Sosialisasi Di Desa Bulo Wattang,Bacalon Bupati Sidrap H.Mashur MA.SH.M,Si Pastikan Realistis Dalam Penyampaian Program
Kitasulsel–Sidrap—Sejak mendeklarasikan diri akan maju bertarung pada pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten sidrap tahun 2024,H Mashur MA.SH.M,Si Intens melakukan sosialisasi dan tatap muka langsung dengan tokoh masyarakat dan warga di berbagai wilayah di kabupaten sidrap,seperti halnya rabu malam 27/03/2024,Ketua Gaharu Indonesia ini bersosialisasi dengan tokoh masyarakat dan warga desa bulo wattang kecamatan panca rijang kabupaten sidrap.
Acara yang dikemas santai tersebut nampak H.Mashur didampingi beberapa relawan desa bulo dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam penyampaiannya H.Mashur menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah di kabupaten sidrap serta program yang sejalan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat.

“Pilkada ini adalah ajang adu gagasan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,pilkada bukan hanya sekedar retorika dan janji janji manis tapi esensinya adalah pilkada yang mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat lewat program yang di berikan oleh calon pemimpinnya,jadi tidak hanya sekedar janji manis tapi realisasinya nol,tegasnya.
Lebih lanjut bendahara BPP KKSS ini menambahkan bahwa dalam perjalanan perjuangan kedepan dirinya akan lebih realistis dalam menyampaikan program kepada masyarakat.
“Semua calon kepala daerah memiliki program dan visi misi yang berbeda,namun dalam menyampaikan kepada masyarakat tidak sekedar memberikan angin surga,kerna pada hakikatnya progran kerja tersebut bukan hanya dipertanggung jawabkan kepada masyarakat,akan tetapi lebih dari itu akan bertanggung jawab langsung kepada Allah.SWT.

Tujuan semua putra daerah ingin mengabdi di tanah kelahirannya adalah memberikan yang terbaik untuk masyarakat,untuk itu perlu sebagai calon pemimpin memberikan narasi yang sesuai dengan kinerja nantinya,tutupnya.
Diketahui Bahwa H Mashur MA.SH.M,Si semakin intens menjalin komunikasi dengan beberapa partai pemilik suara di parlemen kabupaten sidrap hinnga pimpinan partai provinsi maupun pimpinan partai di pusat.
Pemkot Makassar
Pemkot Makassar Tertibkan Lapak di Sunu dan Datuk Patimang, Camat Ujung Pandang Kedepankan Pendekatan Humanis
Kitasulsel–Makassar Pemerintah Kota Makassar terus melakukan penataan kawasan perkotaan, khususnya di sejumlah ruas jalan yang selama ini dipadati lapak usaha di atas fasilitas umum. Penataan difokuskan di Jalan Sunu dan Jalan Datuk Patimang agar lebih tertata dan bebas dari pelanggaran pemanfaatan ruang publik.
Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menyampaikan bahwa langkah penertiban dilakukan secara bertahap melalui dialog langsung dengan para pemilik usaha.
Salah satu penertiban dilakukan terhadap satu unit lapak warung ikan bakar di Jalan Emitailan (Emisailan) yang telah beroperasi kurang lebih 20 tahun. Lapak tersebut ditertibkan karena berdiri di atas fasilitas umum dan akan direlokasi ke Pasar Baru agar aktivitas usaha tetap berjalan di tempat yang telah disiapkan.
“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan komunikasi dan solusi. Pedagang tidak dilarang berusaha, tetapi diarahkan agar menempati lokasi yang sesuai peruntukannya,” ujar Nanin.
Selain di Jalan Emitailan, pemerintah kecamatan juga melakukan pendekatan humanis di Jalan Sungai Poso. Di lokasi tersebut, pedagang diberikan pemahaman sehingga melakukan pembongkaran mandiri terhadap bangunan yang tidak sesuai aturan.
Penertiban juga menyasar trotoar di sepanjang Jalan Penghibur. Sejumlah lapak yang selama ini menetap atau bermalam di atas trotoar dibersihkan guna mengembalikan fungsi jalur pejalan kaki serta menjaga estetika kawasan kota Makassar.
Tak hanya itu, penjual ikan bakar di Jalan Gunung Merapi yang telah berjualan sekitar 20 tahun juga menjadi perhatian pemerintah kecamatan. Sementara di kawasan Sungai Pareman, terdapat sekitar 10 lapak yang menggunakan area di atas drainase untuk berusaha.
Terhadap para pedagang tersebut, pemerintah melakukan pendekatan persuasif agar bersedia direlokasi ke tempat yang lebih tertib dan aman. Relokasi disebut sebagai solusi agar para pelaku usaha tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa melanggar aturan tata ruang.
Nanin menegaskan, seluruh langkah penataan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi drainase dan trotoar, sekaligus meminimalisir potensi banjir dan gangguan ketertiban umum.
“Kami ingin kawasan tetap tertata, drainase berfungsi optimal, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman. Relokasi menjadi solusi agar pedagang tetap bisa berusaha tanpa melanggar aturan,” tutupnya.
-
Nasional8 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics1 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login