiri terhadap bangunan yang tidak sesuai aturan.
Penertiban juga menyasar trotoar di sepanjang Jalan Penghibur. Sejumlah lapak yang selama ini menetap atau bermalam di atas trotoar dibersihkan guna mengembalikan fungsi jalur pejalan kaki serta menjaga estetika kawasan kota Makassar.
Tak hanya itu, penjual ikan bakar di Jalan Gunung Merapi yang telah berjualan sekitar 20 tahun juga menjadi perhatian pemerintah kecamatan. Sementara di kawasan Sungai Pareman, terdapat sekitar 10 lapak yang menggunakan area di atas drainase untuk berusaha.
Terhadap para pedagang tersebut, pemerintah melakukan pendekatan persuasif agar bersedia direlokasi ke tempat yang lebih tertib dan aman. Relokasi disebut sebagai solusi agar para pelaku usaha tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa melanggar aturan tata ruang.
Nanin menegaskan, seluruh langkah penataan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi drainase dan trotoar, sekaligus meminimalisir potensi banjir dan gangguan ketertiban umum.
“Kami ingin kawasan tetap tertata, drainase berfungsi optimal, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman. Relokasi menjadi solusi agar pedagang tetap bisa berusaha tanpa melanggar aturan,” tutupnya.
-
Nasional8 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics1 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login